BAB 10: MAHKOTA, PENYEMBUHAN, DAN BAYANGAN
Satu minggu setelah perang. Salju di Ardentia mencair untuk pertama kalinya dalam 8 tahun.
- MAHKOTA BARU
Balai Besar Istana. Bukan pesta. Upacara.
Semua rakyat berkumpul. Tidak ada tawa palsu.
Alistair berdiri di singgasana. Di sebelahnya kursi kosong.
“Hari ini,” suara Raja menggema, “kerajaan ini mengembalikan mahkotanya kepada pemilik yang sah.”
Pintu terbuka.
Seraphina masuk. Gaun putih perak. Rambutnya dikepang bunga es.
Leon dan Lyra menggandeng tangannya.
Seluruh aula terdiam. Lalu… berlutut.
Alistair mengambil mahkota salju. Mahkota yang dulu dia paksa lepas dari kepala Seraphina 8 tahun lalu.
Dia menyelamatkannya perlahan. “Untuk Ratu Seraphina dari Ardentia.”
Seraphina menatap rakyatnya. “Aku bukan kembali untuk membalas. Aku kembali… untuk membangun.”
Tepuk tangan. Tangis.
Untuk pertama kalinya, istana terasa hangat.
- SISA 3 KEPING: PENYEMBUHAN
Malamnya, di taman istana.
Seraphina duduk dengan 3 keping kertas terakhir di pangkuannya.
Keping 5: MEMPERBAIKI
Dia menulisnya dengan air mata, lalu membakarnya.
Retakan di tembok istana, ladang yang mati, hati rakyat yang terluka… perlahan sembuh.
Keping 6: MEMAAFKAN DIRI
Untuk dirinya sendiri. Untuk 8 tahun kebencian.
Kalung darahnya retak, lalu berubah menjadi kalung bunga es.
Keping 7: CINTA
Yang terakhir. Dia menatap Alistair yang duduk menemaninya.
Dengan darah dari goresan kecil di jarinya, dia menulis: “CINTA”
Dia tidak membakarnya. Dia memberikannya pada Alistair.
“Aku memilih ini,” bisiknya. “Keluarga.”
Alistair mencium keningnya. “Akhirnya pulang.”
- SELENE DI PENJARA ES
Di bawah istana. Penjara Es terdalam.
Tidak ada cahaya. Hanya es dan rantai.
Selene duduk di pojok. Zirah merahnya sudah dilepas.
Tangannya menggenggam pecahan cermin kecil.
Dia tersenyum. “Ratu? Hah. Tunggu saja.”
Dia menggoreskan darahnya ke pecahan cermin. Membisikkan mantra terlarang.
Cermin itu berkedip. Menunjukkan bayangan seseorang bertopeng hitam di luar kerajaan.
“Belum selesai, Seraphina,” bisik Selene. “Ini baru babak satu.”
Cermin pecah.
—
EPILOG BAB 10
Sebulan kemudian.
Ardentia dipenuhi bunga es.
Leon belajar sihir dari Alistair. Lyra menanam bunga di makam Nenek.
Seraphina dan Alistair berdansa lagi di Aula Es. Kali ini tanpa topeng.
Bunga es mekar di seluruh lantai.
Tapi di kejauhan, di luar perbatasan…
Seekor burung gagak hitam membawa pecahan cermin. Terbang menuju utara.
Kreator : Nadya Putri
Comment Closed: Bab 10 Mahkota dari darah dan salju
Sorry, comment are closed for this post.