KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Antalogi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Self-Improvement
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » Bab 13. Antara Cinta, Kehilangan dan Sebuah Harapan

    Bab 13. Antara Cinta, Kehilangan dan Sebuah Harapan

    BY 03 Sep 2026 Dilihat: 14 kali
    Pertemuan_alineaku

    “Terima kasih sudah diantar,” ucap Kaisya seraya tersenyum dan disambut senyuman hangat Gian serta Mikayla yang tampak begitu bahagia.

    “Sama-sama, Kay. Titip salam untuk Ridho dan Putra,” kata Gian. Kaisya hanya mengangguk sebagai jawaban.

    Setelah mengantar Kaisya pulang, Gian kembali melajukan mobilnya setelah ia parkirkan menuju arah kembali. Gian merasakah tidak enak hati. Ya, ia tahu diri jika wanita itu sudah berkeluarga.

    Sementara di kursi sampingnya, Mikayla sibuk memeluk boneka kelinci berwarna putih yang baru saja dibelinya. Senyum gadis kecil itu tak pernah lepas sejak keluar dari rumah makan.

    “Ayah?”

    “Iya, sayang?”

    “Bu Kaisya baiiik banget, hari ini Kay bener-bener seneng,” seru Mikayla.

    “Syukurlah kalo Kayla seneng,” balas Gian melihat ke arah anaknya yang duduk di kursi samping. Lantas kembali melihat ke jalan raya.

    “Ayah?”

    “Hemm,”

    “Tau gak, waktu pertama kali ketemu.  Kay merasa kalau Bu Kaiysa adalah guru yang menakutkan,” seru Mikayla membuat Gian mengerutkan dahinya.

    “Kenapa, gitu sayang?”

    “Iya, Ayah gak bisa membayangkan gimana tegangnya Kay maju ke depan memperkenalkan diri di hadapan teman-teman,” kenang Mikayla. “Apalagi ketika Kay memberikan kue rasanya seneng tapi karena hal itu jadi bahan perbincangan di kelas katanya menyogok Bu Kaisya,” lanjutnya dengan wajah murung.

    “Sudahlah, sayang. Jangan di inget-inget lagi. Kan sekarang sayangnya Ayah lagi seneng,” seru Gian.

    “Iya, juga sih,” ujar Mikayla seraya memeluk bonekanya. “Andaikan Bu Kaisya belum menikah.”

    Kata-kata yang dilontarkan Mikayla membuat Gian memegang erat setirnya. “Jangan bicara seperti itu, Kay. Gak baik.”

    “Iya, Yah. Kay minta maaf,” ucapnya menundukkan kepala.

    Gian melirik sekilas ke arah sang anak. Perasaan getir kembali muncul. Hembusan napas berat akhirnya ia keluarkan.

    Akhirnya mereka samapai di pelataran rumah setelah beberapa saat tak ada lagi perbincangan. Mikayla melangkah masuk disusul Gian dengan membawa belanjaan anaknya.

    “Den, Gian dan Non Kayla sudah pulang? Mari bibi bawakan belanjaannya,” seru Bi Minah.

    “Terima kasih, Bi. Saya minta tolong di simpan di kamar Kayla,” kata Gian.

    “Baik, Den.”

    Bi Minah membawakan belanjaan tersebut ke kamar Mikayla. Sedangkan Gian masuk ke dalam kamarnya. Ia melepaskan dasi yang terasa sangat sesak. Langkah gontainya membuat lelaki itu berpikir keras.

    Setelah mandi dan berganti pakaian, Gian menuju ruang makan dimana Mikayla, sang anak sudah berada disana, duduk dengan boneka yang ia beli. Tanpa ada percakapan dari keduanya, mereka menyantap makanan yang terhidang di meja. Setelah tiga puluh menit berlalu, aktivitas tersebut selesai. Mikayla beranjak dan duduk diruang keluarga disusul Gian yang berada di sampingnya. Seperti biasa sebelum malam tiba, lelaki itu selalu menemani putri kesayangannya.

    Disaat tengah menonton televisi, Mikayla tiba-tiba bertanya yang membuat Gian terkejut.

    “Ayah, kenapa Kay berbeda dengan anak lain?” tanya Mikayla.

    “Berbeda?” Gian mengerutkan kening.

    “Kay gak punya ibu,” ucap Mikayla. Sontak saja membuat Gian membulatkan mata. Rasanya sakit hati dan kecewa mendengar ucapan sang anak.

    “Kamu istimewa. Meskipun gak ada ibu tapi banyak yang sayang sama kamu,” kata Gian sabar.

    “Kay ingin ibu juga sama seperti yang lainnya,” ucap Mikayla.

    “Boleh kalau Kay inginkan. Mau yang bagaimana?” tanya Gian sembari tersenyum.

    “Seperti Bu Kaisya,” jawab Mikayla sontak membuat Gian terkejut. “Tapi,” lanjutnya langsung terdiam.

    “Tapi kenapa sayang?” tanya Gian.

    “Bu Kaisya sudah menikah. Kalau misalkan mereka berpisah langsung aja Ayah bawa Bu Kaisya jadi ibunya Kay,” ujar Mikayla.

    “Sayang, jangan mendoakan buruk pada orang lain apalagi itu Wali Kelas kamu. Gak baik, sayang. Lebih baik berdoa agar keluarganya baik-baik dan tetap bahagia,” ujar Gian.

    “Tapi, Kay ingin Bu Kaisya,” rengek Mikayla.

    “Sayang, kamu bisa lebih dewasa sedikit gak? Itu gak akan mungkin terjadi. Dia sudah berkeluarga. Permintaanmu gak masuk akal,” ucap Gian geram dengan rengekan Mikayla seolah itu sesuatu yang gampang.

    “Ayah marah sama Kay?” tanya Mikayla terkejut akan bentakan Gian.

    Mata lelaki itu membola sempurna. Dirinya sangat tahu jika Mikayla mudah rapuh. Tidak sepantasnya ia bersikap demikian. Tapi, permintaan konyol itu mana mungkin terlaksana. Untuk pertama kalinya, Gian merasa bukan hanya gagal sebagai suami, tetapi juga hampir gagal sebagai ayah.

    Ia tahu Mikayla hanya menginginkan keluarga yang lengkap. Namun, tidak ingin mengajarkan anaknya bahwa kebahagiaan bisa diperoleh dengan mengambil milik orang lain.

    “Bukan maksud Ayah begitu, Kay,” ucap Gian.

    “Iya, Kay tahu. Sudahlah lebih baik Ayah keluar dari kamar Kay,” usir Mikayla yang sudah meneteskan air mata.

    “Sayang,”

    Mikayla berpaling dan menyelimuti dirinya sendiri. Ia terlihat begitu marah dan kecewa dengan sikap sang ayah. Gian akhirnya keluar dari kamar anak gadisnya. Dengan berbagai pikiran berkecamuk, ia mencoba tenang. Lelaki itu harus bisa membujuk Mikayla agar tidak marah lagi.

    Malam itu Gian duduk sendiri di ruang keluarga. Suara tangisan Mikayla masih terngiang di telinganya. Ia mencintai anak itu lebih dari apa pun. Tetapi hari ini, untuk pertama kalinya, ia menyadari satu hal. Ada dua orang yang sama-sama ia sayangi. Dan keduanya berada di tempat yang tidak mungkin ia satukan.

    Tatapan Gian jatuh pada boneka yang tertinggal di sofa. Benda kecil itu menjadi pengingat bahwa alasan terbesar ia ingin menemukan sosok ibu untuk Mikayla bukan karena dirinya sendiri, melainkan karena ia tahu bagaimana rasanya tumbuh tanpa kasih sayang yang lengkap. Tanpa sadar, pikirannya kembali pada seorang gadis yang pernah meminjamkan topi kepadanya bertahun-tahun lalu. Kaisya.

    ***

     

     

    Kreator : Fauzi Nurruhaeni Syantika (FN Syantika)

    Bagikan ke

    Comment Closed: Bab 13. Antara Cinta, Kehilangan dan Sebuah Harapan

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021