KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Beranda » Artikel » Sajak Berkisah (Bagian 6)

    Sajak Berkisah (Bagian 6)

    BY 18 Jan 2026 Dilihat: 10 kali
    Sajak Berkisah_alineaku

    Kata Ibu

    Seandainya dunia mengacuhkanmu

    Datanglah padaku

    Buanglah semua rasa malu dan ragu

    Rangkaian kata ku susun agar mereka kembali memandangmu

     

    Belajarlah memahami dunia yang tengah kau jalani

    Meski perjalanan terasa terjal dan berduri

    Biarkan asam garam kehidupanku

    Menjadi rasa yang mampu melindungimu

     

    Terkadang menangis dan tertawa 

    Bahagia dan duka datang tiba-tiba

    Tuhan sedang mendidikmu dalam sebuah ujian

    Menjadi insan yang kuat dan berakhlak mulia

     

    Jangan jadikan kemalasan sebagai alasan

    Pilihan kemalangan dan kebodohan

    Padamkan semangat mengejar cita

    Menjauhkan diri dari kesuksesan

     

    Sepertiga malam adalah waktu sempurna

    Datanglah kehadapan Tuhan Yang Maha Kuasa

    Sujud dan larutkan hatimu pada-Nya

    Segala harapanmu semoga dikabulkan-Nya

     

    Tidak selamanya ibu akan selalu ada

    Karena terbatas usia manusia fana

    Ingatlah untuk mendekatkan diri pada-Nya

    Aku titipkan kau pada Allah SWT, Tuhan pencipta alam semesta.

    Waktu Yang Terhenti

     

    Secarik kertas lusuh diantara jasad tak bernyawa

    Pesan terakhir tersimpan

    Warisan kisah penuh makna

    Bagi insan berhati mulia

     

    Masa yang telah ditentukan

    Mencapai batas akhir perjalanan

    Jiwa berpaling menjauh dari dunia fana

    Berpulang menanti hidup dalam keabadian

     

    Dapatkah menjadi pembelajaran berarti?

    Hanya bagi insan yang lalai

    Merasakan hidup bagai mimpi

    Bergetar jiwa tak ingin pergi

     

    Dalam sekejap sesak menyergap dada

    Melumpuhkan keangkuhan raga perkasa

    Termenung sesal kubang kesedihan

    Jikalau datang waktu untuk bertaubat

     

    Segera setelah dikau mendapati langit tak lagi sama

    Sehangat pagi seindah senja

    Berkejaran napas memburu kegelapan

    Meronta raga menahan jiwa.

    Aku Sebut Namamu Tiga Kali

     

    Berulang kali netra menatap sudut matamu basah

    Bercerita sambil menjerit lara

    Sedang raga dihadapanmu hanya terpaku

    Terdiam membisu tak mampu menjadi pelipur

     

    Engkau sebut ini adalah bagian dari ujian

    Engkau berkata Tuhan begitu menyayangimu

    Tuhan ingin engkau berada di atas derajat mulia

    Meski ragamu perlahan renta menahan segalanya

     

    Ibu, ibu, ibu…

    Adakah dikau bertanya bagaimana keadaan ananda?

    Begitu perih merasakan luka yang dikau derita

    Bergetar raga menahan beban amarah

     

    Ibu,ibu, ibu…

    Jikalau dapat Ananda meminta pada Tuhan Yang Maha Kuasa

    Izinkan Ananda mengobati lukamu

    Hempaskan segala hal yang menyakitimu

     

    Ibu, ibu, ibu…

    Rasa rindu hangat pelukanmu

    Lembut belaian kasihmu

    Wajah teduh bermata sayu

     

    Sejenak Dalam Keheningan

     

    Tidakkah bumi memahami 

    Isyarat langit berwarna kelabu

    Renungkan diri dalam telaga sunyi

    Adakah tanda lara tersimpan membisu?

     

    Jika kata berubah bunyi

    Maka dengarkanlah hening hati 

    Mampukah malam meredam gemuruh langit?

    Lirih alam bernyanyi menanti pagi

     

    Biarkan sejenak dara dalam renungan panjang

    Membisu terkenang luka tak kasat mata

    Langit terdiam menanti akhir

    Diantara raga dan jiwa ringkih

     

    Seakan bersajak di alam mimpi 

    Sungguhkah nyata terekam netra

    Memandang tinggi gunung menjulang 

    Mampukah sayap kecil mengepak rengkuh angan cita

     

    Cerita yang hanya dimengerti oleh diamnya hati

    Separuh rasa tersembunyi tiada berarti

    Dibalik tirai keangkuhan mencaci tanpa bukti

    Menelan pahit kebenaran hakiki

    Cahaya Cinta

    Jika mereka buta karena cinta

    Bagi kita cinta adalah cahaya kehidupan

    Sinar harapan dalam kegelapan

    Hangat mendekap di antara kesunyian

     

    Bukan tanpa sebab Tuhan mempertemukan

    Hati telah menjadi mata terindah

    Terikat janji hidup bersama

    Saling menerka bayangan wajah rupawan

     

    Biarkan mereka berkata sesuka hati

    Hilangkan gundah dan sedih hati

    Teruslah berlayar hingga pelabuhan

    Ombak kecil segera ditelan lautan

     

    Kemana tempat yang dikau inginkan permaisuri hatiku?

    Percayakah kau padaku?

    Berjalanlah di sisi dan genggam erat tanganku

    Tongkat setia menunjukan arah tujuanmu

     

    Bukan sebuah kisah romansa biasa

    Keagungan cinta sepasang kekasih tunanetra

    Merajut kebahagiaan dalam keterbatasan

    Jejak ketulusan pancaran kasih sayang dua insan.

     

     

    Kreator : Diah Anggraeni

    Bagikan ke

    Comment Closed: Sajak Berkisah (Bagian 6)

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021