“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya.”
(HR. Tirmidzi)
RR kala Kopi
Seandainya generasi sebelum kami membekali kami dengan pemahaman ini,
mungkin kami tidak terlalu sibuk menuntut bahagia,
bukan pula berusaha memenangkan derita untuk mendapat gelar Wanita sabar.
Mungkin kami tak perlu terlalu lama
memaafkan hal-hal yang tidak baik,
dan lebih siap belajar menjaga.
Seandainya sejak awal dijelaskan
bahwa taat bukan berarti diam,
dan qiwāmah bukan berarti kebal kritik,
mungkin kami tak akan lama
terjebak dalam kebingungan yang menyakitkan.
Tapi begitulah.
Kami belajar sambil jatuh,
dan jatuh sambil belajar.
Dalam perjalanan waktu akhirnya ku dapat memahami.
Bahwa pernikahan bukan tentang siapa yang paling benar,
melainkan siapa yang tetap mau menjaga,
mau belajar,
dan saling bertanggung jawab.
Maka akan kusampaikan ini kepada anak-anakku—
bukan untuk menggurui,
melainkan sebagai bekal,
agar kelak mereka melangkah dengan lebih sadar
menuju sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Kreator : Rika
Comment Closed: Memaknai Pernikahan
Sorry, comment are closed for this post.