Keheningan yang menggantung di rumah itu terasa asing. Aku duduk di ujung tempat tidur Bima, mataku menatap kosong ke arah jendela, tetapi pikiranku melayang jauh. Bima masih terbaring di rumah sakit, tubuhnya penuh dengan selang dan peralatan medis. Setiap kali aku mencoba memikirkan apa yang telah terjadi, rasa cemas itu datang lagi—meresap hingga ke dalam […]
Part 21 : Bandara Soekarno Hatta Dengan waktu yang tersisa sedikit, akhirnya Rama dan Rani bisa datang tepat waktu dan sampai di Bandara sesuai dengan ekspektasi. Rani menyambut keluarganya dengan suka cita dan penuh haru, Rani tanpa sadar langsung memeluk Ibu dan Ayah serta kakak tercintanya. Rasa haru yang Rani rasakan, dirasakan juga oleh Rama […]
Chapter 8 || Libur Sekolah Hari ini adalah terakhir sekolah karena akan pembagian raport setelah selesai melakukan ujian selama satu minggu. Wali kelas Vyora meminta setiap siswa datang bersama wali murid untuk mengambil raport. Sementara itu di rumah Vyora sedang bingung bilang kepada Ibu, apakah Ibu mau mengambil raport Vyora di sekolah. “Bu…” Panggil Vyora […]
Senin, 25 november 2024 Senin pagi yang cerah, alarm ku berbunyi sehingga membuatku langsung terbangun dari tidurku. Jam masih menunjuk pukul 05.20 WIB, akan tetapi aku harus bersiap untuk pergi ke sekolah. Aku segera meninggalkan ranjang menuju ke kamar mandi. Setelah mandi dan bersiap-siap, aku menuju ke ruang makan. Setibanya disana, aku sudah melihat Ayah […]
Minggu, 24 november 2024 Heiyow, aku Zerga, nama lengkap “Mahen Zerga Aksara”. Aku sekarang sedang duduk di kelas 2 SMA dan berumur 17 tahun. Dengan tinggi badan 171cm, alis tebal, bibir tipis, bulu mata lentik, dengan fair skin tone, dan tidak lupa jawline yang tegas. Of course, ratusan wanita di sekolah jatuh cinta denganku. Aku […]
Bab 17 Awal yang Baru Cahaya matahari sore menembus sela-sela dedaunan, menciptakan pola-pola bayangan di jalan setapak yang basah oleh embun pagi yang belum sepenuhnya menguap. Aku duduk di bangku kayu tua di taman kota, tempat di mana aku dan Cleo sering menghabiskan waktu selepas kuliah. Di kejauhan, suara tawa anak-anak bercampur dengan deru […]
Bab 16: Dua Dunia, Satu Langkah Taman baca ini awalnya hanya ide sederhana yang muncul dalam percakapanku dengan Cleo beberapa minggu lalu, ketika kami duduk di tepi jalan setapak yang mengarah ke kampung kecil kami. Sore itu, angin semilir membawa aroma tanah basah setelah hujan, dan suara tawa anak-anak yang bermain di kejauhan memenuhi udara. […]
Bab 15: Menemukan Kembali Malam itu, setelah percakapan yang mengungkapkan segala rasa yang terkubur dalam-dalam, aku merasa seperti ada beban berat yang terangkat dari pundakku. Suasana seakan menjadi lebih ringan, meskipun hatiku masih terasa nyeri. Cleo berdiri di depanku, wajahnya yang dulu penuh ekspresi kini tampak lelah, basah oleh air mata yang belum sepenuhnya mengering. […]
Bab 14 Rasa yang Terluka Aku berlari menembus lorong-lorong kampus yang lengang, dengan tas selempang melambai-lambai di bahuku. Hari ini, kelas selesai lebih awal, dan aku berjanji untuk mampir ke tempat Cleo. Rasanya sudah lama sekali kami tidak menghabiskan waktu bersama, hanya berdua seperti dulu. Begitu sampai di depan kafe kecil tempat Cleo biasa bekerja […]