Bab 4: Menarik Diri
Setelah sejumlah peristiwa yang terjadi di kantor, ada jeda alami dalam hidup Zhu yang terasa seperti istirahat panjang. Ia mulai menyadari bahwa mundur kadang-kadang adalah upaya merawat diri untuk mencegah energi terkuras tanpa henti. Menjaga jarak bukan sekadar fisik; itu juga menata ulang hubungan sehingga dia dapat melihat siapa yang benar-benar hadir untuknya, bukan hanya untuk keuntungan.
Pagi-pagi, saat ingin menenangkan kepala, ia memilih untuk pergi ke kantor melalui taman kecil. Burung pipit berkumpul di bangku tua yang menghadap kolam. Dia dapat berkonsentrasi dengan tenang saat duduk di bangku itu. Ia menghabiskan 15 menit untuk membaca artikel singkat tentang batas pribadi dan manajemen waktu, lalu mencatat beberapa ide praktis: mengatur waktu, menetapkan hari tanpa kerja tambahan, dan menetapkan batas pada komunikasi setelah jam kerja.
Perubahan kecil mulai terlihat di kantor. Jadwal yang padat membuatnya menolak bergabung dengan kelompok kerja yang sering menyurutkan waktu pribadinya. Setelah jam tertentu, ia mematikan notifikasi telepon. Ia kadang-kadang menolak pergi ke acara nongkrong, yang sering mengarah pada percakapan yang merendahkan. Menolak hal-hal kecil itu terasa seperti latihan otot; awalnya kaku, lalu semakin kuat.
Ada berbagai reaksi terhadap lingkungan. Beberapa kolega memahami dan mengizinkan; mereka menghargai kebijakan barunya. Namun, ada beberapa orang yang menganggapnya sebagai sikap dingin. Suatu sore, ketika ia menolak untuk pergi ke makan malam tim karena harus menyelesaikan proyek pribadi, salah satu rekan secara serius dan setengah bercanda mengatakan kepadanya bahwa ia harus pergi.
“Kamu sekarang jadi sulit diajak, Zhu. Kita kira kamu berubah jadi orang baru,” kata rekan.
“Aku hanya sedang atur prioritas,” jawab Zhu setelah menoleh sejenak.
Komentar itu terdiam begitu saja. Ia menyadari bahwa orang akan menyayangkan atau menuduh dia egois, tetapi ia juga menyadari bahwa menjadi jujur dengan batas pribadinya adalah investasi yang menguntungkan dalam jangka panjang.
Menutup diri tidak selalu berarti menarik diri. Zhu mencari kelompok orang yang cocok dengan minat dia; sebuah kelompok akhir pekan kecil yang berbicara tentang desain kreatif dan literasi digital. Di sana ia bertemu dengan orang-orang yang sopan dan menghormati batasan: mereka bekerja sama tanpa menuntut sesuatu yang tidak dapat mereka lakukan tanpa persetujuan. Interaksi seperti ini menunjukkan bahwa ada tempat di mana dia dapat tumbuh tanpa dikonsumsi.
Di rumah, ia memasak sendiri untuk pertama kali dalam minggu itu; aktivitas sederhana yang memberi rasa pencapaian. Mengiris, mengaduk, dan mencicipi adalah proses memasak yang menyenangkan. Pikirannya lebih mudah terurai ketika lidahnya terkonsentrasi pada rasa. Selain itu, ia mulai meluangkan waktu untuk hobi lama yang sering dilupakannya: membuat gambar dan membuat sampul buku kecil yang ia simpan di laci.
Menjauh tidak selalu membuat masalah hilang. Beberapa orang terus mendekatinya karena kesempatan, bukan karena mereka menyukainya. Seorang teman dari kantor, yang dulunya sering mengandalkannya untuk pekerjaan tambahan, mulai mengirimkan pesan akhir pekan yang meminta bantuan.
Apakah ia akan terjebak kembali dalam pola lama, menurut pesan singkat itu? Beberapa jam berlalu sebelum Zhu memberi jawaban. Ia menulis jawaban yang sopan namun jelas setelah menilai kapasitasnya.
“Maaf, saya memiliki agenda lain akhir pekan ini,” balas Zhu. Senin pagi, saya dapat membantu jika diperlukan. Jika tidak, Anda mungkin ingin memeriksa panduan yang saya buat sebelumnya.
Jawaban itu mudah dipahami, tidak menyinggung, dan menawarkan opsi lain. Meskipun kecewa, pengirim pesan mendesah. Dia mendapatkan kembali perasaan kendali setelah tindakan kecil itu.
Dia menulis tentang perbedaan antara menarik diri untuk menghindar dan menarik diri untuk merawat pada malamnya saat menulis jurnal. Menjaga batas berarti memprioritaskan diri sendiri sambil mempertimbangkan kemungkinan manfaat. “Jarak memberi ruang agar aku bisa memilih bagaimana dan kepada siapa memberikan kebaikan,” tulisnya dalam catatan.
Menarik diri telah membuka matanya: tidak semua hubungan harus dipertahankan dan tidak semua permintaan harus dipenuhi. Dia dapat menggunakan waktu dan energinya untuk hal-hal yang benar-benar penting sebagai hasil dari keputusan itu.
Kreator : Dwi Lestari (Ana Phan)
Comment Closed: Jangan Terlalu Baik Part 4
Sorry, comment are closed for this post.