KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Beranda » Artikel » Misi Virus

    Misi Virus

    BY 16 Nov 2025 Dilihat: 40 kali
    Misi Virus_alineaku

    “Hei, kalian lihat itu? Bumi!” seru Si Virus Kecil, berbinar melihat planet biru yang nampak berkilau dari kejauhan. Ia bersama dengan jutaan saudaranya bergelumang dalam kegelapan angkasa luar, menunggu kesempatan untuk menjelajahi Bumi. Itulah misi mereka.

    “Wah sepertinya planet yang sangat ramai,” seru Virus Besar yang telah berpengalaman dalam perjalanan antar planet. “Kita harus berhati-hati. Di planet Bumi itu banyak sekali makhluk yang menghuni dan mereka sangat kuat.” 

    “Ahh…jangan takut jumlah kita juga banyak,” timpal Si Virus Cerdik. “Sebaiknya kita berbagi tugas, beberapa menginfeksi hewan dan yang lainnya langsung ke tubuh manusia.” Akhirnya, mereka sepakat untuk menyerang Bumi.

    Dengan kecepatan cahaya, para virus memanfaatkan angin lalu menempel pada bulu-bulu hewan yang ditemui dan menyusup ke tubuh seekor kelelawar.

    “Aku akan menyelinap masuk ke paru-paru manusia,” kata virus kecil penuh semangat. “Aku akan membuat mereka demam tinggi dan sesak nafas!”

    “Aku akan menyerang sistem kekebalan tubuh manusia!” ujar Virus Besar dengan nada sombong.

    “Mereka takkan mampu melawan kita! Ayo kita mulai bergerak melaksanakan misi kita !! Ayo kita mulai!!”

    Selang beberapa saat, rombongan virus telah sampai di Bumi, mereka menyebar dengan sangat cepat. Virus kecil berhasil masuk ke tubuh seorang pedagang di Pasar Wuhan. Dalam waktu yang singkat, virus itu telah berepilepsi dengan cepat dan menginfeksi banyak orang. 

    “Aduh, badanku terasa panas sekali. Sepertinya aku demam,” keluh seorang wanita tua. 

    “Aku rasa aku seperti terkena flu dan badanku terasa lemas,” ucap seseorang lainnya.

    “Badanku terasa lemah, nafasku juga terasa sesak,” ucap lirih seorang Bapak.

    Tampak di ruang tunggu sebuah rumah sakit telah ramai orang-orang yang hendak berobat. Keadaan yang sama juga terlihat di rumah sakit daerah lainnya. Masyarakat mulai resah dengan banyaknya keluhan orang-orang yang mengalami gejala sakit yang sama. Rumah sakit juga sudah mulai penuh karena banyaknya pasien yang datang secara terus menerus, silih berganti.

    Berita tentang adanya penyakit yang sedang melanda di berbagai wilayah telah menyebar di seluruh negeri. Masyarakat dianjurkan tidak melakukan perjalanan jauh, jika memungkinkan untuk tetap diam di rumah saja. Sekolah diliburkan. Ketika ada keperluan untuk keluar rumah diwajibkan untuk memakai masker. Bahkan pemerintah memberlakukan razia penggunaan masker, mewajibkan cuci tangan dahulu sebelum ataupun sesudah beraktifitas, menyediakan cairan desinfektan di setiap rumah atau di ruang publik manapun, serta melarang adanya gerombolan ataupun keramaian di masyarakat. Pemerintah telah mengumumkan adanya pandemi di masyarakat.

    Dalam ruangan rumah sakit terlihat sepi dan sunyi, kecuali dokter dan para medis tampak sibuk keluar masuk ruangan. Keheningan di ruang-ruang rumah sakit dikarenakan pasien rawat inap tidak diperkenankan keluar ruangan dan tidak diperkenankan jam besuk bagi keluarga, saudara atau rekan untuk mengunjungi pasien. Pihak rumah sakit memberlakukan isolasi bagi setiap pasien yang rawat inap. Hal ini bertujuan untuk membatasi pergerakan dan menghambat penyebaran virus yang sedang melanda di Masyarakat. Virus itu telah menyebar ke seluruh pelosok negeri, melumpuhkan ekonomi dan mengubah tatanan kehidupan manusia. Sungguh sangat ironi.

    “Kenapa kita bisa sekuat ini?” tanya Virus Kecil pada virus besar. 

    “Karena kita makhluk kecil tak kasat mata dan jumlah kita sangat banyak,” jawab Virus Besar. “Kita bisa bermutasi dengan cepat sehingga sulit untuk dilawan.”

    “Tapi, lihat!” manusia sepertinya sudah mulai melawan, mereka membuat vaksin, mereka mulai bersatu untuk menjaga jarak, mereka memakai masker, mereka bersatu untuk melumpuhkan dan memusnahkan kita!”  teriak Virus Besar. 

    Virus-virus itu mulai merasa takut. Mereka menyadari bahwa manusia tidak akan menyerah begitu saja. 

    “Kita harus bertahan,” seru virus kecil. Kita harus terus berevolusi. 

    Namun, sepertinya usaha virus-virus ini sia-sia. Mereka tak mampu lagi untuk bertahan. Telah cukup lama waktu mereka berkelana mengelilingi bumi. Mereka mulai lelah.

    Karena vaksin telah berhasil ditemukan oleh manusia. Kekebalan kelompok masyarakat telah terbentuk sehingga membuat para virus menjadi lemah. 

    “Musnah sudah, kita kalah,”  ucap Virus Besar dengan nada sedih. 

    “Tapi, kita pernah menguasai dunia,” balas Virus Kecil. “Itu sudah cukup.Misi kita selesai sudah.”

    Akhirnya, virus-virus itu pun lenyap meninggalkan bekas luka dalam sejarah peradaban manusia. Selamat jalan Covid-19. Jangan datang lagi ya. Terima kasih telah memberikan pelajaran terbaik. Karenamu, masyarakat mengerti apa itu pandemi, mengenal social distancing, mengerti pentingnya kesehatan dan memahami pentingnya arti sebuah persatuan.

     

     

    Kreator : Aliyah Manaf

    Bagikan ke

    Comment Closed: Misi Virus

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021