KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • Berita Alineaku
  • Bisnis
  • Branding
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Moralitas
  • Motivasi
  • Novel
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Politik
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Beranda » Artikel » Status Sosial Menjadi Tolak Ukur

    Status Sosial Menjadi Tolak Ukur

    BY 04 Jan 2023 Dilihat: 270 kali

    Penulis : Suryani Lulies Kabes (Member KMO Alineaku)

    Semakin maraknya perkawinan diusia dini, merupakan fenomena yang tak dapat dipungkiri dalam kehidupan masyarakat saat ini. Yang makin meningkat di berbagai suku di Indonesia, khususnya suku – suku yang mendiami wilayah Kabupaten Fak fak, Menimbulkan dampak perubahan dan mengurangi intensitas status sosial pada lingkungan sekitar yang sangat berpengaruh pada keluarga itu sendiri mulai dari sistem reproduksi, pendidikan, ekonomi, dan perlindungan anak dibawah umur.

    Bahkan hal tersebut dapat mengubah pola hidup. Dimana hal memiliki dampak atau pengaruh positif maupun negatif. Dampak yang ditimbulkan diantaranya; tingkat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang semakin tinggi, menurunnya sistem kesehatan reproduksi yang berpengaruh pada kesehatan yang menambah angka kematian ibu dan anak,  serta tindakan kawin cerai yang berpengaruh pada masa depan dan tumbuh kembang anak yang menjadi korban tindakan ini. Jika dilihat dari sisi lain, penyelamatan martabat keluarga, serta nama baik  serta status hubungan sosial dari kedua bela pihak.  

    Terkadang hal ini menjadi solusi atau jalan pintas, menjadi sasaran atau tindakan yang diambil untuk menyelamatkan status sosial anak dan menyelamatkan nama baik  keluarga, agar diketahui secara resmi oleh masyarakat terlebih dilingkungan tempat tinggal dan lingkungan keluarga.

    Adapun beberapa faktor – faktor yang sangat berpotensi memicu kasus ini antara lain; 

    1. Minimnya pemahaman makna perkawinan
    2.  Penyalahgunaan teknologi informasi
    3. Tingkat pergaulan bebas
    4. Rasa Ingin tahu yang berlebihan

    Dalam tiap individu maupun kelompok masyarakat, tentunya menginginkan yang terbaik bagi anak, anaknya dengan memberikan wejangan, atau titah, serta arahan namun tingkat kesadaran dan pemahaman diusia yang yang tergolong masih labil dimana masa-masa percobaan, dan penyalahgunaan sistem informasi menjadi salah satu pemicu timbulnya pergaulan bebas. Sehingga hal ini menjadi perhatian yang perlu dikaji dan dievaluasi dalam tingkat keluarga maupun masyarakat.

    Upaya – upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi kasus ini, perlu adanya sosialisasi di tingkat sekolah mulai dari masa peralihan SMP-SMA, dilingkungan masyarakat di tingkat kelurahan dan kampung, dan peran aktif orang tua sangat penting sekali bagi perkembangan mental dan jiwa dari anak-anak.


    “Naskah ini merupakan kiriman dari peserta KMO Alineaku, isi naskah sepenuhnya merupakan tanggungjawab penulis”

    Bagikan ke

    Comment Closed: Status Sosial Menjadi Tolak Ukur

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Part 14: Kopi Klotok Pagi hari yang cerah, secerah hati Rani dan semangat yang tinggi menyambut keseruan hari ini. Ia bersenandung dan tersenyum sambil mengiris bahan untuk membuat nasi goreng. Tante, yang berada di dekat Rani, ikut tersenyum melihat Rani yang bersenandung dengan bahagia. “Rani, kamu ada rasa tidak sama Rama? Awas, ya. Jangan suka […]

      Sep 18, 2024
    • Part 13 : Candi Borobudur Keesokan harinya Rama sibuk mencari handphone yang biasa membangunkannya untuk berolahraga disaat Rama berada di Jogja. Rama tersenyum dan semangat untuk bangun, membersihkan diri dan segera membereskan kamarnya. Tidak lupa Rama juga menggunakan pakaian yang Rapih untuk menemui Rani hari ini. Sementara Rani seperti biasa masih bermalas-malasan di dalam kamarnya […]

      Sep 07, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021