KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Antalogi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » Jangan Terlalu Baik Part 4

    Jangan Terlalu Baik Part 4

    BY 28 Jun 2026 Dilihat: 6 kali
    Jangan Terlalu Baik_alineaku

    Bab 4: Menarik Diri

     

    Setelah sejumlah peristiwa yang terjadi di kantor, ada jeda alami dalam hidup Zhu yang terasa seperti istirahat panjang. Ia mulai menyadari bahwa mundur kadang-kadang adalah upaya merawat diri untuk mencegah energi terkuras tanpa henti. Menjaga jarak bukan sekadar fisik; itu juga menata ulang hubungan sehingga dia dapat melihat siapa yang benar-benar hadir untuknya, bukan hanya untuk keuntungan.

    Pagi-pagi, saat ingin menenangkan kepala, ia memilih untuk pergi ke kantor melalui taman kecil. Burung pipit berkumpul di bangku tua yang menghadap kolam. Dia dapat berkonsentrasi dengan tenang saat duduk di bangku itu. Ia menghabiskan 15 menit untuk membaca artikel singkat tentang batas pribadi dan manajemen waktu, lalu mencatat beberapa ide praktis: mengatur waktu, menetapkan hari tanpa kerja tambahan, dan menetapkan batas pada komunikasi setelah jam kerja.

    Perubahan kecil mulai terlihat di kantor. Jadwal yang padat membuatnya menolak bergabung dengan kelompok kerja yang sering menyurutkan waktu pribadinya. Setelah jam tertentu, ia mematikan notifikasi telepon. Ia kadang-kadang menolak pergi ke acara nongkrong, yang sering mengarah pada percakapan yang merendahkan. Menolak hal-hal kecil itu terasa seperti latihan otot; awalnya kaku, lalu semakin kuat.

    Ada berbagai reaksi terhadap lingkungan. Beberapa kolega memahami dan mengizinkan; mereka menghargai kebijakan barunya. Namun, ada beberapa orang yang menganggapnya sebagai sikap dingin. Suatu sore, ketika ia menolak untuk pergi ke makan malam tim karena harus menyelesaikan proyek pribadi, salah satu rekan secara serius dan setengah bercanda mengatakan kepadanya bahwa ia harus pergi.

    “Kamu sekarang jadi sulit diajak, Zhu. Kita kira kamu berubah jadi orang baru,” kata rekan.

    “Aku hanya sedang atur prioritas,” jawab Zhu setelah menoleh sejenak.

    Komentar itu terdiam begitu saja. Ia menyadari bahwa orang akan menyayangkan atau menuduh dia egois, tetapi ia juga menyadari bahwa menjadi jujur dengan batas pribadinya adalah investasi yang menguntungkan dalam jangka panjang.

    Menutup diri tidak selalu berarti menarik diri. Zhu mencari kelompok orang yang cocok dengan minat dia; sebuah kelompok akhir pekan kecil yang berbicara tentang desain kreatif dan literasi digital. Di sana ia bertemu dengan orang-orang yang sopan dan menghormati batasan: mereka bekerja sama tanpa menuntut sesuatu yang tidak dapat mereka lakukan tanpa persetujuan. Interaksi seperti ini menunjukkan bahwa ada tempat di mana dia dapat tumbuh tanpa dikonsumsi.

    Di rumah, ia memasak sendiri untuk pertama kali dalam minggu itu; aktivitas sederhana yang memberi rasa pencapaian. Mengiris, mengaduk, dan mencicipi adalah proses memasak yang menyenangkan. Pikirannya lebih mudah terurai ketika lidahnya terkonsentrasi pada rasa. Selain itu, ia mulai meluangkan waktu untuk hobi lama yang sering dilupakannya: membuat gambar dan membuat sampul buku kecil yang ia simpan di laci.

    Menjauh tidak selalu membuat masalah hilang. Beberapa orang terus mendekatinya karena kesempatan, bukan karena mereka menyukainya. Seorang teman dari kantor, yang dulunya sering mengandalkannya untuk pekerjaan tambahan, mulai mengirimkan pesan akhir pekan yang meminta bantuan.

    Apakah ia akan terjebak kembali dalam pola lama, menurut pesan singkat itu? Beberapa jam berlalu sebelum Zhu memberi jawaban. Ia menulis jawaban yang sopan namun jelas setelah menilai kapasitasnya.

    “Maaf, saya memiliki agenda lain akhir pekan ini,” balas Zhu. Senin pagi, saya dapat membantu jika diperlukan. Jika tidak, Anda mungkin ingin memeriksa panduan yang saya buat sebelumnya.

    Jawaban itu mudah dipahami, tidak menyinggung, dan menawarkan opsi lain. Meskipun kecewa, pengirim pesan mendesah. Dia mendapatkan kembali perasaan kendali setelah tindakan kecil itu.

    Dia menulis tentang perbedaan antara menarik diri untuk menghindar dan menarik diri untuk merawat pada malamnya saat menulis jurnal. Menjaga batas berarti memprioritaskan diri sendiri sambil mempertimbangkan kemungkinan manfaat. “Jarak memberi ruang agar aku bisa memilih bagaimana dan kepada siapa memberikan kebaikan,” tulisnya dalam catatan.

     

    Menarik diri telah membuka matanya: tidak semua hubungan harus dipertahankan dan tidak semua permintaan harus dipenuhi. Dia dapat menggunakan waktu dan energinya untuk hal-hal yang benar-benar penting sebagai hasil dari keputusan itu.

     

     

    Kreator : Dwi Lestari (Ana Phan)

    Bagikan ke

    Comment Closed: Jangan Terlalu Baik Part 4

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021