Di sebuah kampung kecil bernama Linggau Ulu, kehidupan mengalir dengan tenang dan damai. Namun kehadiran Pandemi Covid-19 telah merubah segalanya. Semula warga kampung hanya mendengar berita tentang maraknya virus Covid-19 dari cerita mulut ke mulut saja. Kemudian berlanjut melihat dari berita yang setiap hari tersiar di Televisi. Tternyata berita tentang virus covid-19 bukanlah dongeng belaka, bahkan Virus Covid-19 telah mewabah yang berjangkit serempak di mana-mana, bahkan di semua belahan bumi. Dan seiring berjalannya waktu, virus Covid-19 mulai menjangkau dan mewabah di kampung mereka, kampung Linggau Ulu.
Adalah Ibu Sri, seorang ketua RT yang disegani di kampung Linggau Ulu, menjadi sosok sentral dalam menghadapi masa pandemi. Ia mengumpulkan warganya untuk mengadakan Rapat Darurat Covid.
“Penyebaran virus ini sangat cepat dan tidak terdeteksi kapan dan dimana keberadaannya. Oleh karena itu kita harus saling menjaga dan bersama-sama mencegah penyebaran Virus Covid-19 ini,” ucap Ibu Sri mengakhiri rapatnya.
Sejak saat itu, kampung Linggau Ulu berubah. Pandemi telah merubah segalanya. Keheningan suasana kampung berubah menjadi kampung yang ramai dan sibuk. Warga bergerak bersama membangun posko pengaduan, menyediakan ruang untuk isolasi mandiri jika ada warga yang terpapar, dan membuat masker secara massal. Anak-anak muda mulai bergerak membuat kelompok relawan guna membantu warga yang kesulitan mendapatkan makanan dan obat-obatan. Semua warga bahu-membahu saling tolong-menolong dengan niat yang mulia dan tujuan yang sama, yaitu mengurangi, mencegah dan membatasi penyebaran Virus Covid-19 khususnya di kampung mereka Kampung Linggau Ulu.
Budi, pemuda kampung Linggau Ulu, tercatat sebagai mahasiswa salah satu perguruan tinggi, yang mengabdikan dirinya sebagai Koordinator Relawan saat pandemi ini. Setiap hari, ia bersama teman-temannya keliling kampung untuk membagikan sembako ala kadarnya kepada warga yang membutuhkan, atau sekedar membantu mengantarkan ke rumah sakit ketika ada warga yang hendak berobat ke rumah sakit.
“Saya sebagai warga merasa terpanggil untuk membantu. Inilah saatnya kita tunjukkan rasa kepedulian kita kepada sesama warga, khususnya warga di kampung kita kampung Linggau Ulu ini,” ucap Budi antusias.
Sementara itu, Pak Karto seorang tukang kayu warga kampung Linggau Ulu, juga merasa terpanggil untuk merelakan dirinya berbuat sesuatu membantu usaha mengurangi penyebaran Virus Covid 19. Ia membuat papan pengumuman di depan rumahnya. Di papan itu, ia menempelkan berbagai informasi maupun gambar-gambar penting terkait Covid-19, seperti cara-cara mencegah penularan virus Covid-19, nomor telepon puskesmas dan jadwal vaksinasi. Informasi ini tentu sangat berguna bagi warga kampung Linggau Ulu.
“Saya ingin membantu semua warga Linggau Ulu untuk mendapatkan informasi yang benar dan valid tentang Virus Covid-19,” kata Pak Karto.
Perubahan besar juga terlihat pada hubungan antar warga kampung Linggau Ulu. Sebelumnya masing-masing warga lebih individualis yaitu lebih mengutamakan kepentingan pribadinya. Namun kehadiran Pandemi Covid-19 membuat warga saling bergantung dan saling membutuhkan antara satu dengan yang lain. Batas-batas sosial pun lambat laun menghilang berganti menjadi semangat gotong-royong dan semangat kebersamaan dan semangat persatuan, mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.
Seiring berjalannya waktu, masa pandemi kian memudar dan hilang. Virus Covid-19 mungkin telah pergi atau mungkin telah musnah. Kampung Linggau Ulu pun perlahan-lahan pulih, setelah melewati masa-masa sulit saat pandemi. Berkat adanya persatuan dan kerjasama yang baik antar sesama warga maupun pihak pemerintah terkait. Pandemi telah hilang namun semangat gotong royong dan solidaritas yang tumbuh selama pandemi tetap terjaga. Kampung Linggau Ulu merupakan contoh nyata bahwa di Tengah badai dan kesulitan yang melanda, manusia tetap mampu menunjukkan sisi terbaiknya.
Kreator : Aliyah Manaf
Comment Closed: Kampung Yang Berubah
Sorry, comment are closed for this post.