KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • Berita Alineaku
  • Bisnis
  • Branding
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Moralitas
  • Motivasi
  • Novel
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Politik
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Beranda » Artikel » Kasih dan Belas Kasihan

    Kasih dan Belas Kasihan

    BY 11 Feb 2025 Dilihat: 130 kali
    Kasih dan Belas Kasihan_alineaku

    Suatu hari, di sebuah sekolah Katolik yang penuh dengan semangat kasih persaudaraan, ada seorang siswi bernama Novita. Novita dikenal memiliki semangat tinggi dan murah senyum, namun belakangan ini sikapnya berubah. Ia kerap duduk sendirian di sudut kelas, tak lagi terlihat bahagia seperti biasa. Teman-temannya tak menyadari bahwa Novita sedang menghadapi masalah berat. Ayahnya baru saja kehilangan pekerjaan, dan keluarganya kini berjuang demi kelangsungan hidup. Meski beban itu terasa sangat berat, Novita tetap datang ke sekolah, berusaha menyembunyikan kesedihannya.

    Pada suatu pagi, saat istirahat, salah satu temannya, Arman, melihat Novita duduk seorang diri dengan mata sayu. Arman merasa terdorong untuk menghampirinya. 

    Dengan penuh kasih, ia bertanya, “Novita, ada apa? Aku melihatmu berbeda dari biasanya.” 

    Novita terkejut dengan perhatian Arman, dan air mata mulai mengalir di pipinya. Ia menceritakan segala kesulitan yang dihadapinya. 

    Arman, dengan hati penuh belas kasihan, mendengarkan dengan sabar dan berkata, “Novita, kamu tak sendiri. Kami ada untukmu.”

    Kisah ini mengingatkan akan cerita dalam Injil Lukas 7 : 11-17, ketika Yesus bertemu seorang janda di Nain yang mengiringi jenazah putra tunggalnya. Yesus melihat derita wanita itu dan dengan belas kasihan, Ia menghentikan prosesi itu dan membangkitkan anaknya dari maut. Yesus tak hanya memberi hidup kembali pada anak itu, tetapi juga memberi harapan dan suka cita pada ibunya. Seperti Arman yang menunjukkan belas kasihan kepada Novita, kita juga dipanggil untuk menunjukkan kasih dan perhatian kepada sesama yang menderita.

    Seperti kata Santo Fransiskus dari Assisi, “Di mana ada kasih dan hikmat, di situ tak ada takut atau kebodohan.” Kasih sejati melampaui segala batasan dan membawa cahaya di tengah kegelapan. Dalam setiap kesempatan, kita diajak meneladani Yesus, yang senantiasa peka terhadap penderitaan orang lain dan tak ragu untuk berbelas kasih.

    Pada akhirnya, mari kita jadikan kasih dan belas kasihan sebagai landasan setiap tindakan kita. Ketika melihat teman yang sedang kesulitan, seperti Novita, mari kita menjadi seperti Arman, yang dengan tulus memberi perhatian dan dukungan. Dengan begitu, kita tak cuma memperkuat karakter diri sendiri, tetapi juga menumbuhkan iman yang lebih dalam kepada Tuhan, yang selalu hadir dan bekerja melalui kita.

    “Kasih sejati bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang hadir untuk mendengar dan berbagi harapan, membawa terang di tengah kegelapan.”

    Uji Kemampuan Literasi:

    1. Apa yang menyebabkan Novita terlihat berbeda dari biasanya di sekolah?
    2. Bagaimana Arman menunjukkan belas kasihan kepada Novita?
    3. Apa yang dilakukan Yesus dalam cerita Injil Lukas 7: 11-17, dan apa yang kita pelajari dari tindakan-Nya?
    4. Bagaimana perasaan Anda jika Anda berada di posisi Novita? 
    5. Apa yang dapat Anda lakukan untuk membantu teman yang sedang mengalami kesulitan?

     

     

    Kreator : Silvianus

    Bagikan ke

    Comment Closed: Kasih dan Belas Kasihan

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Part 14: Kopi Klotok Pagi hari yang cerah, secerah hati Rani dan semangat yang tinggi menyambut keseruan hari ini. Ia bersenandung dan tersenyum sambil mengiris bahan untuk membuat nasi goreng. Tante, yang berada di dekat Rani, ikut tersenyum melihat Rani yang bersenandung dengan bahagia. “Rani, kamu ada rasa tidak sama Rama? Awas, ya. Jangan suka […]

      Sep 18, 2024
    • Part 13 : Candi Borobudur Keesokan harinya Rama sibuk mencari handphone yang biasa membangunkannya untuk berolahraga disaat Rama berada di Jogja. Rama tersenyum dan semangat untuk bangun, membersihkan diri dan segera membereskan kamarnya. Tidak lupa Rama juga menggunakan pakaian yang Rapih untuk menemui Rani hari ini. Sementara Rani seperti biasa masih bermalas-malasan di dalam kamarnya […]

      Sep 07, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021