FOKUS SAJA HATI HATILAH TERHADAP IMPIAN PALSU Pagi itu, jarum jam belum melewati angka 9. Sehabis jalan jalan pagi aku ngopi di warung di tempat aku biasa ngopi habis jalan jalan minggu pagi. Aku sempat ngobrol dengan seorang pria. Ia minggu lalu juga kutemui minggu di tempat ini. Memang tempat ini tempat banyak orang ngumpul.. […]
Menggores angka samar berbentuk siluet pada kertas tipis transparan Tak ada jejak rupa apalagi makna yang tercipta Dari secarik tirai betas, Terkoyak sudah kini oleh keangkuhan nafsu sarira yang diruda paksa Dilema terasa Tak terhingga Bersemai, bertumbuh, berjimbun dalam diri yang terlubagi candu kesetiaan tan berjeda Sembilu merayap di sela pori Dari keterasingan luapan […]
Indah sekali rencana Tuhan. Dia menguji dan memurnikan hati kita melalui interaksi dengan orang lain. Hanya dalam perjumpaan dengan orang lain, kita dapat menyadari siapa diri kita sebenarnya. Dalam setiap perjumpaan kita semakin mengerti makna empati, pengertian, dan rasa syukur. Dalam proses ini, kita belajar untuk lebih menghargai diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita. […]
Masih tentang Lily. Kali ini dia bercerita tentang perjalanan jauh nya demi melanjutkan hidup. Hidup Lily yang sudah laksana buluh terkulai nyaris patah, ternyata masih tersambung kembali, dan menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Ya, hidup Lily yang laksana sumbu lentera yang sudah padam tetapi masih berasap itu, perlahan namun pasti menyala kembali, dan hidup yang masih ternyata […]
Terima kasih, Tuhan Mengajari ku mencicipi banyak rasa Rasa tak berharga, tak berguna, tak berdaya Rasa terabaikan, tertolak, tertindas, terhina Telan saja… Mengajari ku menerima banyak keadaan Keadaan di salah mengerti Keadaan di salah pahami Keadaan dihakimi Tanpa hak membela diri sama sekali Terima saja… Tolonglah tetap di sini, di dalamku Supaya ku tetap teguh […]
Ada begitu banyak perkara sederhana. Nikmat, indah, memukau, sederhana. Sedemikian mudahnya memberi emosi, rasa, dan logika. Sebegitu sederhana nya, dan indah, memukau, nikmat. Tapi kenapa wahai jiwaku? Engkau sedemikian rumitnya? Menjadi sedemikian sulitnya? Meliuk liar ke segala arah laksana monster seribu tangan? Yang setiap lengannya mengapit emosi, rasa, dan logika? Sehingga engkau merana, sengsara, nyaris […]
Terima kasih, Nduk… Telah memberi rasa bermakna tertanam dalam hati Ibu. Ketika Ibu tahu kamu di sini, di rahim Ibu. Kita berbagi nyawa, hidup, dan kehidupan. Nafas Ibu adalah juga nafasmu. Makanan dan minuman Ibu adalah juga makanan dan minumanmu. Bukan hanya untuk tubuh, tetapi juga untuk jiwa dan ruh. Terima kasih, Nduk… Telah […]
Dalam lengang ruang sempit itu. Anganku mengembara sejauh rimba belantara. Berjumpa sungai-sungai jernih ramah. Menapaki jalan setapak berhiaskan bunga-bunga liar indah di tepinya. Dalam sepi ruang suram itu. Anganku bepergian menjelajahi padang rumput hijau. Bertelanjang kaki menikmati sisa-sisa embun pagi. Bertemu pohon besar rimbun teduh, di bawahnya ku buka keranjang sarapanku. Dalam hening ruang tua […]
Ideal itu nanti, di kehidupan sesudah mati. Disini, di bumi renta ini, baiknya memantas diri. Supaya kelak, Bumi Baru boleh dimasuki. Ideal di bumi ini, sejatinya belum dimengerti. Segalanya tergantung pada cara pandang dan persepsi. Tergantung kasih semesta yang setia pada tatanan diri. Ideal itu nanti, di balik kesudahan diri. Ketika segala yang fana melayang […]