KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Antalogi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Self-Improvement
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » Bab 11 dari novel Sihir Tanah Fajar Perjalanan 9 bintang

    Bab 11 dari novel Sihir Tanah Fajar Perjalanan 9 bintang

    BY 24 Sep 2026 Dilihat: 3 kali
    Sihir Tanah Fajar_alineaku

    BAB 11: LEMBAH TULANG DAN ORANG YANG PALING KAU BENCI

     

    LEMBAH TULANG

     

    Tiga minggu dari Kota Cermin.

     

    Tidak ada tanah. Yang ada hanya tulang. Tulang manusia, tulang hewan, bertumpuk setinggi bukit.  

    Angin di sini tidak bersuara. Karena semua yang hidup sudah mati.

     

    “Benih Kedelapan ada di sini,” kata Lyra suaranya gemetar. “Benih Kebencian.”

     

    Tim 12 berhenti. Tio menutup mata. “Baunya… marah.”

     

    Veyrin jalan paling depan. Tangannya dingin lagi. Bukan karena sihir. Karena takut.  

    “Aku hafal tempat ini,” bisiknya. “Aku pernah dikubur di sini.”

     

    MEMBONGKAR SIAPA “?”

     

    Di tengah lembah ada tahta dari tulang. Dan di atasnya duduk seseorang.

     

    Perempuan. Jubah hitam. Wajah tertutup kerudung.  

    Di pangkuannya ada Benih Kedelapan. Berdenyut hitam.

     

    Dia menoleh. Tersenyum.

     

    Wajahnya… Selene.

     

    Semua terdiam.

     

    “Selamat datang, keluarga,” kata Selene palsu. “Lama tidak bertemu.”

     

    Selene yang asli maju. “Siapa kau?”

     

    Perempuan itu melepas kerudung. Wajahnya sama persis. Tapi matanya merah.  

    “Aku Selene,” katanya. “Selene yang kau tinggalkan 20 tahun lalu.”

     

    Veyrin mundur. “Tidak… Selene tidak pernah…”

     

    “Benar,” potong Selene palsu. “Karena yang kau cintai itu Selene yang baru. Yang pemaaf. Yang suci.”

     

    Dia berdiri. “Aku Selene yang kau khianati. Yang kau pilih mati daripada ikut denganmu.”

     

    VEYRIN BELAJAR MENERIMA MASA LALUNYA

     

    Flashback pecah di udara.

     

    20 tahun lalu. Veyrin muda memohon. “Kabur denganku!”  

    Selene muda menggeleng. “Aku tidak bisa. Aku harus melindungi desa.”  

    Veyrin berteriak. “Kalau begitu mati saja!”

     

    Dan dia pergi. Meninggalkan Selene di tengah serangan.

     

    Selene palsu menatap Veyrin. 

     

    “Kebencian itu aku tanam di sini. Setiap malam aku berteriak. Sampai Benih ini lahir dari darahku.”

     

    “Jadi surat ‘?’ dari kamu?” tanya Talia.

     

    “Tidak,” Selene palsu tertawa. “Aku hanya pion. Ada yang memintaku melakukan ini.”

     

    Dia melempar surat. Isinya:  

    Empat sudah selesai. Dua lagi.  

    Yang terakhir ada di Puncak Petir.  

    Dan dia adalah dirimu yang paling kau takutkan.  

    – ?

     

    Veyrin mengepalkan tangan. “Cukup.”

     

    LATIHAN SIHIR GABUNGAN TIM 12

     

    Tulang-tulang bangkit. Menjadi prajurit.

     

    “Formasi!” teriak Leon.

     

    Tapi kali ini Veyrin yang maju duluan. Tidak pakai marah.  

    Dia berdiri di depan Selene yang asli. Melindungi.

     

    “Aku yang salah,” kata Veyrin lantang. “Aku yang lari. Aku yang pengecut.”

     

    Dia menatap Selene palsu. “Dan aku minta maaf. 20 tahun terlambat.”

     

    Selene palsu tertawa. “Permintaan maaf tidak menghidupkanku kembali!”

     

    “Tidak,” kata Veyrin. “Tapi dia bisa membuatku hidup.”

     

    Eira, Aira, Tio, Talia, semuanya maju. Berdiri di belakang Veyrin.

     

    Dua belas cahaya menyatu. Bukan untuk menghancurkan. Untuk mengingat.

     

    Cahaya itu menyentuh Selene palsu. Wajahnya berubah. Menjadi muda lagi.  

    “Aku… aku capek benci,” bisiknya.

     

    Lalu dia menangis. Tubuhnya hancur jadi kelopak bunga putih.  

    Benih Kedelapan jatuh. Tidak pecah. Dia berubah jadi kalung tulang kecil.

     

    Selene yang asli mengambilnya. Memakai di leher. “Aku memaafkanmu. Dan aku memaafkan diriku.”

     

    Veyrin jatuh berlutut. Menangis untuk pertama kalinya tanpa menahan.

     

    SURAT KEENAM

     

    Di tahta tulang ada surat terakhir.

     

    Isinya:  

    Lima sudah selesai. Satu lagi.  

    Yang terakhir ada di Puncak Petir.  

    Dan dia menunggumu sendirian.  

    – ?

     

    Tio memegang surat itu. “Tulisannya sama. Tapi tintanya… darah.”

     

    Veyrin berdiri. Matanya sudah tidak kosong.  

    “Berarti kita hampir selesai.”

     

    Eira menatap kompas. “Tujuan terakhir: Puncak Petir.”

     

    Veyrin mengangguk. “Berangkat. Tim 12. Untuk terakhir kalinya.”

     

    Di belakang, Lembah Tulang runtuh. Dari reruntuhannya tumbuh bunga putih.

     

     

     

    Kreator : Nadya Putri

    Bagikan ke

    Comment Closed: Bab 11 dari novel Sihir Tanah Fajar Perjalanan 9 bintang

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021