BAB 14: SALJU HANGAT
Satu minggu setelah perjanjian. Tidak ada rapat. Tidak ada pedang.
Hanya… keluarga.
- PAGI DI ARDENTIA
Istana Ardentia dipenuhi bunga es yang baru mekar.
Dapur istana berantakan.
Alistair gagal bikin pancake. Gosong.
Kael datang lebih awal. Membawa roti Utara. Bentuknya serigala.
“Yang Mulia bisa masak?” tanya pelayan.
“Bisa,” kata Kael. “Roti perang.”
Dia menoleh ke Leon. “Mau belajar?”
Leon mengangguk semangat. “Mau!”
Di meja, Lyra duduk diapit dua ayah. Satu menyuapi sup, satu menyuapi madu.
Seraphina merekam semuanya menggunakan pecahan cermin sihir.
“Buat kenang-kenangan,” ucap Seraphina berdalih.
“Kita terlihat seperti keluarga normal pada umumnya,” bisik Lyra.
“Memang,” ujar Seraphina sambil memeluknya.
“Kita memang keluarga.”
- SIANG DI TAMAN ES
Latihan… tapi versi santai.
Leon vs Lyra. Aturannya: tidak boleh saling menyakiti.
Leon membuat benteng es putih. Sedangkan, Lyra membuat patung kelinci es berwarna hitam.
Kael mengajari Lyra cara membuat badai kecil.
“Pelan saja. Rasakan es di dalam dirimu.”
Alistair juga mengajari Leon cara melelehkan es tanpa merusak bunga.
“Kuat bukan berarti kasar.”
Di tengah-tengah latihan, mereka semua tiba-tiba terpeleset di lantai es. Mereka jatuh hampir bersamaan.
Di saat itulah, untuk pertama kalinya, dua orang raja tertawa bersamaan. Tulus.
Malam harinya, mereka berempat duduk melingkar di sekitar perapian besar dengan selimut tebal.
“Bu, ceritakan waktu Ibu bertemu Ayah Alistair,” pinta Leon.
“Ayah Kael juga,” timpal Lyra tak mau kalah.
Seraphina tertawa.
“Oke. Tapi janji jangan diulang ke Selene.”
- MALAM TANPA KUTUKAN
Sebelum tidur, Kael menghampiri Seraphina di balkon.
“Terima kasih,” katanya. “Untuk 1 minggu ini.”
“Untuk delapan tahun yang kita lewatkan,” jawab Seraphina.
Kael menatap langit. “Aku takut. Delapan tahun lagi terlalu cepat.”
“Aku juga,” kata Seraphina.
“Tapi kalau kita habiskan waktu takut… kita rugi waktu sayang mereka.”
Dia menyodorkan secangkir cokelat panas kepada Kael. Resep dari Nenek Ysra. Mereka bersulang. Es putih dan es hitam mencair di dalam cangkir yang sama.
Di kamar, Leon dan Lyra sudah tidur. Bertumpuk.
Di pergelangan Lyra, dua lambang berpendar redup.
Hangat.
Kreator : Nadya Putri
Comment Closed: Bab 14 Mahkota dari darah dan salju
Sorry, comment are closed for this post.