Indah Bintang, adalah namaku. Teman-temanku akrab memanggilku dengan sapaan Indah. Aku tinggal di sebuah desa yang cukup strategis. Usiaku tahun sekarang menginjak 32 tahun. Aku di besarkan dari keluarga yang Alhamdulillah berkecukupan. Pekerjaanku adalah seringnya membantu orang tuaku berjualan, dan sebagai hobi aku terkadang mentransfer ilmu yang aku miliki ketika aku belajar di bangku kuliah.
Jodoh menurut Islam adalah sebagaimana yang tertera dalam QS. An-Nur:26. Bahwa Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga). Jodoh adalah rahasia Allah. Kita tahu bahwa jodoh, rezeki, pati tidak ada yang tahu. Tau kah kamu bahwa jodoh itu ketika kita mengejar malah menjauh, dan ketika kita tidak mengejar malah mendekat? Alangkah Allah Maha Membolak – balikkan hati manusia.
Betapa banyak orang galau perihal jodoh. Begitupun aku, yang menurut orang usiaku sudah lebih dari cukup untuk mengarungi rumah tangga. Tapi, aku tidaklah khawatir tentang masalah itu karena aku punya Allah SWT, jalan takdirku sudahlah di atur oleh-Nya. Ketika aku punya keinginan cukuplah Allah sebagai penolongku.
Jodohku kelak sudah tertulis di Lauful Mahfuz, aku sekarang hanya sedang berusaha ikhtiar mencari jodoh. Segala macam ikhtiar telah aku lakoni dari Taaruf via media social pun Taaruf lewat teman yang sholeh yang dapat dipercaya.
Dia adalah orang yang petama yang menurutku real, aku berjumpa lewat teman lamaku. Dan cukup aku merasa tertarik dengannya, dari cara dia berbicara, cara berpakaian, dan tentu akhlak dan agama semoga aku tidak salah menilai orang. Dengan postur yang cukup tinggi, dan merupakan idamanku. Dari keluarga yang baik-baik dan religius.
Adanya kekurangan bahwa dia pernah mengarungi rumah tangga, merupakan kekurangan yang dia miliki yang tidak sepantasnya aku mempermasalahkannya. Karena sejatinya ketika kita mengagumi akan kelebihan seseorang, maka kita juga harus siap dengan segala kekurangan, begitulah pepatahnya.
Dalam waktu masih dibilang kita sedang taaruf. Cukup menguras pikiran juga untuk membaca karakter dia. Sangatlah wajar Karena kita dari dua keluarga yang berbeda, latar belakang pun beda.
Terkadang sempat berfikir Apakah dia adalah Jodohku, yang pernah mengarungi rumah tangga sebelumnya? Apakah dia akan Move on dari yang sebelumnya? Aku cuma bisa berdoa semoga aku adalah orang yang di kirim Allah untuk melengkapi separuh agamanya dan berakhir di Surga-Nya, Aamiin . Kekurangannya tidaklah aku memandang itu. Karena sejatinya manusia tidak ada yang sempurna. Kesempurnaan hanya milik Allah SWT.
Harapan terbesarku adalah dia menjadi Jodoh yang di datangkan Allah unntukku dan menjadikanku pelengkap separuh agamanya, jodoh sehidup sesurga. Dan bisa mengarungi rumah tangga dengan penuh ketaatan. Aamiin…
2 Komentar Pada Jodoh yang di siapkan Allah untukku
Ahhhh, Kereeen!!!
Jodoh mah jorok kata urang Sunda. Udah kenalan lima tahun nggak nikah-nikah, yang baru kenalan langsung nikah.
Sukses!