“Selalu berusaha menghadirkan cinta.
Meski kadang emosi dan amarah seringkali mengusik Bahagia.
Tapi yakin saja,
hembusan nafas panjang disertai istighfar..
hembusan nafas panjang disertai lafaz Bismillahirrohmanirrohim..
hembusan nafas panjang disertai sholawat Nabi SAW, Allahumma sholli ala Muhammad..
hembusan nafas panjang diiringi dengan ingatan akan momen-momen kebaikan, moment-moment kebahagiaan, momen-momen kesuksesan yang telah dicapai..
Yakinlah!
Maka yakinlah, akan selalu ada Cinta dan Semangat baru untuk terus beraktivitas dan menghasilkan karya.”
Krisna Yuliany
Wahai pembaca yang dirahmati Allah.
Pada dasarnya manusia itu bersifat lalai dan labil. Saat diberi ujian ia labil, saat diberi nikmat pun ia labil. Saat diberi ujian ia akan mengeluh bahkan tidak jarang berputus asa dan saat diberi nikmat pun ia akan lupa diri dan bersikap sombong.
“Illal mushollin – kecuali orang-orang yang sholat”. Begitulah ayat CintaNya dalam QS. Al Ma’un kembali mengingatkan. Karena bagi orang-orang yang beriman, Sholat itu adalah “rahmatul qolbi, rahatul nafs”. Sholat itu adalah rehatnya hati, rehatnya jiwa. Maka Ketika hati dan jiwa terasa lelah, capek, maka istirahatnya adalah sholat. Ketika hati dan jiwa kecewa dan terluka, maka obatnya adalah sholat. Dirikanlah shalat dengan penuh pemahaman bahwa dengan menegakkan sholat, maka Allah SWT akan menghiburmu, mengobati dan akan menanamkan ketenangan ke dalam hati dan jiwamu.
Ibarat baterai HP yang memerlukan charger agar dapat 100 % optimal bisa on lagi. Begitu juga kiranya dengan hati dan jiwa, sholat itu adalah untuk mengisi kembali energi ruhiyah dan mengisi ulang stamina jiwa.
Kata Sayyid Quthb, seorang Ulama Mesir yang hidup di abad ke 20 (1906 -1966). Beliau adalah Ulama Besar di masanya yang juga seorang Pendidik, Penulis sekaligus juga penyair, sholat menurut Beliau adalah hubungan langsung antara manusia yang fana dengan kekuatan yang kekal. Ia adalah waktu khusus yang telah dipilih untuk perjumpaan antara air mengalir yang terputus dengan mata air yang tiada pernah kering. Ia adalah pembebasan dari sekat-sekat realita bumi yang sangat kecil menuju realita alam semesta raya. Ia adalah sentuhan yang lembut pada hati yang letih dan payah.
Masya Allah begitu dalam sekali kiranya seorang Sayyid Qutb memahami tentang makna Sholat.
Maka sholat itu sebenarnya adalah rehat. Sebagaimana dikisahkan dalam sebuah Riwayat jika Rasulullah SAW di setiap kali berada pada titik Lelah Beliau, maka Rasulullah SAW akan berkata pada Bilal Radiallahu an’hu :
“Yaa Bilal, Arihna bish Sholaah.. – Wahai Bilal, istirahatkan kami dengan shalat..”.
Masya Allah, bahkan Rasulullah SAW menganggap bahwa sholat itu adalah rehat yang akan menghilangkan setiap keletihan dan kepenatan duniawi beserta segala aktivitasnya.
Pembaca yang dirahmati Allah.
Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa sholat itu adalah cara Allah menjaga manusia dari kerusakan akhlak dan perilaku. Shalat bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, mendapatkan ketenangan hati, dan untuk meningkatkan kualitas hidup. Shalat juga melatih kedisiplinan seseorang, seperti tanggung jawab, dan kebersamaan, terutama pada saat shalat berjamaah. Sholat itu adalah puncak dari ketenangan dan kebahagiaan.
Apakah pembaca telah memahami dari setiap bacaan sholat yang kita lafazkan?
Masya Allah..
Setiap kata dari bacaan sholat yang kita lafazkan itu, ia adalah obat, ia adalah tetesan-tetesan air, ia adalah kenikmatan, ia adalah ketenangan. Baik Ketika ia kita lafazkan secara sirr (pelan) maupun jahr (keras). Setiap lafaz-lafaz bacaan sholat itu akan mengalir ke setiap penjuru tubuh kita dan menghadirkan ketenangan bagi kita. Terlebih lagi apabila kita memahami bagaimana caranya agar sholat tuma’ninah dan khusyu’.
Rasanya Masya Allah, enak banget!
Setiap tarikan nafas, lalu kita menghembuskannya dengan lafaz demi lafadz bacaan sholat, di mana semua gerakan sholat dan semua lafaz bacaan sholat itu kita lakukan dengan tepat dan tidak terburu-buru, penuh rasa penghambaan diri, Rasanya Masya Allah, nikmat sekali!
Dari lafaz Takbir “Allahu Akbar” hingga lafaz Salam “Assalamualaikum Warohmatullah, Assalamualaikum Warohmatullah”. Itulah lafaz-lafaz kenikmatan yang rasanya Masya Allah, Sungguh nikmat!
Maka dalam sholat itu Masya Allah, satu diantara manfaatnya adalah hadirnya rasa itminan – ketenangan. Jadi, bila ketenangan telah didapatkan selepas sholat, maka sempurnakanlah lagi ketenangan bagi hati dan jiwa kita itu dengan melakukan dzikir selepas sholat.
“Astaghfirullahal’adzim.. ” 3x
Ada baiknya bila melakukan dzikir selepas sholat ini dengan nafas-nafas panjang, sembari merasakan dan menikmati baik-baik setiap hembusan nafas melalui istighfar yang kita lafazkan..
“Astaghfirullahaladzim..”
“Astaghfirullahaladzim..”
“Astaghfirullahaladzim..”
Allah.. Allah..
Adem rasanya, tenang..
Kemudian bila kita lanjutkan lagi dengan membaca “Allahumma antas salaam wa minkas salaam tabarakta Rabbana yaa dzal jalaali wal ikrom.“
“Subhanallah..” 33x
“Alhamdulillah..” 33x
“Allahu Akbar..” 33x
Maka ketenangan akan menjalar ke seluruh tubuh kita. Barakallah..
Sebagai pamungkas, setelah dzikir selepas sholat selesai kita lakukan, maka tiba waktunya bagi kita untuk berdoa, melangitkan Impian-impian kita agar selaras dengan kehendak Allah subhanahu wa ta’ala.
Angkatlah kedua telapak tangan kita, tundukkanlah kepala kita, tundukkanlah hati-hati kita, lapangkanlah dada-dada kita, dan bayangkanlah setiap masalah, kelelahan demi kelelahan yang menghimpit dada kita, sesaknya prasangka-prasangka yang memenuhi pikiran kita. Mohon ampunlah padaNya, minta maaflah padaNya, astaghfirullahaladzim..
astaghfirullahaladzim..
astaghfirullahaladzim..
Alhamdulillah..
Nikmat sekali bukan?
Apalagi bila sholat yang kita jadikan mood booster itu adalah sholat tahajud. Masya Allah, maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan? Karna kenikmatan yang paling nikmat itu adalah nikmat saat Allah ijinkan kita untuk beribadah kepada-Nya.
Alhamdulillah..
Nikmat sekali bukan?
“Kata-kata adalah Doa. Doa terbaik adalah Doa yang lahir dari hati yang penuh emosi-bahagia, keluar dari lisan yang sungguh-sungguh berharap dan pikiran yang mampu mengafirmasi setiap kata yang keluar dari lisan.
Maka berkatalah yang baik-baik, agar setiap perkataanmu menjelma menjadi doa yang terijabah.”
Barokallahu fiikum apabila pembaca sekalian mendapatkan kenikmatan bisa beribadah kepada-Nya.
Nah, apabila mode mood kita telah kembali ke setelan awal, maka bersegeralah kita untuk bergegas kembali kepada rutinitas dunia yang biasa kita lakukan yaitu untuk beraktivitas dan berkarya lagi.
Pembaca, coba perhatikan hal-hal mendetail di sekitar kita yang membuat mood baik kita selalu terjaga. Karena setiap hal spesifik yang membuat mood baik kita tetap terjaga, maka hal-hal spesifik tersebut akan menjadi sumber kekuatan bagi diri kita untuk tetap dan terus berada pada titik kesuksesan, ketenangan dan kebahagiaan. Pun begitu sebaliknya, hal-hal mendetail yang membuat mood kita menjadi buruk, maka tinggalkanlah.
Sahabat sekaligus menantu Nabi Muhammad sholallahu alaihi wasallam, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu pernah mengatakan, “ibadahmu yang kau lakukan di masa puncak ketinggian imanmu, maka ikutilah dengan ibadah-ibadah sunnah lainnya. karena ia akan menjagamu di kala imanmu sedang berada di bawah”.
Jadi, apabila sholat kita jadikan sebagai mood booster untuk mengembalikan kesegaran dan kebugaran diri kita. Maka sebagai penguat dari pulihnya kesehatan jiwa raga kita, ikutilah sholat yang telah kita tunaikan tersebut dengan ibadah-ibadah sunnah lainnya. Semisal, sholat-sholat sunnah, dzikir pagi dan sore (Dzikir Al Matsurat), tilawah Al Qur’an ataupun puasa-puasa sunnah seperti Puasa Senin/Kamis, puasa ayyamul bidh, atau puasa Daud.
Bagaimana pembaca?
Apakah pembaca Sudah bisa memicu hadirnya mood booster dalam diri?
Ayo, mari kita jaga mood booster dalam diri kita agar tetap berada pada titik itminan – ketenangan.
Jadi pikiran dan perasaan kita bisa menjadi lebih kuat daripada tindakan kita.
Sehingga tindakan kita akan melakukan sebagaimana perasaaan yang ada dalam diri kita. Kemudian tindakan kita tersebut akan melakukan sebagaimana emosi kita.
“Membuat catatan-catatan kecil motivasi, lalu menempelkannya di buku Agenda, menyelipkannya di dompet atau di Hp.
Semisal,
ayat-ayat Al Qur’an, pepatah- pepatah, kata-kata afirmasi positif.
Percayalah ia juga akan menjadi booster motivasi”.
“Di saat aku Lelah, aku berusaha mengingat tentang impianku. Karena impianku jauh lebih Panjang dari usiaku. Sekalipun jalan yang ku tempuh lebih sulit dari yang bisa dilewati oleh kakiku, namun aku akan tetap melangkah. Hingga impianku berkata :
“selamat datang, aku adalah impianmu yang terwujud”.
“Alhamdulillah”
Kreator : Krisna Yuliany
Comment Closed: SELF MOTIVATION Motivasi Mood Booster
Sorry, comment are closed for this post.