Pemanfaat Sampah Plastik dan Pembuatan Kolase dari daun
Muatan kurikulum disusun berdasarkan kebutuhan sekolah sesuai dengan visi, misi dan tujuan sekolah serta mengacu pada Standar Isi. Untuk SMP meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama 3 (tiga) tahun.
Kurikulum SMP Negeri 2 Cilograng, Kabupaten Lebak, yang menggunakan kurikulum merdeka terdiri atas Intrakurikuler dan Kokurikuler. Untuk Intrakurikuler adalah mata pelajaran yang sudah dikembangkan oleh pusat dan ada pelajaran yang dikembangkan oleh daerah. Sementara Kokurikuler adalah Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang terdiri atas 6 dimensi, (1) Beriman Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia; (2) Berkebinekaan Global; (3) Gotong Royong; (4) Mandiri; (5) Bernalar Kritis; (6) Kreatif dan 8 tema P5 antara lain yaitu: Gaya Hidup Berkelanjutan, Kearifan Lokal, Bhinneka Tunggal Ika, Bangunlah Jiwa dan Raganya, Suara Demokrasi, Berekayasa dan Berteknologi, Membangun NKRI, Kewirausahaan dan Kebekerjaan.
Intrakurikuler memiliki struktur dan alokasi waktu Kurikulum SMP Negeri 2 Cilograng, Kabupaten Lebak, yang menggunakan Kurikulum Merdeka sesuai Permendikbud Ristek Nomor 12 Tahun 2024.
Sementara kokurikuler dalam kurikulum merdeka adalah Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila merupakan pembelajaran lintas disiplin ilmu dalam mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitar untuk menguatkan berbagai kompetensi dalam Profil Pelajar Pancasila. Dalam rangka Penguatan Profil Pelajar Pancasila terhadap peserta didik, SMP Negeri 2 Cilograng pada Tahun Ajaran 2024/2025 berfokus pada tiga dimensi, yakni:
- Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia;
- Gotong Royong
- Kreatif
Koordinator Proyek Penguatan profil Pelajar Pancasila adalah wali kelas . Kegiatan proyek penguatan profil pelajar Pancasila di kelas VII,VIII dan IX masing-masing mengambil 3 tema dalam satu tahun.
Karena saya hanya mengajar di kelas sembilan, maka saya boleh memilih tema yang hanya ada di kelas tersebut. Adapun tema yang saya ambil sesuai kesepakatan dengan siswa adalah Gaya Hidup Berkelanjutan, topik gaya hidup ramah lingkungan dengan sub topik Pemanfaatan Sampah Anorganik dan Organik. Kenapa mengambil tema tersebut, hal itu sesuai dengan kondisi sekolah dan sumber daya yang ada.
Untuk Subtopik sampah Anorganik, saya bersama siswa melakukan dua tahap. Adapun tahapnya adalah sebagai berikut.
Tahap pertama, siswa menanam tumbuhan menggunakan polybag yang sudah disediakan, dengan langkah-langkah sebagai berikut:
- Menginformasikan Kegiatan P5 yang akan dilaksanakan. Pada kegiatan ini saya menyampaikan hal apa saja yang akan dilaksanakan pada kegiatan P5 kepada siswa dan Wakil Kepala Bidang Kurikulum.
- Mensosialisasikan Kegiatan P5 yang akan dilaksanakan. Saya mensosialisasikan kegiatan P5 ke orang tua siswa melalui rapat awal tahun dan melalui whatsapp kelas.
- Membuat rencana pelaksanaan kegiatan. Saya bersama siswa menyusun rencana P5 untuk kegiatan setiap minggu dan durasi waktu yang dibutuhkan.
- Menyiapkan polybag dan pemberian identitas siswa pada Setiap polybag. Polybag yang disediakan ukurannya 30 x 30 cm, setiap siswa memberi identitas, seperti nama dan kelas, pada kertas yang berukuran 8 x 8 cm. Selanjutnya, identitas tersebut ditempel menggunakan lakban bening.
- Siswa memasukkan tanah yang sudah dicampur dengan pupuk kandang pada polybag masing-masing siswa.
- Siswa memasukan tumbuhan atau benih tumbuhan yang dibawa dari rumah masing-masing.
- Setelah tumbuhan dimasukan, polybag disimpan di depan masing-masing kelas.
- Observasi tumbuhan setiap hari bagaimana pertumbuhannya, Dengan cara dirawat dan penyiraman air secara intens.
Tahap yang kedua, siswa menanam tumbuhan menggunakan plastik bekas kemasan minyak goreng. Pada kegiatan ini Langka-langkahnya sama dengan tahap pertama, perbedaannya adalah media polybag diganti dengan plastik bekas kemasan minyak goreng.
Adapun Untuk subtopik sampah organik, saya bersama siswa membuat kolase gambar hewan dari daun. kolase adalah teknik menempelkan berbagai elemen ke dalam satu bingkai untuk menghasilkan karya seni baru. Secara umum, pengertian kolase adalah sebuah karya seni yang tercipta dengan cara merekatkan bahan apapun menjadi sebuah komposisi yang harmonis sehingga menjadi satu kesatuan karya.
Pada Pembuatan kolase gambar hewan yang bahan untuk tempelannya adalah daun yang sudah di herbarium. Ada beberapa langkah yang harus lakukan dalam kegiatan tersebut.
- Menggambar hewan pada buku gambar dalam bentuk sketsa. Pada langkah ini, gambar yang dibuat adalah gambar yang mudah untuk dibuat kolase.
- Membuat herbarium daun. Pada langkah ini, siswa harus diajarkan cara membuat herbarium, seperti pemilihan daun, penyimpanan daun pada kertas, penjepitan oleh buku dan penyimpanan herbarium di tempat yang tidak lembab.
- Penempelan daun pada gambar. Pada langkah inilah, pelaksanaan membuat kolase. Ada beberapa alat dan bahan tambahan yang harus disiapkan selain gambar hewan dan daun adalah penggaris, gunting dan lem kayu.
Penempelan daun pada gambar hewan, diusahakan daun utama tidak boleh digunting, maksimalkan sepresisi mungkin dengan daun yang sudah direncanakan dan disiapkan. Terkecuali, untuk bagian yang kecil- kecil pada gambar hewan, seperti mata, kaki, sirip ikan dan bulu burung.
Selain kolase menggunakan daun yang sudah di herbarium, saya juga bersama siswa membuat kolase dari daun kering yang ada di lingkungan sekolah atau memanfaatkan sampah organik daun yang ada di lingkungan sekolah dan dengan gambar yang berbeda, yaitu gambar sketsa rumah. Adapun untuk proses pembuatannya tidak jauh dengan pembuatan kolase daun yang di herbarium, dari menggambar sampai proses pembuatan kolase.
Dari kedua kolase di atas, ada kelebihan dan kekurangannya. Untuk pembuatan kolase pertama, kelebihannya lebih rapi karena daunnya hasil herbarium. kelemahannya memerlukan waktu yang agak lama.Sedangkan pembuatan kolase yang ke dua kelebihannya lebih cepat tetapi hasilnya tidak rapi dan susah dilem.
Hal yang ingin dicapai dari kegiatan P5 di SMPN 2 Cilograng selain proses dan hasil dari kegiatan P5 adalah terbentuknya karakter pada siswa.
Kreator : Tosim Awaludin
Comment Closed: Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)
Sorry, comment are closed for this post.