Saat ku lewati tikungan ini Semburat tanya dalam hati Ada apa ini? Semua tertunduk, tak sanggup menatap Kilau mutiara Illahi yang tersemat pada diri insan pilihan Tuhan hati beradu Mata diizinkan-Nya menatap sendu pada kilatan cahya abadi Munajat cinta tersuluh di haribaan-Nya Puja puji mentasbihkan nama paling mulia Kreator : De’Arofah
Ketika diri tak mendiri Ada lain kaki di tengah kaki sendiri Selalu memaksa seirama derapnya Inginkan arah searah dengannya Jadilah diri terkendali di luar diri Mauku hanya bersemayam di atas awan kelabu Kegelisahan membalut tersamarkan embun pagi Kilat bulan terpancar di wajah sendu Bertabur kala tak bernuansa Raga dikuasai tirani Menghinggap di lorong […]
Kegagalan bukanlah akhir, Anakku Ia diksi indah perangkai sajak hidupmu pengukir denyut nadimu Tonggak dari segala hasrat, cinta, dan citamu berlabuh Ikhlas, tawakal, berserah diri bermuara padanya Mengalun ritme syair kehidupan dalam darahmu Tengoklah kepompong menjelma kupu-kupu nan elok Mengecap manisnya nektar bunga Menghantar benang sari merindu berpeluk pada putiknya Hingga bermekar individu baru penuh […]
Menggores angka samar berbentuk siluet pada kertas tipis transparan Tak ada jejak rupa apalagi makna yang tercipta Dari secarik tirai betas, Terkoyak sudah kini oleh keangkuhan nafsu sarira yang diruda paksa Dilema terasa Tak terhingga Bersemai, bertumbuh, berjimbun dalam diri yang terlubagi candu kesetiaan tan berjeda Sembilu merayap di sela pori Dari keterasingan luapan […]
Terima kasih, Tuhan Mengajari ku mencicipi banyak rasa Rasa tak berharga, tak berguna, tak berdaya Rasa terabaikan, tertolak, tertindas, terhina Telan saja… Mengajari ku menerima banyak keadaan Keadaan di salah mengerti Keadaan di salah pahami Keadaan dihakimi Tanpa hak membela diri sama sekali Terima saja… Tolonglah tetap di sini, di dalamku Supaya ku tetap teguh […]
Ada begitu banyak perkara sederhana. Nikmat, indah, memukau, sederhana. Sedemikian mudahnya memberi emosi, rasa, dan logika. Sebegitu sederhana nya, dan indah, memukau, nikmat. Tapi kenapa wahai jiwaku? Engkau sedemikian rumitnya? Menjadi sedemikian sulitnya? Meliuk liar ke segala arah laksana monster seribu tangan? Yang setiap lengannya mengapit emosi, rasa, dan logika? Sehingga engkau merana, sengsara, nyaris […]
Terima kasih, Nduk… Telah memberi rasa bermakna tertanam dalam hati Ibu. Ketika Ibu tahu kamu di sini, di rahim Ibu. Kita berbagi nyawa, hidup, dan kehidupan. Nafas Ibu adalah juga nafasmu. Makanan dan minuman Ibu adalah juga makanan dan minumanmu. Bukan hanya untuk tubuh, tetapi juga untuk jiwa dan ruh. Terima kasih, Nduk… Telah […]
Dalam lengang ruang sempit itu. Anganku mengembara sejauh rimba belantara. Berjumpa sungai-sungai jernih ramah. Menapaki jalan setapak berhiaskan bunga-bunga liar indah di tepinya. Dalam sepi ruang suram itu. Anganku bepergian menjelajahi padang rumput hijau. Bertelanjang kaki menikmati sisa-sisa embun pagi. Bertemu pohon besar rimbun teduh, di bawahnya ku buka keranjang sarapanku. Dalam hening ruang tua […]
Ideal itu nanti, di kehidupan sesudah mati. Disini, di bumi renta ini, baiknya memantas diri. Supaya kelak, Bumi Baru boleh dimasuki. Ideal di bumi ini, sejatinya belum dimengerti. Segalanya tergantung pada cara pandang dan persepsi. Tergantung kasih semesta yang setia pada tatanan diri. Ideal itu nanti, di balik kesudahan diri. Ketika segala yang fana melayang […]