Hey, kenapa kau diam saja… Hari telah sore… Matahari memang masih terik… Lihat ini jam berapa… Sore ini sudah jam 4:43… Buruan mandi.. Biar hilang bau ketek mu… Buruan bersihkan badan mu… Teriak seorang ibu kepada anaknya yang baru pulang bermain… Sore ini ku duduk di pelataran… Memandangi kubah yang silau memantulkan cahaya… […]
Cantik paras mu… Wangi aroma mu… Lentik bulu mata mu… Merah merona bibir mu… Secantik itu kau ibu… Tiada lelah menaungi negeri mu… Mengayomi bnagsa mu… Kesetiaan mu tak di ragu… Bangsa mu ibu… Negeri mu ibu… Darah dan tulang mu… Yang kau susui untuk merdeka dan maju… Kau tetap tersenyum ibu… […]
A. Pendahuluan Dalam ajaran Islam, cinta tanah air atau hubbul wathan memiliki makna yang mendalam. Ungkapan “Hubbul Wathan Minal Iman” yang berarti “Cinta Tanah Air Sebagian dari Iman” merupakan perwujudan dari ajaran Islam yang menekankan pentingnya rasa cinta terhadap tempat di mana seorang Muslim dilahirkan, tumbuh, dan menjalani kehidupannya. Melalui ungkapan ini, umat Islam diingatkan […]
Apa kabar Umar Bakri milenial ? 78 tahun bukanlah waktu yang singkat untuk perjalanan sebuah negeri negeri yang konon katanya kaya raya, ramah penduduknya dan miliki potensi sumber daya alam yang luar biasa Bagaimana adamu, Umar Bakri milenial ? Jika dulu jalan kaki sekarang bermotor Jika dulu meratapi sekarang masih bisa bikin kopi, dan […]
Angin sore menghembus pelan, Lirih Ombak di bibir pantai menerpa syahdu…. Nyiur melambai lemah, tak ada suara burung yang memekik memecah sunyi Raga yang terkubur dalam senyap, lelaplah dalam damai, dalam rangkaian doa dan cinta tulus kami…… Aku mendengar kabar Reni hilang karena tsunami di hari kelima pasca bencana. Seolah tak percaya adik yang […]
Entah berapa tahun bangsa ini dipertahankan? Manusia awam taruhan nyawa! Harta kekayaan hilang musnah. Tetesan darah membanjiri samudra raya. Angan ke depan jadi yang hampa. Kalau pengemis rela ditangkap Kalau pengamen dilarang melintas Apakah demikian…??? Adakah istimewa tikus koruptor, Yang mengupas punggung Bangsa ini, Yang tak kala henti bergenerasi? Manakah engkau pengobat hama? […]
Halus tuturmu bagai angin sepoi Dentum katamu bagai deru ombak Jelas rasanya tiap butiran Kias menipis, kian mendekam Perlahan mampir bergabung, di hati nan pilu. Deru hembusan di pagi fajar Menusuk hati di balik rusuk Bayang sinar bagai permata Nyiur melambai wajah anggun terbayang. Kuhapus… Kuhapus… dan Kuhapus… Tak pernah bisa Hati luluh […]
Langit begitu cerah, harapan mulai bersinar. Lagu kebangsaan kupelajari saksama, Ku bisa walau nafas terengah. Aku melewati badai, Aku melewati terik, Aku melewati deras hujan. Harapanku hanya padamu ilmu! Tujuanku menggapai kesuksesan ‘tuk berbakti pada Nusa dan Bangsa Akan esok, lusa dan selamanya. Mengapa hati kurasakan sakit? Mengapa jiwa kurasakan tersiksa? Disaat […]
Part 12 : Cemburu Rama langsung memukul Jaka saat Jaka baru saja masuk ke ruang kerjanya Rama. Jaka yang meringis bukannya marah namun malah tersenyum terhadap Rama karena Jaka tahu bahwa Rama lagi cemburu terhadapnya. Rama males menjawab salam dari Jaka namun sebagai orang yang punya adab Rama harus menjawab salam dari Jaka dengan sopan. […]