KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Antalogi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Self-Improvement
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » Bab 14. Di Antara Kenangan dan Kenyataan

    Bab 14. Di Antara Kenangan dan Kenyataan

    BY 03 Sep 2026 Dilihat: 17 kali
    Pertemuan_alineaku

    Malam semakin larut namun pikirannya kini beralih ke masa lalu. Masa ketika pertama kali ia bertemu dengan Kaisya muda di sekolah menengah. Gadis manis yang mampu membuatnya tak bisa mengalihkan perhatian. Apalagi saat upacara pernah ditolongnya ketika lupa membawa topi.

    “Ini topi punya saya, pakai saja,” ucap Kaisya memberikan topi miliknya.

    “Gimana dengan kamu?” tanyanya.

    “Kebetulan saya hari ini gak upacara sedang kurang enak badan,” ucap gadis itu.

    “Begitu ya,” kata Gian sambil menerima topi tersebut dan memakainya. Sementara Kaisya menuju ruang piket.

    Selesai upacara, Gian mencari keberadaan gadis manis itu di ruang piket namun tidak ketemu. Akhirnya menuju kelas dan ternyata Kaisya sudah duduk. Saat ingin mengembalikannya, ia terkejut melihat laki-laki yang duduk disebelahnya hingga mengurungkan niat tersebut karena ia mendengar kabar bahwa mereka tengah menjalin asmara. Padahal ia tak pernah benar-benar melihat keduanya bersama. Tanpa sadar Gian memperhatikan topi di tangannya. Ada sesuatu yang berbeda. Terdapat sebuah coretan kecil bertuliskan nama panggilannya dan ada dua huruf lain setelahnya.

    ‘GP’

    Inisial siapa? Bukan nama laki-laki yang tadi duduk di samping Kaisya. Atau… seseorang yang belum pernah ia ketahui? Sesaat ia bahkan sempat berpikir itu hanya singkatan Grand Prix, tetapi dugaan itu terasa terlalu mengada-ada. Pertanyaan itu terus mengusik pikirannya tanpa pernah mendapat jawaban.

    “Kay, terima kasih sudah meminjamkan topinya,” ucap Gian pada saat jam istirahat. Ia menyerahkan topi tersebut.

    “Oh, iya sama-sama,” jawab Kaisya seraya mengambilnya. “Maaf saya duluan,” lanjutnya.

    Hingga pada acara kenaikan kelas. Gian mendapat kabar bahwa dirinya akan ditunangkan dengan seseorang pilihan orang tuanya. Alasannya tak lain demi kepentingan bisnis keluarga. Setelah bertunangan, lelaki itu masih saja memperhatikan Kaisya. Sejak hari itu, tanpa sadar pandangan Gian selalu mencari keberadaan Kaisya.

    Ia hafal tempat duduknya. Senyum yang selalu diberikan kepada siapa pun. Bahkan tanpa sengaja ia mulai menghafal jadwal piket kelas perempuan itu.

    Sayangnya, sebelum sempat memberanikan diri mengenal lebih dekat, kabar pertunangannya sendiri lebih dulu datang menghancurkan semua harapan. Pernikahan itu berlangsung tanpa kehadiran kedua orang tuanya. Kecelakaan yang merenggut nyawa mereka membuat Gian harus menjalani semuanya sendiri. Namun, janji yang pernah ia ucapkan kepada kedua orang tuanya membuatnya tetap melangsungkan pernikahan itu.

    Tak pernah ada cinta dalam pernikahan itu. Terbukti saat perempuan yang menjadi istrinya itu malah pergi dengan lelaki lain. Perempuan itu bahkan meninggalkan sepucuk pesan. Setelah memberinya seorang anak, ia memilih pergi mengejar kebahagiaannya sendiri. Kepergian perempuan tersebut memicu konflik di antara kedua keluarga. Hingga pihak mantan istrinya berlutut meminta maaf atas perbuatan sang anak.

    Yang membuat sakit hati ketika Mikayla, anak hasil pernikahan tersebut mendapat perlakukan kejam dari orang lain. Anak yang tak berdosa itu justru menerima celaan dan makian.

    “Ayah,” panggil Mikayla.

    Bayangan tersebut pudar saat Mikayla memanggil.

    “Iya, sayang?” dengan wajah tampak lesu akibat semalaman tidak bisa tidur nyenyak.

    “Ayah sakit?” tanya Mikayla khawatir.

    “Gak. Memangnya kenapa?”

    “Wajah Ayah kelihatan pucat,” ucap anak gadisnya.

    “Mungkin Ayah lagi banyak kerjaan jadi semalam kurang tidur. Gak usah khawatir ya,” ucap Gian. Ia tersenyum takut jika anaknya sedih.

    “Syukurlah kalau Ayah baik-baik saja,” ujar Mikayla memeluk sang ayah. “Pokoknya Ayah gak boleh kecapean,” lanjutnya.

    “Iya, sayang,” balas Gian membalas pelukan putrinya. “Ayo kita berangkat nanti kesiangan,” seru Gian kemudian bangkit dari duduknya disusul Mikayla.

    Setelah mengantar ke sekolah, Gian menuju kantor hingga waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore dimana harus menjemput putri tercintanya. Pekerjaannya memang tidak terlalu berat, meski sesekali ia harus kembali ke kantor untuk menyelesaikan urusan yang mendesak. Matanya membulat sempurna kala melihat Mikayla bersama dengan Kaisya. Rasa senang terlihat dari sorot matanya yang berbinar.

    Baru saat itulah Gian mengetahui bahwa Mikayla sempat meminjam uang kepada wali kelasnya. Sebagai ganti, Gian berniat mengantarkannya pulang. Sebelumnya memang menolak tawaran namun Mikayla merajuk hingga akhirnya Kaisya menerimanya.

    Gian menggenggam kemudi sedikit lebih erat. Ia ingin menoleh sekali lagi ke arah Kaisya yang tengah bercanda dengan Mikayla, tetapi mengurungkan niatnya. Ada batas yang tak boleh ia langkahi. Batas yang bernama kenyataan.

    Seandainya waktu mempertemukan mereka lebih cepat. Mungkin perempuan itu adalah sosok yang akan ia perjuangkan menjadi pendamping hidupnya. Mungkin Mikayla tak perlu tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu. Namun bayangan itu lenyap seketika ketika ponsel Kaisya berdering.

    “Aku sebentar lagi sampai, ini lagi di jalan.”

    Senyum di wajah perempuan itu berubah canggung. Saat itulah Gian kembali diingatkan pada kenyataan. Gian menatap kaca depan mobil tanpa benar-benar melihat jalan yang terbentang. Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, ia kembali merasakan perasaan yang pernah ia kubur dalam-dalam.

    Namun, takdir mempertemukan mereka ketika semuanya sudah terlambat. Perempuan yang masih memenuhi ruang di hatinya itu kini telah menjadi istri orang. Dan satu-satunya hal yang bisa ia lakukan hanyalah menjaga jarak meski hatinya diam-diam selalu ingin lebih dekat.

    Bertahun-tahun kemudian, dua huruf itu masih sesekali terlintas di benaknya. “GP.” Inisial yang tak pernah berhasil ia pecahkan, hingga takdir mempertemukannya kembali dengan Kaisya.

     

     

    Kreator : Fauzi Nurruhaeni Syantika (FN Syantika)

    Bagikan ke

    Comment Closed: Bab 14. Di Antara Kenangan dan Kenyataan

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021