Suatu hari, di sebuah sekolah Katolik yang penuh dengan semangat kasih persaudaraan, ada seorang siswi bernama Novita. Novita dikenal memiliki semangat tinggi dan murah senyum, namun belakangan ini sikapnya berubah. Ia kerap duduk sendirian di sudut kelas, tak lagi terlihat bahagia seperti biasa. Teman-temannya tak menyadari bahwa Novita sedang menghadapi masalah berat. Ayahnya baru saja kehilangan pekerjaan, dan keluarganya kini berjuang demi kelangsungan hidup. Meski beban itu terasa sangat berat, Novita tetap datang ke sekolah, berusaha menyembunyikan kesedihannya.
Pada suatu pagi, saat istirahat, salah satu temannya, Arman, melihat Novita duduk seorang diri dengan mata sayu. Arman merasa terdorong untuk menghampirinya.
Dengan penuh kasih, ia bertanya, “Novita, ada apa? Aku melihatmu berbeda dari biasanya.”
Novita terkejut dengan perhatian Arman, dan air mata mulai mengalir di pipinya. Ia menceritakan segala kesulitan yang dihadapinya.
Arman, dengan hati penuh belas kasihan, mendengarkan dengan sabar dan berkata, “Novita, kamu tak sendiri. Kami ada untukmu.”
Kisah ini mengingatkan akan cerita dalam Injil Lukas 7 : 11-17, ketika Yesus bertemu seorang janda di Nain yang mengiringi jenazah putra tunggalnya. Yesus melihat derita wanita itu dan dengan belas kasihan, Ia menghentikan prosesi itu dan membangkitkan anaknya dari maut. Yesus tak hanya memberi hidup kembali pada anak itu, tetapi juga memberi harapan dan suka cita pada ibunya. Seperti Arman yang menunjukkan belas kasihan kepada Novita, kita juga dipanggil untuk menunjukkan kasih dan perhatian kepada sesama yang menderita.
Seperti kata Santo Fransiskus dari Assisi, “Di mana ada kasih dan hikmat, di situ tak ada takut atau kebodohan.” Kasih sejati melampaui segala batasan dan membawa cahaya di tengah kegelapan. Dalam setiap kesempatan, kita diajak meneladani Yesus, yang senantiasa peka terhadap penderitaan orang lain dan tak ragu untuk berbelas kasih.
Pada akhirnya, mari kita jadikan kasih dan belas kasihan sebagai landasan setiap tindakan kita. Ketika melihat teman yang sedang kesulitan, seperti Novita, mari kita menjadi seperti Arman, yang dengan tulus memberi perhatian dan dukungan. Dengan begitu, kita tak cuma memperkuat karakter diri sendiri, tetapi juga menumbuhkan iman yang lebih dalam kepada Tuhan, yang selalu hadir dan bekerja melalui kita.
“Kasih sejati bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang hadir untuk mendengar dan berbagi harapan, membawa terang di tengah kegelapan.”
Uji Kemampuan Literasi:
- Apa yang menyebabkan Novita terlihat berbeda dari biasanya di sekolah?
- Bagaimana Arman menunjukkan belas kasihan kepada Novita?
- Apa yang dilakukan Yesus dalam cerita Injil Lukas 7: 11-17, dan apa yang kita pelajari dari tindakan-Nya?
- Bagaimana perasaan Anda jika Anda berada di posisi Novita?
- Apa yang dapat Anda lakukan untuk membantu teman yang sedang mengalami kesulitan?
Kreator : Silvianus
Comment Closed: Kasih dan Belas Kasihan
Sorry, comment are closed for this post.