Sari berjalan sambil menggendong anaknya yang masih berumur sekitar 9 bulan. Sebenarnya anak itu sudah bisa berjalan namun langkahnya yang masih satu-satu tentu akan semakin memperlambat mereka tiba di rumah. Sementara hari semakin senja. Dua anak balitanya berlari kecil menjajari langkahnya yang semakin cepat, seakan berkejaran dengan waktu. Dia ingin segera sampai di rumah sebelum suaminya yang sore itu akan pulang dari tugas keluar kota, tiba di rumah.
Hampir dua pekan suaminya dapat tugas keluar kota. Tentu bagi seorang ibu dengan tiga orang anak yang masih kecil, ini suatu momen yang berat. Tapi itu tidak berlaku bagi Sari. Dua pekan ditinggal suami tidak membuatnya terbebani. Dia tetap sabar mengurus anak-anaknya yang masih kecil-kecil sambil melaksanakan amanahnya sebagai seorang pengajar di sebuah Madrasah.
Menjadi seorang ibu memang bukan hal sederhana. Butuh kekuatan mental, butuh kesabaran dan butuh banyak hal lainnya. Seorang ibu harus memilki berbagai keterampilan. Bukan hanya keterampilan kewanitaan yang berkaitan dengan dapur dan mengurus anak. Hatta keterampilan dasar yang seyogyanya menjadi tugas laki-laki pun sebaiknya dimiliki oleh seorang ibu.
Bisa dibayangkan jika suami sedang tidak ada di rumah dan tiba-tiba gas habis sementara si ibu tidak tahu cara menggantinya. Apakah harus menunggu suami pulang? Atau minta tolong sama tetangga? Tentu sulit bukan? Oleh karena itu maka kenapa seorang ibu harus tahu banyak hal. Contoh lain misalnya ketika suami sedang keluar di malam hari dan tiba-tiba lampu mati. Berbekal hp si ibu bisa memesan voucher listrik secara online tapi ketika tidak tahu cara memasukkan token listrik ke dalam meteran, tentu dia harus bersabar menunggu suaminya pulang.
Maka sangar wajar kemudian jika seorang istri membekali dirinya dengan berbagai keterampilan. Tentu tidak sedikit ibu-ibu yang telah memiliki hal ini. Seorang ibu terlahir menjadi wanita-wanita hebat. Jika seorang laki-laki hanya bisa fokus pada satu pekerjaan di satu waktu tertentu maka tidak demikian halnya dengan seorang wanita dalam hal ini seorang ibu. Seorang ibu bisa mengerjakan dua atau tiga pekerjaan secara bersamaan dalam satu satuan waktu.
Dengan bantuan kecanggihan teknologi seorang ibu bisa mencuci, memasak dan membersihkan rumah secara bersamaan. Dia bisa menggiling cucian sambil memasak lauk, dan sekaligus mengepel lantai. Pengalaman akan pekerjaan yang dilakukannya berulang membantu ibu mengasah kepekaan akan durasi waktu masakannya matang sehingga tidak perlu dia berdiri di depan kompor menunggunya sampai masak.
Hal yang sepertinya agak sulit dilakoni oleh seorang laki-laki dimana ia biasanya harus memastikan pekerjaan itu benar-benar tuntas kemudian pindah ke pekerjaan yang lain. Saat memasak maka ia tidak terusik dengan pekerjaan yang lain sebelum tuntas pekerjaannya memasak.
Tentu saja ini tidak berarti seorang ibu harus mengambil semua peran laki-laki yang seyogyanya dikerjakan oleh sang suami. Keterampilan-keterampilan dasar itu sebatas untuk berjaga-jaga ketika pada kondisi tertentu suaminya tidak dapat melakukan pekerjaan tersebut. Apakah karena sedang ada pekerjaan lan yang lebih penting, sedang tidak di tempat, ataukah sedang sakit atau bahkan ketika seorang wanita ditinggal cerai atau ditinggal mati oleh suaminya.
Ibu adalah wanita hebat. Gelar itu melekat seiring dengan peran ibu yang sungguh luar biasa dalam sebuah rumah tangga. Mendidik anak-anaknya, melakukan pekerjaan rumah, melayani suaminya bahkan kadangkala masih ditambah dengan tugas mendidik anak bangsa dengan menjadi seorang guru. Bahkan adakalanya seorang ibu menambah tugas lagi dengan berkecimpung dalam gerakan-gerkan sosial atau organisasi-organisasi kemasyarakatan.
Tidak cukup sampai disitu kadang kala seorang ibu turut berjibaku membantu perekonomian rumah tangganya dengan melakukan aktifitas-aktifitas bisnis seperti menjadi reseller atau agen atau aktifitas-aktifitas bisnis lainnya.
Itulah ibu the wonder woman yang hadirnya sangat berarti. Maka kasihi dan sayangilah mereka. Ketika seorang istri dalam hal ini seorang ibu mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang-orang yang dicintainya maka yakinlah semangat hidupya pun semakin menyala dan pancaran cintanya akan berdampak pada orang-orang di sekitarnya baik terhadap orang-orang yang ada dalam lingkup rumah tangganya, keluarganya maupun lingkungan pekerjaannya.
1 Komentar Pada The Wonder Woman is Mom
Woow tulisan yang sangat menyejukkan hati para ibu nih. Sepertinya mbak Irma sudah jago nih nulisnya. Baca dong tulisanku, mbak.🤗