Anakku, Melangkahlah dengan Kebaikan
RR kala Kopi
Banyak kisah menyajikan pernikahan
sebagai rangkaian senyum dan pelukan.
Namun ada hal yang perlu kau pahami, anakku.
Kami, orang-orang yang berjalan lebih dulu,
tidak selalu damai.
Ada sunyi, ada letih, ada luka yang tak selalu selesai.
Namun kami bersepakat satu hal:
untuk tidak saling meninggalkan.
Kami belajar bahwa menikah
bukan memulai hidup dari nol,
melainkan melanjutkan penjagaan—
penjagaan yang dahulu dilakukan orang tua kami,
kini kami rawat dengan cara yang kami sepakati,
dengan kedewasaan yang terus kami upayakan.
Anak lelakiku,
bila engkau telah menemukan wanitamu,
jagalah ia sebagaimana ia pernah dijaga.
Jika ia tumbuh dalam kelembutan,
jangan kau cabut kelembutan itu
atas nama ego dan kuasa.
Nabi mengajarkan kami hal itu.
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam…,ia mendengarkan istrinya bercerita.
Beliau tidak merendahkan, tidak menghinakan.
Maka jangan kau turunkan martabat istrimu.
Cukupilah ia—
dengan tanggung jawab,
dengan perhatian,
dengan akhlak.
Dan engkau, anak perempuanku,
taatlah kepada suamimu.
Taat bukan berarti hilang dirimu.
Ia adalah kepercayaan yang tumbuh
selama kebaikan dijaga
dan kehormatan tidak dilukai.
Bangunlah keluargamu dengan akhlak yang baik.
Karena sebaik-baik manusia
adalah mereka yang paling baik
kepada keluarganya.
Kreator : Rika
Comment Closed: Memaknai Pernikahan Part 2
Sorry, comment are closed for this post.