KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Beranda » Artikel » TANGAN DINGIN MILA

    TANGAN DINGIN MILA

    BY 23 Nov 2025 Dilihat: 70 kali
    TANGAN DINGIN MILA_alineaku

    Terusir dari kampung karena fitnah yang keji—fitnah yang lahir dari hati orang yang iri—Mila berjalan tanpa arah. Setiap langkahnya terasa berat, seolah bumi pun menolak menopang luka yang tak terlihat. Wajah-wajah orang kampung, tatapan curiga, dan kata-kata tajam masih terbayang di benaknya.

    Terminal bus antar kota jadi saksinya ketika ia melangkah dengan mata sembab. Ia hanya ingin pergi sejauh mungkin — ke tempat di mana tak ada satu pun yang mengenalnya. Ia tak tahu mau kemana, hanya yakin satu hal: ia ingin membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah. Bus melaju membawa tubuh lelahnya hingga tiba di sebuah pulau kecil yang bahkan belum pernah ia dengar namanya. Di situ, angin laut berhembus lembut, tapi hatinya masih terasa sesak.

    Ia berjalan menyusuri jalan tanah, hingga langkahnya terhenti di depan sebuah kedai kecil. Dengan sisa uang yang ada, Mila memesan segelas teh panas dan sepotong roti. Pemilik kedai—gadis muda berwajah ramah—memperhatikannya penuh iba.

     “Ini, Kak, tehnya.”

    “Terima kasih,” jawab Mila pelan.

    “Kakak bukan orang sini ya?”

    “Bukan… baru sampai.”

    “Punya saudara di sini?”

    “Tidak.”

    “Maaf, saya banyak tanya…”

    “Tidak apa-apa.”

    “Kalau Kakak butuh kerja, coba saja ke rumah besar di ujung jalan itu. Punya Bu De Rahmi, pengrajin batik terbesar di sini. Siapa tahu sedang butuh tenaga.” 

    Mila tersenyum lemah, tapi matanya menyorot secercah harapan.

    “Terima kasih, Dek. Mudah-mudahan saya diterima.”

    Ia melangkah menuju rumah besar yang dimaksud. Dari kejauhan terlihat beberapa orang tengah menjemur kain berwarna-warni. Mila mendekat, menyapa sopan.

     “Assalamu’alaikum, Mbak.”

    “Wa’alaikumussalam. Cari siapa, Kak?”

    “Saya Mila. Mau tanya, apakah di sini butuh pekerja?”

    Salah satu pekerja tersenyum lega.

    “Wah, kebetulan banget! Kami lagi kekurangan tenaga untuk membatik. Coba Kak Mila langsung temui Bu De Rahmi di bangunan sebelah.” Langkah Mila menuju bangunan itu terasa seperti langkah menuju lembaran baru hidupnya.

    Di depan pintu, ia melihat seorang wanita paruh baya berwibawa namun berwajah teduh.

     “Permisi, Bu. Saya dengar Ibu sedang butuh pekerja.”

    “Siapa namamu, Nak?”

    “Mila, Bu.”

    “Kau bisa membatik?”

    “Sedikit, Bu. Tapi saya mau belajar.”

    Bu De Rahmi menatapnya lama, lalu tersenyum.

    “Baiklah. Mulai besok, kau bantu di bagian pewarnaan dulu.”

    Hari demi hari berlalu. Mila bekerja dengan tekun, penuh kesabaran. Tangannya lembut, telitinya luar biasa. Dalam waktu singkat, hasil batik buatannya menonjol—warnanya hidup, motifnya seakan punya jiwa. Bu De Rahmi pun kagum.

    “Kau punya bakat besar, Mila. Teruskan. Suatu hari kau akan jadi pengrajin hebat.”

    Dan benar saja, beberapa tahun kemudian, pusat kerajinan Bu De Rahmi berkembang pesat. Pesanan datang dari berbagai daerah. Semua berkat inovasi dan ketelatenan Mila—tangan dingin yang mampu mengubah kesedihan menjadi karya.

    Namun, di kampung halamannya, fitnah yang dulu menghancurkan hidupnya mulai terungkap. Orang yang dulu menebar dusta akhirnya menerima balasan setimpal; usahanya bangkrut, dan ia dijauhi warga. Sementara itu, kabar tentang keberhasilan Mila menyebar ke seluruh penjuru, termasuk ke kampung asalnya. Suatu hari, beberapa warga datang menemui Mila di tempat kerjanya. Mereka menunduk dalam penyesalan.

    “Maafkan kami, Mila. Kami telah salah menilai. Kami ingin kau kembali ke kampung.”

    Mila tersenyum lembut, namun matanya tenang.

    “Saya sudah memaafkan semuanya. Tapi biarkan saya tetap di sini. Di tempat saya belajar arti sabar, kerja keras, dan keikhlasan.” Bu De Rahmi menepuk pundaknya penuh bangga.

    “Kau bukan sekadar pekerja lagi, Mila. Kau tangan kananku.”

    Dan sejak hari itu, nama Mila menjadi simbol keteguhan dan kebangkitan. Dari luka lahir kekuatan, dari fitnah tumbuh keberkahan.

     

     

    Kreator :  Ferayanti, S. HI.

    Bagikan ke

    Comment Closed: TANGAN DINGIN MILA

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021