Pernahkah kau melihat pelangi bahkan gerimis sebelum reda? Indah, bukan? Menakjubkan sekali karya sang Pencipta, Masya Allah. Pun pada hidup, duka selalu saja beriring dengan bahagia, malam selalu saja berganti dengan fajar, air mata dan tawa, inilah sunnatullahnya kehidupan, tergantung bagaimana kau memaknainya, sebab perbedaan itu adalah warna, tanpa sedih kau tak bisa merasakan hakikat […]
Cinta itu tidak buta. Cinta selalu menuntunmu pada kebaikan, juga kebahagiaan. Jika yang terjadi adalah sebaliknya, mungkin ada yang salah dari pemahaman cinta itu sendiri. Lihatlah kisah Yusuf as. dan Imroah Aziz Mesir, dua orang yang memahami cinta dengan sisi berbeda. Ketika Nabiyullah memilih penjara lebih baik untuknya daripada nikmat dunia yang berujung dosa bernama […]
PROLOG Siapa yang ingin menjadi janda, apalagi di usia yang kata orang masih termasuk muda. Walaupun buatku sudah cukup dewasa, 32 tahun tepatnya. Tapi takdir tetap saja menjadi rahasia Tuhan, kita hanya bisa berencana, tapi ketentuan tetap saja di tangan-Nya. “Menikahlah lagi! kau tidak bisa hidup seorang diri. Percayalah, almarhum suamimu juga akan ridho jika […]
Kali Pertama Menginap Bersama Anak Mapala “Hey ngalamun aja dari tadi, masih sore juga. Maghribnya baru berhenti ini.” sapa salah satu teman anak mapala seangkatan juga saat menegur sambil menepuk bahuku. Seketika aku terkaget dari lamunan dan lambat menjawab sapaannya. “Eh iya anu, ini barusan tadi ada ibu-ibu paruh baya yang datang dari halaman depan […]
#Prolog Hujan, secangkir kopi, dan sudut kafe tenang ditemani lagu Kepada Noor. Lagu rindu yang sarat akan kerinduan untuk bertemu. Suasana paling ideal untuk seorang introvert seperti Alexa menikmati berisiknya pikiran. Alexa meneguk perlahan coffe latte less sugar pesanannya, sambil menerawang ke langit-langit mencoba mengingat kembali bagaimana perjalanan dan ceritanya berdamai dengan keadaannya disini. Mungkin, […]
PERTEMUAN Menjalani kehidupan sebagai siswi madrasah yang tinggal di asrama bukanlah kali pertama bagiku, karena sewaktu di MTsN aku juga tinggal di asrama. Namun tentu saja sekarang jauh berbeda, karena di tingkat lebih tinggi, banyak aturan yang mengikat. Kami diajarkan untuk disiplin sejak dini. Setiap aktivitas ditentukan jamnya, mulai dari jam makan, jam mandi, batas […]
14. Kedamaian Rasa Gemericik air mengalir di celah bebatuan dan pohon besar yang tumbuh sekitar sungai di dusun Kebun Kopi, membuat hati dan pikiran Tyana tenang. Di tempat tidak jauh dari lokasi Tyana duduk, terlihatlah olehnya Isna sedang asyik berbicara dengan seorang perempuan muda cantik yang baru tiba di dekat Isna. Wajah perempuan muda itu […]
13. Keraguan Tiana Jalan menanjak dilewati perlahan oleh Arsyanendra dan Tiana walaupun sebenarnya mereka sudah lelah. Semangat dari keduanya ternyata telah mengalahkan rasa lelah ketika harus melewati jalan menanjak pada sebuah perumahan di Megamendung, Bogor. Kesejukan hawa pegunungan dan rindangnya pepohonan sekitar mereka telah menambah semangat bagi Arsyanendra dan Tiana. Desir angin sepoi-sepoi membuat kedua […]
12. Perjalanan Bersama Tiana Arsyanendra dan Tiana sampai di Salatiga saat matahari telah meninggi dan mereka akan istirahat di rumah Tiana sebelum pergi ke Semarang untuk mengejar kereta malam menuju Jakarta. Tiket kereta dari Semarang ke Jakarta ditangan Tiana ditunjukkan pada Arsyanendra setelah mereka makan siang dan setelah mengetahui keretanya akan berangkat sekitar pukul 23.00, […]