KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • Berita Alineaku
  • Bisnis
  • Branding
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Moralitas
  • Motivasi
  • Novel
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Politik
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Beranda » Artikel » PERJALANAN SI KUTU BUKU MENEMUKAN PASSIONNYA (BAB 6)

    PERJALANAN SI KUTU BUKU MENEMUKAN PASSIONNYA (BAB 6)

    BY 09 Sep 2024 Dilihat: 129 kali
    PERJALANAN SI KUTU BUKU MENEMUKAN PASSIONNYA_alineaku

    Menggapai Passion yang Sesungguhnya

    Juli 2019 Aku Menapakkan kaki ke sekolah kedua dan mulai   mengajar di sana karena beban mengajar di sekolah induk yang kurang, dan sebagai Guru Profesional maka  beban mengajar mesti terpenuhi agar gelar “Guru Profesional”  dapat digunakan. Dengan langkah pasti memasuki pekarangan sekolah, yah..,tak ada lagi keraguan atau bahkan kecemasan seperti yang biasa dialami penghuni baru, mungkin karena sudah terlalu banyak lika-liku hidup yang dijalani membuatku siap menerima segala bentuk perlakuan, dan ternyata sikap mereka cukup membuat nyaman,  mungkin karena di anggap senior atau memang kebiasaan mereka memperlakukan yang baik pada semua orang, tapi yang jelas mereka guru-guru muda-muda bahkan kepala sekolahnya saja belum genap 40 thn yang terbiasa berkelakuan baik dan berwawasan. pertemuan dengan mereka sangat menyenangkan kami saling menghargai, saling menghormati sehingga  dapat dengan cepat berbaur. Beberapa bulan di sana kemudian  hasrat menulis kembali mengusik setelah 27 tahun terkubur, yah.., masa SMA dulu aku pernah membuat tulisan-tulisan tentang kehidupan yang terjadi dan dialami, tapi itu hanya tertulis di buku-buku harian. Kini hasrat itu kembali muncul setelah  bertemu dengan seorang  penulis pemula yang juga guru di sekolah IT itu, beliau menulis beberapa cerpen dan juga karya solo. Dengan meminjam buku-buku karyanya sebagai referensi menulis, aku mulai mencoba menulis lagi.

     

    Kehadiran sekolah kedua memberi semangat baru dan harapan baru. Layaknya penghuninya yang masih muda-muda menjadiku ikut bersemangat mengikuti perkembangan pendidikan, hingga tanpa sadar membuat  semakin jauh dari kehidupan sekolah induk yang memang mulai tidak kondusif. Aku jadi kurang update tentang sekolah induk hingga terlihat  kurang peduli meski sebenarnya  aku hanya terpesona dengan kehidupan sekolah IT itu yang begitu nyaman. Hingga juli 2022 tanpa disadari aku dan seorang teman mendapat surat mutasi ke sekolah yang 10 kali lebih jauh dan lebih kecil. Aku terguncang antara senang dan sedih, senang karena akhirnya aku bisa terlepas dari semua kesemuan, meski bersyukur namun juga sedih karena harus berpisah dengan cara yang menurut orang-orang  menyakitkan, namun anehnya di balik kesedihan, rasa bahagia justru lebih besar, karena sebenarnya aku memang sudah tidak betah, hanya saja tak ku perlihatkan. 

     

    15 Juli 2022 dengan langkah ringan ku tapakkan kaki di sekolah baru. Entah sudah kesekian kalinya aku mutasi, rasanya hampir semua sekolah di kota itu sudah kulalui sebagai warganya. apakah ini untuk yang terakhir kalinya atau masih akan berlanjut di usiaku yang mulai mendekati pensiun. 

    Alhamdulillah, di sana di terima dengan baik layaknya guru senior  dan dengan mudah aku beradaptasi, meski ada sedikit kesulitan namun berakhir dengan baik.  Beberapa hari kemudian batinku mulai membaik gairah mengajar kembali hadir karena suasana yang tentram, kesehatan pun semakin membaik meski harus bolak-balik sekolah dengan jarak sekitar sepuluh kiloan tetap saja hatiku girang, semua ku lalui dengan baik karena percaya akan takdir Tuhan menjadikanku semakin sadar akan lika-liku kesemuan hidup.

     

    Setahun kemudian Desember 2023 dengan tak disengaja dalam sebuah website bertemu program Alineaku yang memberi kesempatan pada penulis pemula ataupun orang-orang yang ingin menulis untuk bisa menyalurkan bakatnya. Segera saja aku mendaftarkan diri dan aku pun mulai menulis, menulis dan menulis dengan mengikuti arahan dari Alineaku, hingga sebuah kisah berhasil dikirim untuk diterbitkan. Enam bulan kemudian tepatnya Juli 2024 naskah pertamaku  berhasil diterbitkan. Betapa bahagianya aku Si Kutu Buku yang sedari kecil melalap semua buku tanpa pilih-pilih yang menghabiskan masa kecil hanya dengan membaca dan membaca dengan sedikit bermain  kini membaca hasil karyanya sendiri. Suatu kebahagiaan yang tak terperikan saat menerima buku yang di dalamnya ada hasil karyanya,  aku menangis tak henti-henti tak terbayangkan pada akhirnya aku menjadi seorang penulis, meski baru pemula dan amatiran tapi itu nyata dan namaku tertulis di dalam buku, ya Allah…cita-cita terbesar yang seolah tak mungkin, kini menjadi kenyataan. Ungkapan terima kasih yang tak terperikan untuk Alineaku yang telah memberi jalan untuk cita-citaku yah.., aku Si Kutu Buku menjadi seorang penulis meski masih amatiran. Sekarang hidupku benar-benar berguna, akan ku tulis perjalanan hidupku, tentang cinta, keteguhan bahkan airmata dan kini sudah lima kisah yang telah ku tulis dan siap tertib semoga saja impian untuk bisa memajang karya sendiri di perpustakaan mini ku menjadi kenyataan, sungguh kebahagiaan yang tak terbayangkan  bahwa kini Si Kutu Buku itu telah benar-benar menemukan passionnya meski di usia senja.

     

    TAMAT

     

     

    Kreator : Sukma Wijayati

    Bagikan ke

    Comment Closed: PERJALANAN SI KUTU BUKU MENEMUKAN PASSIONNYA (BAB 6)

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Part 14: Kopi Klotok Pagi hari yang cerah, secerah hati Rani dan semangat yang tinggi menyambut keseruan hari ini. Ia bersenandung dan tersenyum sambil mengiris bahan untuk membuat nasi goreng. Tante, yang berada di dekat Rani, ikut tersenyum melihat Rani yang bersenandung dengan bahagia. “Rani, kamu ada rasa tidak sama Rama? Awas, ya. Jangan suka […]

      Sep 18, 2024
    • Part 13 : Candi Borobudur Keesokan harinya Rama sibuk mencari handphone yang biasa membangunkannya untuk berolahraga disaat Rama berada di Jogja. Rama tersenyum dan semangat untuk bangun, membersihkan diri dan segera membereskan kamarnya. Tidak lupa Rama juga menggunakan pakaian yang Rapih untuk menemui Rani hari ini. Sementara Rani seperti biasa masih bermalas-malasan di dalam kamarnya […]

      Sep 07, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021