Aku bertahan Di tengah badai yang menderu Di antara lebatnya hujan Ku tatap langit yang kelabu Dengan hati yang penuh harapan Walau langkah kadang terasa gamang Dan jantung berdegup kencang Aku akan tetap bertahan Menanti mentari yang datang Setiap luka yang tergores Adalah cerita yang tertulis Kekuatan datang dari serpihan Yang terbuat dari […]
Sepertiga malam nan sepi Kau bermunajat seorang diri Jari jemari memutar butiran tasbih Mengucap dzikir dengan fasih Bersama goresan tinta di kertas putih Bersama tekad nan bersih Bersemangat menuntut ilmu dengan gigih Tak kenal lelah dan juga letih Sinar bulan datang menyinari Memberikan kehangatan dalam diri Menguatkan iman dalam hati Tuk menjadi santri […]
Titik bening pengiring pada awan kelabu Berhias jerami kering bernuansa coklat tua Dedaun tengadah menampung gemericik air yang meruah Akar menghujam terpendam di sela gundukan lumpur berair Dengan bau gesah tanah basah Sungai bermuara menganak ke lautan lepas meretas Tersapu buih putih ombak Temaram bayang dirimu membatu kelu di atas gulungan pasir pesisir […]
Di sini aku terjeda Pada denting kala Pada hening cipta Diri diam senyap Menatap hiruk karya tersemat cekap Asik masyuk meranjang pada giringan ego manusia Yang hanya mau dituruti inginnya yang meruah Tak peduli secuil kalap pada kemauan dan bakti Kalbu yang senantiasa sendu Ditikam kilatan malu Dalam berontak yang berhias senyum tangis […]
Sorai gegap gempita Tercipta saat butiran air jatuh ke bumi siang ini Suara semesta menapaki kalang Bergincu teriakan nyaring anak berbasahan Melegakan sesak dada yang tercekat Oleh gilasan suara perih sirih merintih Lambai tangan mungil mengail sirine tawa Meraung-raung gejolak rintik Ditemani dinginnya bening menjalari bahu yang terbelah oleh birunya langit yang menepi […]
Sembilan purnama nyaring tereja Pada garis lurus rindu yang terbingkai asa Engkau selalu menepi sendiri di sana Tanpa alas kaki tanpa keelokan duniawi Hanya sebatas mata dan hari Yang nyata bersua dalam senyap cinta bertahta Engkau dan aku di sana Selalu tertuju pada sembilan purnama yang tereja Bibir terkatup waktu berhenti berputar Hanya […]
Pendar rinduku selalu tersimpan rapi pada ruang kalbu Di belai syahdu bidadari surga Bersemayam kata usang tanpa makna Selaksa makna terurai Tanpa mampu sembunyi dari nyata terkebiri Pelangi tiada berwarna lagi Melebur memutih menyatu abadi Tersibak angin buritan berhiaskan kalang Lalu awan terjerembab tanpa syarat di lorong pekat berkarat Tetesan gerimis membatu menjadi penghalang […]
Dulu, aku ingin punya anak cukup satu. Maka kulahirkan kakak perempuanmu. Bagiku, anak perempuan atau lelaki itu sama saja. Yang terpenting, ku usahakan yang terbaik baginya. Tiga tahun berlalu. Entah mengapa, mendadak muncul di hatiku, Tak apa punya anak satu lagi. Maka ku kandung dan kulahirkan kamu, Putraku. Anak lelakiku, Kamu. Mewarisi banyak […]
Lajang melanglang ke dunia tanpa tepi Berbalut kain merah, biru, Lalu abu-abu Tersemat topi kebanggaan yang meluap Memenuhi ruangan senyap Bagai semburan lahar lumpur Terhiasi mutiara tanpa kilau Tapi tetap berharga tiada tara Hai, lajang melanglang Terbanglah tinggi tanpa batas Merajut mimpi dan asa Yang tersemai benih peradaban Dengan anggun pada petak bernyawa Menyambut […]