Suatu hari, hiduplah seorang anak bernama Giorna. Ia adalah putri dari Raja Hust dan Ratu Desty. Kelahiran Sang Putri membuat seluruh rakyat heboh. Semua bersuka cita atas kelahiran penerus baru di negeri itu. Hanya ada satu wanita yang tidak menyukai hal tersebut, yaitu Lady Sira.
Lady Sira merasa cemburu pada Desty, Sang Ratu, karena ia merasa ialah yang pantas menjadi pendamping hidup Raja Hust. Ia menemani Raja Hust bermain dari kecil, membantunya memasang kail saat memancing pertama kali, mengendarai kuda, juga menyemangati Raja Hust saat sedang berlatih memanah. Selang beberapa tahun sejak Raja Hust berpetualang di negeri lain, ia dikejutkan dengan kabar bahwa Raja Hust kembali sambil membawa wanita cantik yang akan diperistri.
Hati nya bagai ditusuk ribuan jarum. Rasanya ia ingin meminum racun saat itu juga, namun ia tak memiliki tenaga bahkan untuk makan sesuap nasi. Ia mengurung diri di kamar hingga kabar Raja Hust dan istrinya perlahan pudar seiring waktu. Gelap mata, ia memikirkan berbagai cara agar dapat menghancurkan hubungan mereka. Ia bahkan pergi bertapa ke Hutan Sunyi agar mendapat kekuatan iblis demi melancarkan aksi jahatnya.
Iblis memberi tahu cara yang tepat untuk menghancurkan mereka, yaitu dengan bantuan naga ganas. Sebelum itu, iblis mengingatkan ia perlu melakukan ritual pemanggilan naga sebulan sebelum sang bayi lahir. Naga akan datang seminggu setelah pesta kelahiran bayi, kemudian meluluhlantakkan seluruh istana. Lady Sira mengangguk mantap. Ia tertawa jahat setelahnya.
Pesta perayaan kelahiran Giorna berlangsung seminggu penuh. Semua rakyat diundang ke istana, menyanyikan lagu dan berdansa bersama. Ditemani dengan jamuan mewah yang disediakan oleh koki andalan kerajaan. Tepat pada hari ketujuh, Kerajaan Svarka diserang naga. Para prajurit dikerahkan untuk mengalahkannya, namun tak ada satupun yang dapat menyentuh Naga tersebut. Naga itu melihat sekeliling, lalu menyembur api saat ia melihat Sang Ratu. Dengan cepat Raja Hust menyelamatkan istrinya. Ia menahan kekuatan api itu dengan ilmu yang ia dapat di Negeri Grist, menyuruh istrinya segera kabur bersama bayi yang ada di gendongannya tersebut.
Sialnya, gerakan Ratu saat itu sangat lamban, Sang Naga akhirnya dapat menyambar badannya dan membuatnya terpental jauh. Bayi yang digendongnya terlepas. Dengan sekejap Sang naga pun langsung melahapnya. Raja Hust berteriak murka, dan berniat untuk membunuhnya, tapi naas, Sang naga berhasil kabur.
Ratu Desty ditemukan dalam keadaan tak bernyawa. Tabib istana berasumsi itu disebabkan karena benturan keras di kepala. Raja Hust sangat sedih. Selain negaranya kacau, ia pun harus menghadapi kenyataan bahwa istri dan anaknya pergi meninggalkannya selamanya.
10 tahun kemudian, Raja Hust menikah dengan Lady Sira. Ia menikahinya karena Lady Sira-lah yang selalu ada di sampingnya ketika ia sedang berada di masa sulit. Hal itu membuat Lady Sira sangat senang. Pesta pernikahan digelar untuk kedua kalinya.
Malam hari setelah mereka berbulan madu, perlahan muncul sisik naga di tubuh Lady Sira. Sisik itu menyebar dengan cepat hingga tubuhnya berubah menjadi seekor naga namun berkepala manusia. Lady Sira menjerit ketakutan.
Raja Hust terkejut dan bertanya-tanya.
Tiba-tiba terdengar petir menyambar, diikuti dengan suara berat, “Kau telah melanggar janji. Seharusnya kau tidak berhubungan badan dengan korbanmu, inilah balasan yang pantas kau terima!”
Suara itu menghilang. Raja Hust langsung mengambil pedang dan menebas naga perempuan yang ada di hadapannya. Ia merasa lega karena akhirnya ia telah menemukan dalang peristiwa kelam yang dialaminya, sekaligus membalaskan dendam di hatinya.
-bloomyblossoms
Comment Closed: Kutukan Naga
Sorry, comment are closed for this post.