“Hei, kalian lihat itu? Bumi!” seru Si Virus Kecil, berbinar melihat planet biru yang nampak berkilau dari kejauhan. Ia bersama dengan jutaan saudaranya bergelumang dalam kegelapan angkasa luar, menunggu kesempatan untuk menjelajahi Bumi. Itulah misi mereka.
“Wah sepertinya planet yang sangat ramai,” seru Virus Besar yang telah berpengalaman dalam perjalanan antar planet. “Kita harus berhati-hati. Di planet Bumi itu banyak sekali makhluk yang menghuni dan mereka sangat kuat.”
“Ahh…jangan takut jumlah kita juga banyak,” timpal Si Virus Cerdik. “Sebaiknya kita berbagi tugas, beberapa menginfeksi hewan dan yang lainnya langsung ke tubuh manusia.” Akhirnya, mereka sepakat untuk menyerang Bumi.
Dengan kecepatan cahaya, para virus memanfaatkan angin lalu menempel pada bulu-bulu hewan yang ditemui dan menyusup ke tubuh seekor kelelawar.
“Aku akan menyelinap masuk ke paru-paru manusia,” kata virus kecil penuh semangat. “Aku akan membuat mereka demam tinggi dan sesak nafas!”
“Aku akan menyerang sistem kekebalan tubuh manusia!” ujar Virus Besar dengan nada sombong.
“Mereka takkan mampu melawan kita! Ayo kita mulai bergerak melaksanakan misi kita !! Ayo kita mulai!!”
Selang beberapa saat, rombongan virus telah sampai di Bumi, mereka menyebar dengan sangat cepat. Virus kecil berhasil masuk ke tubuh seorang pedagang di Pasar Wuhan. Dalam waktu yang singkat, virus itu telah berepilepsi dengan cepat dan menginfeksi banyak orang.
“Aduh, badanku terasa panas sekali. Sepertinya aku demam,” keluh seorang wanita tua.
“Aku rasa aku seperti terkena flu dan badanku terasa lemas,” ucap seseorang lainnya.
“Badanku terasa lemah, nafasku juga terasa sesak,” ucap lirih seorang Bapak.
Tampak di ruang tunggu sebuah rumah sakit telah ramai orang-orang yang hendak berobat. Keadaan yang sama juga terlihat di rumah sakit daerah lainnya. Masyarakat mulai resah dengan banyaknya keluhan orang-orang yang mengalami gejala sakit yang sama. Rumah sakit juga sudah mulai penuh karena banyaknya pasien yang datang secara terus menerus, silih berganti.
Berita tentang adanya penyakit yang sedang melanda di berbagai wilayah telah menyebar di seluruh negeri. Masyarakat dianjurkan tidak melakukan perjalanan jauh, jika memungkinkan untuk tetap diam di rumah saja. Sekolah diliburkan. Ketika ada keperluan untuk keluar rumah diwajibkan untuk memakai masker. Bahkan pemerintah memberlakukan razia penggunaan masker, mewajibkan cuci tangan dahulu sebelum ataupun sesudah beraktifitas, menyediakan cairan desinfektan di setiap rumah atau di ruang publik manapun, serta melarang adanya gerombolan ataupun keramaian di masyarakat. Pemerintah telah mengumumkan adanya pandemi di masyarakat.
Dalam ruangan rumah sakit terlihat sepi dan sunyi, kecuali dokter dan para medis tampak sibuk keluar masuk ruangan. Keheningan di ruang-ruang rumah sakit dikarenakan pasien rawat inap tidak diperkenankan keluar ruangan dan tidak diperkenankan jam besuk bagi keluarga, saudara atau rekan untuk mengunjungi pasien. Pihak rumah sakit memberlakukan isolasi bagi setiap pasien yang rawat inap. Hal ini bertujuan untuk membatasi pergerakan dan menghambat penyebaran virus yang sedang melanda di Masyarakat. Virus itu telah menyebar ke seluruh pelosok negeri, melumpuhkan ekonomi dan mengubah tatanan kehidupan manusia. Sungguh sangat ironi.
“Kenapa kita bisa sekuat ini?” tanya Virus Kecil pada virus besar.
“Karena kita makhluk kecil tak kasat mata dan jumlah kita sangat banyak,” jawab Virus Besar. “Kita bisa bermutasi dengan cepat sehingga sulit untuk dilawan.”
“Tapi, lihat!” manusia sepertinya sudah mulai melawan, mereka membuat vaksin, mereka mulai bersatu untuk menjaga jarak, mereka memakai masker, mereka bersatu untuk melumpuhkan dan memusnahkan kita!” teriak Virus Besar.
Virus-virus itu mulai merasa takut. Mereka menyadari bahwa manusia tidak akan menyerah begitu saja.
“Kita harus bertahan,” seru virus kecil. Kita harus terus berevolusi.
Namun, sepertinya usaha virus-virus ini sia-sia. Mereka tak mampu lagi untuk bertahan. Telah cukup lama waktu mereka berkelana mengelilingi bumi. Mereka mulai lelah.
Karena vaksin telah berhasil ditemukan oleh manusia. Kekebalan kelompok masyarakat telah terbentuk sehingga membuat para virus menjadi lemah.
“Musnah sudah, kita kalah,” ucap Virus Besar dengan nada sedih.
“Tapi, kita pernah menguasai dunia,” balas Virus Kecil. “Itu sudah cukup.Misi kita selesai sudah.”
Akhirnya, virus-virus itu pun lenyap meninggalkan bekas luka dalam sejarah peradaban manusia. Selamat jalan Covid-19. Jangan datang lagi ya. Terima kasih telah memberikan pelajaran terbaik. Karenamu, masyarakat mengerti apa itu pandemi, mengenal social distancing, mengerti pentingnya kesehatan dan memahami pentingnya arti sebuah persatuan.
Kreator : Aliyah Manaf
Comment Closed: Misi Virus
Sorry, comment are closed for this post.