BAB 16: JEBAKAN SELENE
TIGA HARI MENUJU GERHANA
- PURA-PURA KERJASAMA
Selene ditangkap lagi. Kali ini dirantai es hitam dan es putih.
“Aku bisa bantu,” katanya manis. “Menggabungkan rune butuh mantra kuno. Hanya aku yang hafal mantra itu.”
“Bohong!!” ucap Kael tak percaya.
“Terserah,” kata Selene. “Tapi tanpa aku, rune-nya akan meledak saat gerhana. Dan, tentu saja anakmu yang mati duluan.”
Seraphina menatap Leon dan Lyra.
“Kita tidak punya pilihan.”
- LATIHAN GABUNGAN – JEBAKAN
Selene mengajarkan Leon dan Lyra gabungin sihir.
“Es putih dan es hitam,” katanya sambil berdiri di hadapan mereka.
“Gabungkan keduanya.”
Mereka latihan. Benar saja, es abu-abu muncul. Terlihat indah.
Tapi, Selene menyembunyikan rahasia besar: Es abu-abu itu juga pemicu kutukan jika dipakai tanpa tiga rune.
Malam kedua, Alistair tanpa sengaja menemukan buku catatan Selene. Di dalamnya tertulis:
“Aktifkan kutukan. Biarkan anak itu menggunakan kekuatan gabungan saat gerhana, ketika ketiga rune belum lengkap.”
- PENGUNGKAPAN
“Dia bohong!” teriak Alistair. Semua orang menoleh ke arah suara Alistair.
“Dia mau kita menggabungkan rune-nya setengah-setengah!” lanjutnya.
Selene tertawa.
“Pintar. Tapi sudah terlambat. Besok gerhana. Dan anak-anakmu sudah tahu cara menggabungkan sihirnya.”
Selene menatap Seraphina. “Jadi, pilihlah. Bunuh salah satu ayah sekarang. Atau, biarkan kedua anakmu mati esok saat gerhana.”
Di luar, langit setengah merah.
Sedangkan di kamar, Leon dan Lyra tidur sambil menggenggam. Di pergelangan Lyra, tiga rune berpendar… tapi belum lengkap.
Kreator : Nadya Putri
Comment Closed: Bab 16 Mahkota dari darah dan salju
Sorry, comment are closed for this post.