Penulis : Agus Siswanto (Member KMO Alineaku)
Bagi sebagian orang mungkin kurang familier dengan istilah blogwalking. Padahal jika dicermati, langkah sangat penting bagi seseorang yang mau serius terjun di bidang tulis-menulis. Karena bukan tidak mungkin langkah ini dapat membesarkan penulis itu sendiri.
Istilah blogwalking sendiri arti secara harfiahnya adalah berkunjung ke blog atau website orang lain. Menurut beberapa sumber, hal ini dilakukan saat seseorang membutuhkan inspirasi penulisan. Biasanya langkah ini diikuti dengan meninggalkan komentar dan mungkin juga link yang mengarah pada blog yang kita miliki.
Dalam tulisan kali ini, pembahasan yang saya lakukan akan saya persempit. Dalam artian kunjungan tersebut tidak ditujukan pada blog atau website orang lain. Kunjungan yang ada dilakukan pada tulisan teman lain yang ada dalam satu blog kepenulisan. Akan tetapi jika selanjutnya mengarah pada blog atau website lain, akan lebih bagus.
Blogwalking dalam tulisan ini lebih mengarah pada jalinan silaturahmi antar penghuni dalam sebuah blog kepenulisan. Cara yang dilakukan pun sangat mirip. Yaitu kita berkunjung ke tulisan teman lain, setelah itu tinggalkan jejak berupa tanda like, atau malahan berkomentar di kolom yang ada.
Begitu mudah kan caranya. Nah, jika hal ini terus kita lakukan, secara tidak kita sadari kita tengah membuat sebuah jaringan dalam perjalanan menulis kita. Kunjungan yang kita lakukan dengan meninggalkan komentar, pada gilirannya akan mendapatkan kunjungan balasan. Sebab ada sebagian penulis yang tidak akan mau berkunjung ke tulisan kita, jika tidak dikunjungi.
Dengan melakukan blogwalking tersebut, secara tidak langsung kita mengenalkan diri pada teman pemilik tulisan tersebut. Komentar atau tanda like yang kita berikan, anggap saja sebagai bentuk apresiasi kita pada tulisan tersebut. Sehingga kita berharap teman yang kita kunjungi juga akan sudi berkunjung ke tulisan kita.
Cara semacam ini ternyata banyak dilakukan di beberapa komunitas. Bahkan ada semacam kesepakatan tidak tertulis untuk saling berkunjung dan memberikan komentar untuk meningkatkan viewers pada tulisan mereka. Sebab pada beberapa blog kepenulisan jumlah viewers dan komentar akan memberikan poin tersendiri bagi penulis itu sendiri.
Cara ini sebenarnya sah-sah saja. Sebab walaupun komentar yang disampaikan hanya kata-kata mantap, keren, lanjutkan, tetap dihitung sebagai nilai plus bagi penulis itu sendiri. Ujung-ujungnya memberikan poin pada sang penulis itu. Hehe … cerdik kan. Maka tidak usah heran jika menemukan sebuah tulisan yang mempunyai segudang komentar isinya hanya kata-kata seperti itu.
Namun sebenarnya ajang blogwalking dapat lebih dioptimalkan lagi. Langkah pengoptimalan ini justru akan menjadi salah satu cara meningkatkan kualitas tulisan kita. Cara yang harus kita lakukan adalah memberikan komentar yang berguna. Syukur-syukur memberikan masukan berupa saran atau kritik pada tulisan yang kita kunjungi. Jika ini yang dilakukan, maka komentar tersebut pasti bernas, bukan sekedar formalitas saja.
Lalu timbul pertanyaan, apakah si penulis akan menerima saran atau kritik kita dengan senang hati? Nah, inilah masalahnya. Tidak setiap orang siap untuk dikritik, apalagi di depan umum. Langkah yang bisa kita ambil adalah membuka jalur diskusi lewat chat pribadi. Dengan cara begini dijamin tidak akan membuat teman yang kita kritik malu atau marah
Kesimpulan dari tulisan ini adalah perlu kita lakukan blogwalking. Sebab dengan blogwalking, paling tidak kita telah membuat networking. Dengan networking ini maka paling tidak ada 2 keuntungan. Pertama, saling mendukung dalam menjalani jalan kepenulisan kita. Kedua, dapat menjadi ajang diskusi untuk meningkatkan kualitas tulisan, dan ketiga memperluas wawasan kita dalam bidang tulis-menulis.
Nah, bagaimana dengan Anda? Sudahkah hal itu dilakukan?
“Naskah ini merupakan kiriman dari peserta KMO Alineaku, isi naskah sepenuhnya merupakan tanggungjawab penulis”
Comment Closed: Perlukah Kita Melakukan Blogwalking?
Sorry, comment are closed for this post.