KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Beranda » Artikel » Misteri Pembunuhan Jalan Pakis

    Misteri Pembunuhan Jalan Pakis

    BY 15 Mar 2023 Dilihat: 278 kali

    Oleh : FA’IZZAH

    Tik..tik..tik.. 

    Jari-jari ku sibuk memencet keyboard laptop. Pandanganku masih berpaku pada layar, walaupun sebenarnya mata ini ingin selalu memejam. 

    “Deadline bentar lagi, tugasku masih banyak. Pokoknya harus selesai besok pagi.” 

    ujarku pada diri sendiri. 

    Matahari sudah terbenam sempurna. Diluar hanya terdengar suara jangkrik dan kodok yang menjadikan backsound fokus pengerjaan tugas ku. 

    Waktu semakin larut. Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 12 malam, dan tugasku tekah selesai. Aku merebahkan tubuhku di kasur.

    “Hah.. akhirnya selesai juga. Besok tinggal ngumpulin, deh. Moga aja besok lancar, ya tuhan..” 

    Aku mengambil hp ku, berselancar di dunia internet sampai aku melihat postingan berisi kabar menyeramkan.

    WASPADA! PEMBUNUH BERKELIARAN DI SEKITAR JALAN PAKIS, MAYAT KORBAN DIMUTILASI, BEBERAPA ORGAN HILANG DAN DITEMUKAN TAK BERJARI!

    Bulu kudukku bergetar. “Jalan pakis? Berarti deket kos ku dong?” gumamku.

    Berhubung aku sendirian disini, aku jadi takut jika terjadi apa-apa padaku. Membayangkan pembunuh itu mengetuk pintu kamar dan… 


    Tok!Tok! 

    Seseorang mengetuk pintu. Aku terlonjak kaget. Langsung aku bersembunyi di balik selimut. Mulitku komat-kamit membaca doa dijauhkan dari bahaya. 

    “Rosi, nih ada rawon buatmu!” 

    Rupanya itu suara Mbak Dila, tetangga kos. Aku menghela nafas lega, lalu membuka pintu kamar. 

    “Oalah, mbak Dil. Nggak usah repot-repot..”

    “Gapapa. Aku tau kamu belum makan kan? Daritadi maghrib nggak keluar kamar. Padahal biasanya kamu nyari makan jam 8.”

    “Hehe, iya mbak, lqgi nugas soalnya. Makasih banyak ya.”

    Mbak Dila tersenyum, lalu pintu kamar pun kututup.


    Karena sisa nasi masih ada, aku hanya perlu memanaskannya sebentar, lalu kumakan dengan  rawon. 

    Saat ku memasukkan suapan pertama ke dalam mulutku, aku rasa dagingnya agak aneh. Seperti daging sapi, tapi agak kenyal. 

    “Mungkin nyampur sama gaje*, sih.” batinku.

    Meskipun terasa janggal, aku tetap memakannya hingga rawon itu habis. Maklum, perut lapar. 

    Setelah perutku terisi penuh, aku tertidur pulas.

    Esoknya, setelah pulang dari kampus, aku sudah mengantongi tanda tangan dosen sebagai bukti proposal tugas akhir ku tekah disetejui. Aku senang sekal, sampai-sampai aku lupa tak membeli makan saat perjalanan pulang. 

    Aku buru-buru keluar lagi, namun Mbak Dila menyengatku.

    “Ada apa toh kok buru-buru?”

    “Mau beli lauk buat makan malam mbak.”

    “Ohh.. Ini aku lagi masak ceker pedas, kamu mau?”

    Aku berpikir sejenak, itu tawaran yang menggiurkan, apalagi agar lebih menghemat uang .

    “Mau, mau.”

    “Oke, tunggu ya.”

    Aku mengangguk. Tak lama, ia mengetuk pintu, sambil membawa semangkok ceker tanpa tulang. Usai mengucap terimakasih, aku bersiap mengambil piring, lalu memotret foto masakan Mbak Dila. Akhir-akhir ini dia baik sekali padaku, padahal biasanya ia cuek, dan tak pernah memasak. Mungkin memang mood nya sedang baik, pikirku. 

    Foto itu ku unggah di status whatsapp ku.  Tak lama Lidya , anak terpintar di kelas membalas story ku.

    Ros, cincinmu nyemplung tuh di tumpukan ceker 🤣

    Aku terkejut, lalu mengecek kebenarannya. Ternyata memang ada cincin emas putih ditutupi oleh kumpupan daging ceker. 

    Aku mengambilnya, berencana untuk mencuci kemudian mengembalikannya pada Mbak Dila.

    Tapi, aku menyadari sesuatu. Bukannya Mbak Dila tak pernah punya cincin? 

    Aku mengalihkan pikiranku, mungkin saja ia punya tapi tak pernah dipakai. 

    Kusantap ceker itu dengan nasi hangat, rasanya sungguh nikmat. Sampai pada akhirnya, aku menemukan kuku saat menyendokkan makanan ke mulutku. Kuah ceker yang masih banyak membuatku agak susah untuk melihat dengan jelas. Saat mencuci piring, jantungku seakan berhenti berdetak. Aku tak mempercayai apa yang kulihat. Sepotong jari utuh keluar dari mangkok yang berisi kuah ceker.

    Sontak aku langsung teringat berita yang kubaca kemarin.

    Mayat adalah seorang wanita muda, baru saja menikah dengan suami kaya raya. Untuk sementara, polisi masih dalam proses penyelidikan dalam mengungkap pembunuh dan motifnya. 

    Jika benar Mbak Dila pembunuhnya, berarti.. apa itu artinya aku makan daging manusia?


    Author: bloomyblossoms

    Bagikan ke

    Comment Closed: Misteri Pembunuhan Jalan Pakis

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021