KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Antalogi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » Jangan Terlalu Baik Part 2

    Jangan Terlalu Baik Part 2

    BY 28 Jun 2026 Dilihat: 5 kali
    Jangan Terlalu Baik_alineaku

    Bab 2: Suara-Suara yang Sama

     

    Hidup Zhu terasa seperti berjalan di antara gema dalam beberapa minggu setelah rapat itu. Seringkali, komentar, ejekan, dan asumsi yang lama muncul secara tiba-tiba, seolah-olah mereka menunggu kesempatan untuk mengisi kembali ruang yang telah kosong. Suara-suara ini bukan yang baru; mereka telah mengiringi dia sejak kecil. Sekarang ia mulai mencatatnya daripada menganggap semuanya benar.

    Daftar tugas, notulen rapat, dan kopi yang diambil bergantian adalah kebiasaan di kantor. Namun, Zhu menganggap setiap interaksi kecil sebagai ujian. Ia belajar membaca nada, mengamati siapa yang menggunakan keramahan sebagai umpan, siapa yang memakai kepedulian sebagai alat. Tampak bahwa beberapa rekan lebih ramah, tetapi senyumannya selalu menyimpan permintaan di belakang kata-katanya.

    Satu sore, saat ia sedang menata arsip, kolega lamanya, Sinta, mendekatinya dengan suara yang sepertinya berbagi rahasia.

    Sinta berbisik ringan, “Zhu, minggu depan anakku akan mengadakan acara amal sekolah.” Bisakah desain undangannya membantu? Saya menyadari keterampilan Anda dalam tata letak.

    Berusaha mengevaluasi, Zhu menoleh. Sebenarnya, Sinta memiliki kemampuan desain grafis yang ia pelajari dengan bekerja lembur, yang membantunya terlihat lebih baik. Namun, ada pola yang akrab di balik permintaan itu: bantuan kecil saat ini, permintaan yang lebih besar di masa depan, dan komentar sinis jika ia menolak.

    “Bisa, Sinta,” kata Zhu dengan santai. Namun, aku sedang menyelesaikan laporan besar minggu depan. Saya dapat menawarkan bantuan setelah pekan berikutnya, atau saya dapat menyarankan template yang dapat digunakan dengan cepat.

    Sinta tersenyum, agak kecewa, tetapi menerimanya. Bukan karena Zhu menolak, tetapi karena dia secara jujur menunda dan memberi alternatif, percakapan singkat itu terasa seperti kemenangan kecil baginya. Ia merasa memiliki kebebasan baru: dengan lembut menolak tanpa merasa bersalah.

    Kenangan kembali dari keluarga dan sekolah juga. Ia ingat bagaimana ibunya sering mengalah untuk menjaga rumah tetap damai, dan bagaimana setiap pertengkaran berakhir dengan ibunya memikul tanggung jawab atas setiap perselisihan kecil. “Tidak” jarang diucapkan di rumah. Keluarga kecil itu menganggap wajar untuk menahan perasaan; mengungkapkan ketidaksetujuan dianggap mengacaukan keseimbangan. Zhu semakin menyadari ketidakseimbangan yang disembunyikan oleh kata-kata baik.

    Suatu sore, ibunya menelepon, dengan suara hangat dan menenangkan yang membawa tuntutan tak langsung.

    Dalam telepon, ibu bertanya, “Zhu, Bu Nina tetangga sebelah sakit, bisa tolong belikan lauk untuk pasien?” Mungkin ada waktu luang di sore hari.

    Sebelum memberikan tanggapan, Zhu menahan jeda. Ia sibuk dan penuh, tetapi ia menyadari bahwa menolak ibu berbeda dari menolak rekan. Ini soal dinamika kasih sayang yang rumit.

    Ibu, aku punya beberapa tugas yang harus diselesaikan sore ini, kata Zhu. Saya bisa mengirimkan pesan makanan ke Bu Rina atau membantu mengatur kunjungan besok pagi.

    Setelah terdengar ragu, ibu menghela napas pelan, berkata, “Baiklah, nak.” Jika begitu, tolong atur besok.

    Mereka menutup telepon dengan hangat, tetapi bagi Zhu, momen itu menguji batas batinnya: menolak keluarga terasa seperti mengkhianati kasih, meskipun sebenarnya ia sedang belajar menjaga kapasitas agar tidak habis.

    Seiring berjalannya waktu, Zhu mulai mencatat variasi dalam jurnalnya. Ia menuliskan jenis-jenis permintaan yang membuatnya letih: yang datang tanpa tawar-menawar, yang memaksa rasa bersalah sebagai alat, yang meminta tanpa memberi batasan waktu atau imbalan. Daftar itu bukan tindakan kasar, menurut Zhu. Sebaliknya, itu seperti peta yang menunjukkan rute mana yang aman dan mana yang berisiko.

    Arman adalah rekan kerja yang namanya sering muncul di catatannya di tempat kerja. Arman tidak selalu berinteraksi dengan cara yang negatif, tetapi ia cenderung memberi tekanan pada orang yang paling mudah disetir. Pada pertemuan kecil tim, Arman memberi Zhu tugas tambahan dengan alasan “kamu lebih rapi”.

    “Kamu yang bereskan saja, ya. Nanti biar cepat selesai,” kata Arman sambil menyusun dokumen di meja Zhu.

    Zhu mengamati dokumen selama beberapa saat. Ia menahan diri, meskipun ada rasa lama yang ingin mengalah segera. Ia ingat rencana kecilnya: menunda atau menolak.

    “Maaf, aku sedang menyelesaikan tugas lain yang tenggatnya sama,” kata Zhu dengan sopan dan tegas. Kita bisa mengatur ulang penyelesaian atau meminta bantuan tim jika perlu cepat.

    Arman mengangkat alisnya, sedikit terganggu, tetapi dia tidak bisa menekan langsung. Dari sudut ruangan, Rafi, rekan kerja lain, tersenyum mendukung. Ini adalah tindakan sederhana yang membuat beberapa udara lebih ringan. Sekali lagi, menolak dengan alasan dan memberikan pilihan lain membuat perbedaan, bukan memutus hubungan, hanya menciptakan harapan.

    “Kamu yang bereskan saja, ya. Nanti biar cepat selesai,” kata Arman sambil menyusun dokumen di meja Zhu.

    Zhu mengamati dokumen selama beberapa saat. Ia menahan diri, meskipun ada rasa lama yang ingin mengalah segera. Ia ingat rencana kecilnya: menunda atau menolak.

    “Maaf, aku sedang menyelesaikan tugas lain yang tenggatnya sama,” kata Zhu dengan sopan dan tegas. Kita bisa mengatur ulang penyelesaian atau meminta bantuan tim jika perlu cepat.

    Arman mengangkat alisnya, sedikit terganggu, tetapi dia tidak bisa menekan langsung. Dari sudut ruangan, Rafi, rekan kerja lain, tersenyum mendukung. Ini adalah tindakan sederhana yang membuat beberapa udara lebih ringan. Sekali lagi, menolak dengan alasan dan memberikan pilihan lain membuat perbedaan, bukan memutus hubungan, hanya menciptakan harapan.

     

     

    Kreator : Dwi Lestari

    Bagikan ke

    Comment Closed: Jangan Terlalu Baik Part 2

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021