KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Antalogi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Self-Improvement
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » BAB 14 Mengawali Tahun Pelajaran 2026–2027 dengan Ar-Rahmah-Nya

    BAB 14 Mengawali Tahun Pelajaran 2026–2027 dengan Ar-Rahmah-Nya

    BY 05 Sep 2026 Dilihat: 16 kali
    Ikatan Jantung Hati dan Langkah Pertama_alineaku

    “Bismillahirrahmanirrahim.”

    Kalimat itu kembali terucap lirih dari bibir saya ketika kaki melangkah melewati gerbang RA Aisyah Afiqannisa pada pagi pertama Tahun Pelajaran 2026–2027. Langit masih berbalut semburat keemasan, embun menggantung di ujung dedaunan, dan udara pagi terasa begitu sejuk, seolah alam pun sedang bertasbih menyambut lembaran baru yang Allah bentangkan.

    Saya berhenti sejenak di depan gerbang madrasah.

    Pandangan saya menyapu halaman yang beberapa hari terakhir kami tata bersama. Pot-pot bunga tersusun rapi, dinding kelas dihiasi karya anak-anak, dan spanduk bertuliskan “Selamat Datang Generasi Qurani Tahun Pelajaran 2026–2027” terpasang sederhana namun penuh makna.

    Saya menarik napas panjang.

    Dalam hati saya berdoa,

    “Ya Allah, Engkaulah Ar-Rahman dan Ar-Rahim. Limpahkanlah kasih sayang-Mu kepada setiap langkah yang akan kami tempuh di madrasah ini. Jadikan sekolah ini tempat bertumbuhnya ilmu, akhlak, dan cinta kepada-Mu.”

    Doa itu menjadi awal dari perjalanan kami.

    1. Pagi yang Dipenuhi Senyum dan Harapan

    Tak lama kemudian, suara kendaraan mulai terdengar silih berganti. Anak-anak datang dengan seragam baru yang masih tampak kebesaran di tubuh mungil mereka. Tas kecil berwarna-warni bergoyang mengikuti langkah-langkah yang kadang mantap, kadang ragu.

    Di gerbang, saya bersama para ustazah menyambut mereka satu per satu.

    “Assalamu’alaikum… selamat datang, Ananda.”

    Ada yang langsung berlari memasuki kelas.

    Ada yang malu-malu bersembunyi di balik punggung ibunya.

    Ada pula yang menangis karena belum siap berpisah.

    Saya berjongkok di hadapan seorang anak yang memeluk erat tangan ayahnya.

    “Namanya siapa?”

    “Faris…” jawabnya pelan.

    “Masya Allah, nama yang indah. Faris mau menjadi anak saleh?”

    Ia mengangguk kecil.

    “Kalau begitu, hari ini kita mulai petualangan menjadi anak hebat bersama-sama.”

    Perlahan tangannya terlepas dari genggaman sang ayah.

    Saya menggandengnya menuju kelas.

    Di belakang kami, sang ayah mengusap mata yang mulai berkaca-kaca.

    Saat itulah saya kembali menyadari bahwa hari pertama sekolah bukan hanya menjadi ujian keberanian bagi anak-anak, tetapi juga ujian keikhlasan bagi para orang tua.

    2. Menguatkan Guru sebagai Penebar Rahmat

    Sebelum kegiatan belajar dimulai, seluruh guru berkumpul di musala madrasah.

    Kami mengawali hari dengan salat Dhuha berjamaah, dilanjutkan membaca beberapa ayat Al-Qur’an dan doa bersama.

    Suasana begitu tenang.

    Setelah itu saya menyampaikan beberapa pesan.

    “Saudari-saudariku,” ujar saya lembut, “tahun pelajaran baru berarti Allah kembali mempercayakan amanah kepada kita.”

    Semua mendengarkan dengan khusyuk.

    “Kita mungkin akan bertemu anak-anak yang aktif, pemalu, mudah menangis, atau sulit berkonsentrasi. Apa pun karakter mereka, jangan pernah lupa bahwa setiap anak datang membawa fitrah yang suci.”

    Saya berhenti sejenak.

    “Jika hari ini kita ingin mengenalkan Allah Yang Maha Pengasih kepada mereka, maka biarkan mereka lebih dahulu merasakan kasih sayang itu melalui sikap kita.”

    Beberapa ustazah tampak mengangguk sambil menyeka sudut mata.

    Kami kemudian saling berjabat tangan dan berdoa agar Allah menjaga keikhlasan dalam setiap tugas yang akan dijalankan.

    3. Ar-Rahmah Menjadi Budaya Madrasah

    Pada tahun pelajaran ini, kami bersepakat menjadikan satu nilai utama sebagai napas seluruh kegiatan madrasah, yaitu Ar-Rahmah—kasih sayang yang bersumber dari Allah.

    Nilai itu tidak hanya ditulis di papan visi sekolah, tetapi diwujudkan dalam kebiasaan sehari-hari.

    Kami membiasakan anak-anak mengucapkan salam ketika datang.

    Mereka belajar mencium tangan guru dan orang tua dengan penuh hormat.

    Setiap pagi diawali dengan doa, senyum, dan pelukan hangat bagi anak yang masih merasa takut.

    Guru-guru tidak sekadar mengoreksi kesalahan, tetapi membimbing dengan kelembutan.

    Kami ingin setiap sudut madrasah menjadi tempat yang menghadirkan rasa aman.

    Karena kami percaya, hati yang merasa dicintai akan lebih mudah menerima ilmu.

    4. Amanah yang Menguatkan Langkah

    Di sela-sela kesibukan hari pertama, saya berdiri di depan ruang kelas sambil memperhatikan anak-anak yang sedang bernyanyi.

    Suara mereka belum seragam.

    Gerakan mereka masih saling mendahului.

    Sesekali ada yang tertawa, ada yang menangis, bahkan ada yang sibuk memperhatikan kupu-kupu di halaman.

    Saya tersenyum.

    Beginilah awal sebuah perjalanan.

    Tidak ada yang langsung sempurna.

    Sebagaimana seorang guru terus belajar menjadi pendidik, anak-anak pun sedang belajar menjadi pembelajar.

    Yang kami perlukan bukan kesempurnaan, melainkan kesabaran untuk bertumbuh bersama.

    5. Bersyukur atas Rahmat yang Menghimpun

    Menjelang siang, setelah seluruh kegiatan selesai, saya berjalan menyusuri setiap ruang kelas.

    Saya melihat para guru membereskan alat permainan.

    Beberapa anak masih enggan pulang karena merasa betah berada di sekolah.

    Seorang ibu menghampiri saya sambil tersenyum.

    “Umi, tadi pagi anak saya menangis luar biasa. Sekarang justru tidak mau pulang.”

    Saya ikut tersenyum.

    “Alhamdulillah. Semoga setiap hari ia datang dengan hati yang gembira.”

    Dalam hati saya mengucapkan syukur.

    Bukan karena semua berjalan tanpa kekurangan.

    Tetapi karena Allah kembali menunjukkan rahmat-Nya melalui senyum anak-anak, ketulusan guru-guru, dan kepercayaan para orang tua.

    Rahmat itu tidak selalu hadir dalam bentuk kemudahan.

    Sering kali ia hadir melalui hati-hati yang dipersatukan untuk saling menguatkan.

    6. Menitipkan Tahun Pelajaran kepada Sang Pemilik Kehidupan

    Sore itu, setelah madrasah kembali sepi, saya memasuki musala kecil yang selama ini menjadi tempat saya mengadu kepada Allah.

    Saya menggelar sajadah.

    Dalam sujud yang panjang, saya menyerahkan seluruh perjalanan tahun pelajaran ini kepada-Nya.

    “Ya Allah, Engkau telah mempertemukan kami dengan anak-anak yang menjadi amanah-Mu. Jadikanlah kami pendidik yang sabar ketika mereka belajar, lembut ketika mereka melakukan kesalahan, bijaksana ketika mengambil keputusan, dan ikhlas dalam setiap pengabdian.”

    “Ya Allah, jadikan RA Aisyah Afiqannisa sebagai taman ilmu yang dipenuhi rahmat-Mu, tempat tumbuhnya generasi yang mencintai Al-Qur’an, menghormati orang tua, menyayangi sesama, dan kelak menjadi hamba-hamba yang membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan.”

    Saya mengakhiri doa dengan penuh keyakinan.

    Tahun Pelajaran 2026–2027 telah dimulai.

    Masih akan ada tantangan yang harus dihadapi.

    Masih akan ada air mata yang perlu diusap.

    Masih akan ada keberhasilan yang patut disyukuri.

    Namun saya percaya, selama setiap langkah diawali dengan Bismillah, dipenuhi semangat Ar-Rahmah, dan ditujukan semata-mata lillāhi ta’ālā, maka setiap hari di madrasah ini akan menjadi bagian dari perjalanan ibadah yang Allah berkahi.

    Saya bangkit dari sajadah dengan hati yang mantap.

    Di luar, matahari mulai condong ke barat.

    Sementara di dalam dada, cahaya harapan baru saja terbit—menerangi jalan pengabdian yang akan terus saya tempuh, setapak demi setapak, di bawah naungan kasih sayang Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

     

     

    Kreator : Husnawati, (Hawa81)

    Bagikan ke

    Comment Closed: BAB 14 Mengawali Tahun Pelajaran 2026–2027 dengan Ar-Rahmah-Nya

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021