Pagi hari, tepatnya di pos ronda, terlihat Reza dan kakaknya, Kang Adi, sedang jogging bersama. Raut wajah Reza terlihat kelelahan. “Capek, Kak.” ucap Reza. “Ya sudah, istirahat dulu disini kita.” jawab Kang Adi. “Dik, kakak ada brosur nih. Kalau berani, boleh deh kamu coba.” ucap Kang Adi sambil memberikan secarik kertas brosur lomba kompetisi band […]
Reza yang terlihat paling cemas. Ketika ditanya oleh Beni, ia terlihat sangat gugup dan ragu untuk menjawab. “Kau sedang memikirkan apa, Za? Tak biasanya.” tanya Beni. “Ahh, tidak. Aku sedang tidak memikirkan apa apa.” jawab Reza. “Kau sudah berteman belasan tahun bersamaku, mau bohong denganku ya tidak bisa, Za.” sahut Beni. Dia yakin bahwa sahabatnya […]
Hari demi hari mereka jalani dengan semangat dengan kegiatan bermusik, belajar dan membantu orang tua. Mereka juga sesekali mengisi acara seperti di acara ulang tahun, pesta pernikahan, dan masih banyak lagi. Namun, sebagai pelajar, mereka mengutamakan kewajibannya yaitu belajar. Hingga tiada terasa, Ujian Nasional yang dilaksanakan empat hari sudah tiba di depan mata. Siap tidak […]
PROLOG Setelah menutup pintu kamar, aku memasangkan headphone dengan volume penuh sembari merebahkan diri di atas kasur. Aku membuka aplikasi musik sebelum akhirnya menyerah mencari musik yang cocok dan akhirnya memilih lagu asal dalam mode shuffle. Aku menatap langit langit kamarku, sembari mencoba memejamkan mata dan membiarkan diriku tertidur. Sudah pukul sepuluh malam, sementara besok […]
Husna menguatkan hati untuk pulang ke rumah setelah mengunci gerbang toko bangunan. Dia mengendarai mobil CRV merah marun yang dia beli kemarin. Dia menghibur diri dengan mengikuti keinginannya dengan membeli berbagai macam barang yang selama ini tidak terpenuhi karena keterbatasan ekonomi. Sekarang, dia banyak uang, karena Dita menyerahkan sepenuhnya uang penghasilan dari toko bangunan yang […]
Bab 18 Pulang “Apa ini? Mana Marchel?” Marchel muncul dari balik helikopter dengan membawa bunga mawar merah. Anita tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya. “Apa-apaan sih?” “Aku belum melamarmu dengan benar, malam ini aku melamarmu.” Marchel hendak berlutut, tetapi Anita segera mencegahnya. “Sudahlah tidak usah aneh-aneh, kita sudah menikah dan tidak perlu ada acara lamaran lagi. […]
Berjuang sendiri itu lelah apalagi harus hidup bersama orang dengan kecenderungan menderita narsistik disorder. Dia penyebab semua kepahitan ini, namun ku yakin ini hanyalah perantara atas takdirku semata. Meskipun di awal kutaruh harapan besar atas hubungan ini, namun pada akhirnya harus kuterima takdir bahwa kenyataan yang terjadi tidak sesuai dengan harapanku. Setelah beberapa bulan kepergianku […]
Bersamamu aku menemukan kebahagiaan. Walau itu hanya sesaat karena tertutup banyaknya kehaluan dalam hidupmu. Cerita-cerita tentang kesuksesan dan kemakmuran itu hanya karangan semata. Entah apa yang ada di pikiranmu sampai menjadi pembuat skenario terpanjang dan berhasil membuatku berantakan. Aku tidak tergiur dengan harta yang engkau telah janjikan meskipun pada akhirnya itu hanya kepalsuan. Aku menerimamu […]
Langkahku pergi meninggalkanmu…. Berawal dari hari itu yang ternyata menjadi penentu mimpi buruk akan benar terjadi atau tidak. Hari dimana muncul pesan di gawaiku untuk memintaku datang menemani makan malam setelah kehilangan selera makan akibat sakit beberapa hari sebelumnya. Aku datang dengan segenap hati membuka pintu yang sudah lama tertutup. Angan bertemu seseorang yang harapanku […]