KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • Berita Alineaku
  • Bisnis
  • Branding
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Moralitas
  • Motivasi
  • Novel
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Politik
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Beranda » Artikel » Rambu-rambu Ukhuwah (Persaudaraan) 2

    Rambu-rambu Ukhuwah (Persaudaraan) 2

    BY 28 Des 2022 Dilihat: 186 kali

    Oleh: Syukriyah Nabhan

    Masih tentang rambu-rambu ukhuwah, bila dalam pembahasan terdahulu adalah tentang hak-hak saudara kita, maka untuk pembahasan mendatang, adalah tentang larangan-larangan, yang harus kita hindari.

    Hal-hal yang bila kita lakukan, dapat merusak persaudaraan bahkan menghancurkannya. Islam telah memberikan petunjuk agar kita menjaga persaudaraan dengan baik dan berhati-hati dalam bergaul.

    Setelah Allah Subhanahu wa Taala menjelaskan di dalam surah Al-Hujuraat;10, bahwa semua orang mukmin bersaudara. Kemudian dilanjutkan dengan ayat 11-13, yang merupakan rambu-rambu pergaulan.

    Marilah kita pelajari tentang hal-hal perusak ukhuwah:

    1. Larangan mengolok-olok.

    Allah Subhanahu wa Taala berfirman:

    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok). Dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diolok-olok) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok)…” (QS. Al-Hujuraat;11).

    Mengolok-olok orang lain biasanya adalah karena merasa lebih baik (sombong). Dan Allah sangat murka kepada manusia yang bersikap sombong, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah:

    “Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.” (QS. Luqman;18).

    1. Larangan mencela.

    Allah Subhanahu wa Taala berfirman:

    “… Dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri…” (QS. Al-Hujuraat;11).

    Maksud dari mencela diri sendiri adalah mencela antar sesama mukmin, karena hakikatnya orang mukmin itu bagaikan satu tubuh. Bila menyakiti mukmin yang lain, sama dengan menyakiti dirinya sendiri.

    1. Larangan memanggil dengan gelar yang buruk.

    Allah Subhanahu wa Taala berfirman:

    “… Dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah beriman, dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Hujuraat;11).

    1. Larangan prasangka buruk.

    Allah Subhanahu wa Taala berfirman:

    “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya prasangka itu adalah dosa…” (QS. Al-Hujuraat;12).

    Imam Malik meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, ia mengatakan bahwa Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda:

    “Jauhilah prasangka, karena sesungguhnya prasangka adalah perkataan yang paling dusta…”

    1. Larangan tajassus (mencari-cari kesalahan orang lain.

    Allah Subhanahu wa Taala berfirman:

    “…Janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain…” (QS. Al-Hujuraat;12).

    1. Larangan ghibah.

    Allah Subhanahu wa Taala berfirman:

    “… Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujuraat;12).

    Terdapat peringatan keras dalam masalah ghibah, hingga Allah menyamakan pelakunya dengan orang yang memakan daging bangkai saudaranya sendiri.

    1. Larangan berbuat zalim.

    Rasulullah Shalallahu alaihi wassallam bersabda: “Orang muslim adalah saudara muslim yang lain, tidak menzaliminya dan tidak pula membiarkannya dizalimi.”

    1. Larangan dengki dan bersaing tidak sehat.

    Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda:

    “Jauhilah prasangka karena sesungguhnya prasangka adalah perkataan paling dusta. Janganlah kalian saling memata-matai, janganlah kalian saling mencuri informasi. Janganlah saling bersaing (yang tidak sehat). Janganlah saling mendengkur, jangan saling membenci dan jangan saling membelakangi. Tetapi jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara.”

    1. Larangan saling memboikot.

    Sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam:

    “Janganlah kalian saling memboikot, janganlah saling iri, tapi jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. Dan tidaklah halal bagi seorang beragama Islam (muslim) untuk bersikap diam (tidak saling tanya) terhadap saudaranya lebih dari tiga hari.”

    Tentu masih banyak lagi rambu-rambu ukhuwah yang perlu kita pelajari. Namun hal-hal di atas cukuplah memberikan gambaran, betapa Islam menjunjung tinggi persaudaraan, hingga secara detail memberikan petunjuk tentang larangan-larangan perbuatan yang dapat merusak ukhuwah.

    Kami tutup pembahasan tentang rambu-rambu ukhuwah, dengan sebuah ayat yang merupakan penegasan tentang ukuran kemuliaan seseorang dalam kehidupan sosial menurut Islam,  sebagaimana firman Allah:

    “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-Hujuraat;13).

    Bagikan ke

    Comment Closed: Rambu-rambu Ukhuwah (Persaudaraan) 2

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Part 14: Kopi Klotok Pagi hari yang cerah, secerah hati Rani dan semangat yang tinggi menyambut keseruan hari ini. Ia bersenandung dan tersenyum sambil mengiris bahan untuk membuat nasi goreng. Tante, yang berada di dekat Rani, ikut tersenyum melihat Rani yang bersenandung dengan bahagia. “Rani, kamu ada rasa tidak sama Rama? Awas, ya. Jangan suka […]

      Sep 18, 2024
    • Part 13 : Candi Borobudur Keesokan harinya Rama sibuk mencari handphone yang biasa membangunkannya untuk berolahraga disaat Rama berada di Jogja. Rama tersenyum dan semangat untuk bangun, membersihkan diri dan segera membereskan kamarnya. Tidak lupa Rama juga menggunakan pakaian yang Rapih untuk menemui Rani hari ini. Sementara Rani seperti biasa masih bermalas-malasan di dalam kamarnya […]

      Sep 07, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021