KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • Berita Alineaku
  • Bisnis
  • Branding
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Moralitas
  • Motivasi
  • Novel
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Politik
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Beranda » Artikel » Perjalanan Ke Pangkal Pinang

    Perjalanan Ke Pangkal Pinang

    BY 24 Nov 2022 Dilihat: 171 kali

    Oleh Aan mardianto

    Bulan Juli yang lalu saya dan keluarga berkesempatan mengunjungi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam rangka pernikahan adik ipar yang mendapatkan jodoh gadis dari Pangkal Pinang. Perjalanan tersebut sangat berkesan bagi saya selain karena ini adalah pengalaman pertama menginjakan kaki di Bangka Belitung, tapi juga pengalaman pertama dalam hidup saya mengalami kerusakan mobil di jalan tol.

    Saya tinggal di Lampung, dulu saya berkuliah di Kota Yogyakarta, dari situ jugalah saya mendapatkankan jodoh. Setelah menikah kami sekeluarga tinggal di Lampung, sedangkan keluarga istri tinggal di Jogja. Adik ipar kebetulan mendapatkan istri warga Pangkal Pinang, Bangka Belitung, ceritanya mirip dengan saya, calonnya itu juga kuliah di Jogja dan mendapatkan jodohnya disana.

    Singkat cerita setelah musyawarah keluarga dan persiapan lain sebagainya diputuskan acara digelar di Kota Pangkal Pinang, kita semua akan berkumpul di sana dari tempat asal kita masing-masing. Mertua dan adik yang akan menikah berangkat dari Jogja, adik ipar yang satu lagi dari Jombang, Jawa Timur. Sedangkan saya, istri, dan anak berangkat dari Lampung. Kami yang dari Lampung memutuskan untuk menggunakan mobil pribadi dengan pertimbangan efisiensi biaya dibanding menggunakan moda transportasi udara.

    Berangkatlah kami menuju Bangka Belitung, sebelum berangkat hujan lebat mengguyur sejak pagi. Kendaraan beberapa hari sebelumnya sudah dilakukan pengecekan di bengkel. Kami berangkat dari rumah di Kabupaten Pesisir Barat kemudian bermalam di Kabupaten Lampung Tengah di rumah adik kandung saya, itung-itung silaturahmi sekalian istirahat dan dengan pertimbangan agar star menuju Bangka Belitung dapat dilakukan sepagi mungkin agar tidak terlalu malam sampai di sana.

    Pada pagi hari kami berangkat dari Lampung Tengah, masuk tol Bandar Jaya. Awalnya semua terlihat lancar dan baik-baik saja. Namun sekitar kurang lebih 3 jam perjalanan saya mulai merasakan ada yang tidak beres dengan suara mesin kendaraan, dan benar saja setelah itu tidak lama kemudian mobil mulai bersuara kasar seperti gesekan besi. Saya putuskan menepi, matikan mesin dan menghubungi petugas jalan tol. Yang membuat perasaan bercampur aduk waktu itu adalah anak-anak kami yang kepanasan dan lapar, tapi yang bisa kami lakukan hanya menunggu dan berdoa.      

    Setelah dilakukan usaha-usaha oleh petugas jalan tol, selama kurang lebih 5 jam akhirnya mobil diputuskan untuk ditarik menuju exit tol terdekat. Kemudian petugas tol membantu menghubungi bengkel. Tidak lama bengkel datang dalam keadaan hujan deras kami pun sampai di bengkel tersebut. Waktu sudah menunjukan pukul 17.00 sedangkan perjalanan kami masih panjang. Pemilik bengkel menawarkan untuk mengantarkan kami ke pelabuhan, dengan syarat dibantu uang BBM dan pembayaran tol, mengingat perbaikan mobil membutuhkan waktu agak lama kami pun menyanggupinya. Mobil kami tinggal di bengkel, 4 hari kemudian akan kami ambil ketika kami pulang dari Bangka Belitung.

    Kami sampai di pelabuhan Tanjung Api-api, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan sekitar pukul 21.00, kapal mulai berlayar kira-kira pukul 22.00. Setelah berlayar kurang lebih 4 jam kami sampai di Muntok, Kabupaten Bangka Barat. Kami sudah ditunggu oleh keluarga mempelai wanita yang sejak kami masih di kapal sudah menghubungi kami. Akhirnya alhamdulillah pukul 05.30 kami sampai di Pangkal Pinang. Suatu perjalanan yang luar biasa, yang tidak hanya menguras mental dan fisik tapi juga biaya karena untuk jasa perbaikan kendaraan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

    Suatu pelajaran yang berkesan bagi kami. Bagi saya pribadi perjalanan ini memberikan pengalaman bertemu berbagai macam orang yang berbeda. Ada yang dari mereka sungguh ingin membantu, namun ada pula yang membantu dengan imbalan.  Pelajaran lain yang tidak kalah penting juga adalah perihal ketelitian dalam membeli kendaraan, apalagi kendaraan bekas, harus benar-benar diteliti terlebih dahulu, tidak perlu buru-buru karena hasilnya bisa seperti saya, terburu-buru membeli mobil ternyata mengecewakan, ditambah kurang jujurnya pemilik kendaraan sebelumnya yang tidak terbuka perihal kondisi kendaraan yang akan dijualnya. Tapi saya percaya tidak ada yang sia-sia di dunia ini, segala yang kita alami sudah ditakdirkan dan segalanya akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang diperbuat selama hidupnya.

    Bagikan ke

    Comment Closed: Perjalanan Ke Pangkal Pinang

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Part 14: Kopi Klotok Pagi hari yang cerah, secerah hati Rani dan semangat yang tinggi menyambut keseruan hari ini. Ia bersenandung dan tersenyum sambil mengiris bahan untuk membuat nasi goreng. Tante, yang berada di dekat Rani, ikut tersenyum melihat Rani yang bersenandung dengan bahagia. “Rani, kamu ada rasa tidak sama Rama? Awas, ya. Jangan suka […]

      Sep 18, 2024
    • Part 13 : Candi Borobudur Keesokan harinya Rama sibuk mencari handphone yang biasa membangunkannya untuk berolahraga disaat Rama berada di Jogja. Rama tersenyum dan semangat untuk bangun, membersihkan diri dan segera membereskan kamarnya. Tidak lupa Rama juga menggunakan pakaian yang Rapih untuk menemui Rani hari ini. Sementara Rani seperti biasa masih bermalas-malasan di dalam kamarnya […]

      Sep 07, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021