Zumin Marandani
Nunu yang sedang asyik bermain tiba-tiba dikejutkan oleh tangis bayi dari kamar Bi Aisyah. Ia bangkit dan berlari mencari tahu arah suara tangis bayi itu. Benar, ternyata Bi Aisyah telah melahirkan bayi perempuan mungil. Nunu pulang ke rumahnya dengan berlari kencang mengabari ibunya tentang kelahiran bayi perempuan Bibi Aisyah.
“Mama, Bi Aisyah sudah melahirkan bayinya perempuan,” katanya dengan napas terengah-engah.
“Ma, ayo pinjam tikar Bi Aisyah, biar adik saya lahir perempuan juga,” pintanya sambil mengelus perut ibunya yang sudah mendekati waktu melahirkan. Mama tersenyum, belum sempat berkata-kata, Nunu berlari kembali menuju rumah Bi Aisyah.
”Bi, saya pinjam tikar Bibi, biar adik saya lahir perempuan juga boleh yah,” pintanya dengan mata berbinar dan penuh harap.
Bibi Aisyah tersenyum, ”Boleh. Tapi dicuci dulu ya. Nanti Amat antar ke rumahmu,” kata Bibi Aisyah.
Nunu bergegas masuk kamar Bibi, mengambil tikar tersebut.
“Biar saya saja yang cuci, Bi. Terima kasih, ya. Doakan semoga adik saya lahir perempuan juga,” harapnya.
Nunu kembali ke rumahnya dan langsung mencuci tikar tersebut dan berharap ibunya mau menggunakan tikar tersebut saat melahirkan nanti.
Hampir setiap hari, Nunu membersihkan dan menjemur tikar itu,kalau sudah bersih dilipatnya dengan rapi dan diletakkan di sampingnya ketika akan tidur. Nunu sangat berharap supaya ibunya mau menggunakan tikar itu, karena keinginannya memiliki adik perempuan sangat besar. Setiap pagi ketika menyiapkan sarapan untuk ibunya yang sedang hamil besar. Nunu selalu membujuk.
“Ma, nanti pakai tikar ini, ya!” pintanya penuh harap.
“Siapa tahu adik saya yang lahir kali ini perempuan,” katanya lagi.
Mama hanya tersenyum.
”Nunu berdoa kepada Tuhan, supaya diberikan adik perempuan. Setiap usaha itu harus dibarengi doa,” nasehat Mama.
Nunu adalah anak sulung dari keluarga ini. Ia mempunyai empat adik laki-laki yang terpaut usia antara tiga tahun satu dengan yang lainnya. Nunu sangat ingin memiliki adik perempuan karena sering melihat keakraban antara Intan dengan adiknya, tetangga yang bersebelahan rumah dengannya. Ia sering melihat mereka bercengkerama sambil bermain masak-masakan, mengenakan baju yang selalu kembaran, bahkan memiliki ikat rambut yang sama. Kebersamaan seperti itulah yang dirindukan oleh Nunu, sehingga ia ingin sekali memiliki adik perempuan.
Nunu tak pernah lelah berdoa, bahkan selalu mengingatkan semua anggota keluarga senantiasa berdoa agar keinginannya dikabulkan. Bahkan jika mendengar ada tetangga atau keluarga yang melahirkan bayi perempuan, Nunu pasti mengunjungi dan bertanya bagaimana caranya supaya kelak dia punya adik perempuan juga. Lucu yah.
Kreator : Zulmin Marandani
Comment Closed: Tikar yang Bersejarah
Sorry, comment are closed for this post.