Penulis : Kurnia Widiastri (Member KMO Alineaku)
Birrul walidain untuk “PAHLAWAN”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ». قِيلَ مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « مَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا ثُمَّ لَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ »
“Sungguh terhina, sungguh terhina, sungguh terhina.” Ada yang bertanya, “Siapa, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “(Sungguh hina) seorang yang mendapati kedua orang tuanya yang masih hidup atau salah satu dari keduanya ketika mereka telah tua, namun justru ia tidak masuk surga.” (HR. Muslim)
Bersyukurlah ketika masih memiliki kedua orang tua di usia tua. Masih terbuka jalan lebar untuk ke surga dengan berbakti kepada mereka.
Pak Mudjiono dan Bu Legirah, sepasang kakek nenek yang masih mampu pergi berboncengan berdua saat kontrol ke klinik. Di rumah hanya ditemani seorang cucu yang sudah bekerja.
“Kaki saya kok sering kram ya Bu Dokter. Ndak hilang-hilang. Menjalar dari pantat ke kaki kiri”, keluh nenek dengan rambut putih yang menghiasi.
“Pundak kanan saya nyeri kalau digerakkan. Bunyi gludhuk gludhuk Bu Dokter”, keluh suaminya yang bertubuh tegap.
Saya hanya bergumam di dalam hati “ Seandainya di rumahnya ada yang bisa menterapi PAZ, maka itu bisa menjadi ladang pahalanya dalam berbakti kepada orang tua dengan menterapi beliau. Menghilangkan resah beliau dengan mengurangi derita rasa sakit yang beliau rasakan. Hingga senyum lebar yang menentramkan hati kembali hadir di relung hati. Seindah taman surga yang berada di telapak kaki beliau.”
Sejenak saya teringat yangti dan yangkung yang berada di Ibukota. Beberapa waktu lalu sempat sakit dengan gejala yang sedang viral. Dengan terapi probiotik sudah maksimal sebagai input dan gerakan PAZ mandiri tetapi keluhan yangkung belum reda. Akhirnya saya meminta untuk ikhtiar dengan terapi PAZ dengan seorang kawan. Alhamdulillah keluhan langsung reda dan sudah ceria kembali.
Sebenarnya apa makna pahlawan bagi kita?
Menjadi pahlawan tidak harus bertitel tentara, dokter, perawat atau polisi.
Menurut KBBI, pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberanian serta pengorbanannya dalam membela kebenaran. Maka setiap diri kita bisa menjadi pahlawan. Seorang guru adalah pahlawan bagi muridnya. Seorang dokter dan perawat adalah pahlawan bagi pasiennya. Orang tua adalah pahlawan bagi anak-anaknya.
Maka sosok pahlawan yang berarti bagi saya adalah kedua orang tua yang telah memberikan pendidikan, keberanian dan pengorbanannya sehingga kita bisa menjadi sosok yang bermanfaat bagi umat. Semua tak lain adalah dari teladan yang nyata dari mereka berdua.
Maka tidak inginkah kita menjadi pahlawan bagi mereka?
Ketika kita mempelajari PAZ dan bisa membantu banyak orang sakit.
Ketika kita mendalami PAZ dan membantu teman yang kesusahan karena sakitnya yang tak kunjung sembuh.
Ketika kita menyebarkan PAZ, lalu pulang ke kedua orang tua di kampung halaman, lalu menghadirkan mentari di wajah mereka dengan menghilangkan duka perih karena sakit yang dikeluhkan.
Maka dengan mengikuti pelatihan PAZ ternyata bisa menjadi wasilah kita untuk birrul walidain bagi sosok “pahlawan” yang kita cintai.
Selamat hari PAHLAWAN !! Allahu Akbar.
“Naskah ini merupakan kiriman dari peserta KMO Alineaku, isi naskah sepenuhnya merupakan tanggungjawab penulis”
Comment Closed: Mengapa Ikut Pelatihan PAZ? (Part 3)
Sorry, comment are closed for this post.