KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Beranda » Artikel » SENYUM YANG MENYEMBUNYIKAN TANGIS

    SENYUM YANG MENYEMBUNYIKAN TANGIS

    BY 16 Nov 2025 Dilihat: 38 kali
    SENYUM YANG MENYEMBUNYIKAN TANGIS_alineaku

    PART 1

     

    Langit sore masih berwarna jingga ketika seorang anak kecil berusia lima tahun berlari-lari kecil di sepanjang jalan tanah menuju rumahnya. Langkahnya ringan, dan senyum sumringah tidak pernah lepas dari wajah mungilnya. Di tangannya, ia menggenggam erat sebuah foto  hasil karya hari ini di taman kanak-kanak.

    “Ini… buat Ibu!” katanya riang begitu sampai di rumah.

    Foto itu bergambar dirinya, berdiri dengan seragam merah-putih kecil, diapit oleh bunga kertas warna-warni. Ia menyerahkannya dengan bangga kepada penghuni rumah. Semua tersenyum  kecuali satu orang. Pamannya, tatapan pamannya dingin, menusuk. Ia mengambil foto itu, menatap sebentar… lalu puih! meludahinya dan menginjak-injaknya hingga kotor. Suara tawa seisi rumah mendadak lenyap.

    Anak kecil itu hanya berdiri terpaku. Matanya bergetar, tangannya mengepal. Perlahan ia memungut kembali foto itu, membersihkannya dengan baju seragam yang masih melekat di tubuhnya. Tanpa sepatah kata pun, ia masuk ke kamar. Wajahnya sulit dibaca — bukan marah, bukan sedih, tapi kosong. Hari itu, sesuatu di dalam dirinya berubah, Itulah hari pertama ia belajar untuk tidak menangis. Hari-hari berlalu,  Ia tumbuh dalam rumah yang lebih sering dingin daripada hangat. Setiap ada acara keluarga, ia selalu duduk di pojok ruangan, tertawa bukan untuk didengar, dan bicara bukan untuk ditanggapi.

    Ia sering diejek karena tubuhnya kecil, karena ibunya miskin, karena bajunya bukan baru. Namun ibunya selalu berkata pelan, 

    “Yang penting hatimu bersih, Nak. Dunia akan melihat itu suatu hari nanti.” 

    Ketika masuk SD negeri, ia membawa semangat yang tak kalah dari anak lain. Buku bekas, sepatu tambal, baju seragam hasil pemberian tetangga  tapi putihnya bersinar karena dicuci ibunya dengan daun-daun yang dipercaya membuat kain kembali bersih seperti baru, dan benar saja, baju itu tampak seperti baju baru di tubuhnya.

    Di sekolah, ia selalu ceria. Guru-gurunya menyayanginya karena ia cepat belajar dan rajin menolong teman. Setiap ujian, namanya selalu berada di papan peringkat teratas, namun setiap kali bel pulang berbunyi dan langkahnya mendekati rumah, sinar matanya perlahan redup. Ia kembali menjadi sosok pendiam  wajah tanpa senyum, kata tanpa suara.

    Neneknya sering memarahinya setiap kali ia belajar di rumah.

    “Perempuan tak perlu sekolah tinggi!” katanya. “Akhirnya juga ke dapur!”

    Maka ia belajar diam-diam, menunggu saat neneknya pergi, menulis di bawah cahaya redup lampu minyak.

    Lima belas tahun berlalu. Gadis kecil itu kini telah tumbuh menjadi wanita dewasa. Ia tampak ramah, ceria, dan disukai banyak orang. Namun di balik senyumnya, tersimpan sesuatu yang tidak banyak orang tahu. Ada sisi gelap yang ia sembunyikan rapat  luka yang tak pernah sembuh, dendam yang ia simpan di balik tawa. Ia pandai menutupi semuanya dengan kesopanan dan kebaikan. Namun di balik matanya yang teduh, ada sesuatu yang menunggu waktu untuk bangkit.

    Malam itu, ia membuka laci meja kecil di kamarnya. Foto lama itu masih tersimpan di sana foto yang dulu diinjak dan diludahi pamannya. Sudah pudar, tapi masih utuh. Ia menatapnya lama, lalu berbisik pelan,

     “Sudah waktunya…” Lalu ia tersenyum — bukan senyum ceria seperti dulu, tapi senyum yang sulit ditebak.

     

     

    Kreator : Ferayanti, S. HI.

    Bagikan ke

    Comment Closed: SENYUM YANG MENYEMBUNYIKAN TANGIS

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021