Di Pagi hari yang indah Sang raja sedang bercengkerama dengan seorang kyai di beranda depan istana ditemani minuman kopi dan sejumlah cemilan, yang dibicarakan hal-hal yg berkaitan dengan kesejahteraan rakyatnya. Sejahtera lahir batin sehat jasmani dan rohani. Sementara di depannya agak jauh tapi masih jelas kelihatan,seorang penjual rumput memasuki halaman istana.Sang raja berujar
“Pak kyai aku bisa dengan mudah merubah nasib orang ini menjadi kaya raya,hingga besok dia nggak akan jualan rumput lagi.
“Iya gitu tuan raja”
Sementara sang raja masuk kedalam istana,diambilah sebuah semangka dan didalamnya dimasuki uang sebanyak- banyak yg bisa diisikan ke dalam semangka itu. Dipanggilah si tukang rumput, ini semangka untukmu sebagai hadiah.
“Makasih tuan jawab si tukang rumput”
Di jalan si tukang rumput mampir ke warung hendak dijualnya semangka itu karena uangnya ingin dibelikan kopi dan beberapa makanan di warung itu. Rupanya si tukang warung melihat uang yang menyembul di kulit semangka.
“Berapa hendak kamu jual semangka ini”
“Gimana ibu warung saja mau dibeli berapa terserah”
“Ya udah saya beli seketip ya”, uang dulu seketip sa
ma dengan 100 ribu di zaman sekarang “dan kamu boleh makan apa aja gratis”
“Terima kasih Bu” jawab tukang rumput
Pagi harinya seperti biasa, sang raja dengan sang kyai duduk ditempat yang sama. Pada jam yang sama pula dengan waktu kemarin tukang rumput kelihatan datang lagi. Sang raja pun heran atas kejadian itu.. Kemudian sang raja tanpa sepengetahuan tukang rumput diisinya pikulan rumput dengan uang sebanyak yang bisa diisikan ke dalamnya. Sekarang sang raja yakin akan bisa merubah takdir si tukang rumput. Sepulang dari jual rumput dia mandi di kali,untuk membersihkan badan karena tadi belum sempat mandi. Selesai mandi si tukang rumput pun pulang tak peduli dengan pikulan yg hilang,kalau hanya bambu pikulan gak sulit cari lagi. Paginya masih seperti biasa tukang rumput masuk halaman istana. Merasa kesel kepada tukang rumput maka dipanggilah su tukang rumput ke dalam istana.
“Pak besok gak usah jualan rumput ya,tolong ini surat sampaikan ke Demang Karyo Utomo di kota Ujung Kulon ,ini sekalian ongkosnya kiranya lebih dari cukup”.
“Ya tuan jawabnya”
Sampai di rumah si tukang rumput memanggil temanya.
“Jo ..Bejo aku mau minta tolong”
“Tolong apa mas”.
“Tolong anterin surat ini”
“Tolong sampaikan surat ini, disitu ada alamatnya ditulis dengan jelas,ini sekalian ongkosnya”, sebagian besar uangnya ditilep oleh si tukang rumput tidak diberikan semuanya, si Bejo hanya diberi seperempat dari ongkos yang diberi tuan raja.
“Oh iya mas nggak apa-apa, kebetulan aku besok tidak kerja”.
Paginya Bejo bergegas mengantar surat
Sampai ditempat diserahkannya surat itu dan setelah dibaca oleh ki Demang ,Bejo disuruh mandi ,istirahat, diberi makanan yang lezat-lezat dan tak lupa buah-buahan berbagai rasa.
Tiga hari di rumah Demang Karyo ,Bejo masih bingung ada apa ini gerangan.
Di hari yg ke empat di rumah Demang Karyo
ada pesta pernikahan Bejo dengan anak Ki Demang. selama tiga hari tiga malam keramaian kesenian pertunjukan wayang mengikuti kegembiraan dan kebahagiaan di Bejo.
Adapun isi suratsang raja berisi ini :
“Pa Demang Karyo setelah kamu baca surat ini segera engkau laksanakan perintahku :Nikahkan pembawa surat ini dengan putrimu.” selanjutnya angkat dia
sebagai Kuwu di Desa Mendut. sekian” Sejak itu sang raja baru yakin seyakin-nya bahwa hanya Allah SWT yg bisa menentukan jalan kehidupan seseorang sebagai takdir yang menjadi ketetapan Allah
Sang kyai manggut2
dan bersama sang raja melihat di kejauhan langkah gontai di tukang rumput.
Kreator : Sudarsono
Comment Closed: TAKDIR
Sorry, comment are closed for this post.