Cibinong Rawamangun
Malam menyisakan dingin di pagi ini
Perjuangan mesti kumulai,dari gang Haji Nawawi
Menapak hari menuju Ibu Kota setiap hari
Seratus rupiah kunaiki opelet ke Jagorawi
Menanti bus umum itu dari arah ciawi
Dua ratus rupiah sampailah di terminal Cililitan
Tas berisi buku dan bekal kubawa berlarian
Lanjut masuk bus tingkat dengan berebutan
Kusiapkan lembar karcis seratus rupiah
Turun Rawamangun Muka lalu lanjut berjalan
Semangat sampai juga di kampus Idaman
Kampus dengan jaket hijau itu
Tempat kutimba segudang ilmu
Yang kelak kubagikan semua untukmu
Tuk menata masa depanmu”Wahai anak-anakku
Madhoe Retna
( Masa perjuangan menuju kampus )
Bubur Kacang Hijau
Ada saat kita tak sempat membawa bekal
Mahasiswa yang pas-pasan mesti banyak akal
Melipir sedikit mencari yang murah dijual
Ketemulah bubur kacang hijau di terminal
Yang penting perut terisi asupan yang halal
Seratus lima puluh rupiah, aku hafal
Masih di bonus roti tawar plus santan kental
Rupanya si- Abang berjualan sekaligus beramal
Bila teringat masa itu, ingin ku mencarimu
Mencari si-Abang yang baik padaku
Juga pada kawan – kawanku
Teriring doa terbaik untukmu
Semoga menjadi catatan amalmu
Si-Abang penjual “Bubur kacang hijau”
Madhoe, memory 84-86
Wiru
Masih ku bertemu Ibu yang cantik
Anggun berkebaya modern dan berjarik batik
Jarik batik dengan ciri khas berlipit rapi
Banyak orang menyebutnya dengan “Wiru”
Menaiki tangga menuju ruang kelas di lantai dua
Ibu masih tampak sehat semangat bertemu kami
Menyampaikan materi mata kuliah pagi ini
Sebuah catatan istimewa untuk Beliau
Tak pernah terlambat hadir di kelas
Tak pernah menunda koreksi semua tugas
Senyum ramahnya tak pernah lepas
Menjadikan kami malu untuk berkata malas
( Busana Ibu Dosen 84.)
Kebaya Biru
Kukenakan kebaya brokat biru
Kebaya brokat yang kupinjam dari tetanggaku
Rupanya teman sekelasku tlah lama menunggu
Dikiranya aku tak hadir waktu itu
Senyum menghias bibir, hari terasa istimewa
Tak sama mereka, kami hanya Diploma dua
Rasa bangga tetap menghias dalam dada
Kebaya biru berpadu baju wisuda dan bertoga
Berpeluk bahagia di antara kita
Rasa terima kasihku tiada terkira
Pada kedua orang tua dan saudara
Yang telah memberiku segalanya
Untuk meraih cita
Setahun kemudian kuterima SK
Mengemban tugas sebagai Abdi Negara
Membimbing anak bangsa
Dengan ilmu yang tlah kuterima
(Kukenang Wisuda 1986)
Balai Sidang Senayan
Kreator : Srimadu Ratnawati (Madhoe Retna)
Comment Closed: Kumpulan Puisi Untukmu Part 2
Sorry, comment are closed for this post.