KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Antalogi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Self-Improvement
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » BAB 17 Takdir Mempertemukan Kembali: Perkenalan Lama

    BAB 17 Takdir Mempertemukan Kembali: Perkenalan Lama

    BY 05 Sep 2026 Dilihat: 17 kali
    Ikatan Jantung Hati dan Langkah Pertama_alineaku

    Setelah sekian lama perjalanan hidup saya lebih banyak diisi dengan pengabdian, kehilangan, perjuangan membangun madrasah, serta membersamai anak-anak dan para guru, saya merasa hidup berjalan dalam ritmenya sendiri.

    Saya tidak lagi sibuk mengejar sesuatu yang belum tentu menjadi bagian takdir saya.

    Saya memilih menjalani hari demi hari dengan penuh syukur.

    Di sela kesibukan itulah, Allah menghadirkan sebuah peristiwa yang sama sekali tidak saya rencanakan.

    Bukan sesuatu yang menggemparkan.

    Bukan pula kisah yang penuh bunga-bunga.

    Hanya sebuah perkenalan yang datang dengan sederhana.

    Namun cukup membuat saya kembali merenung tentang betapa Allah mampu menghadirkan kejutan melalui jalan yang tidak pernah kita duga.

    1. Sebuah Sapaan yang Sederhana

    Suatu sore, setelah seluruh aktivitas madrasah selesai, telepon genggam saya bergetar.

    Sebuah pesan masuk.

    Sapaan itu singkat, sopan, dan penuh penghormatan.

    “Assalamu’alaikum, Bu Husna. Perkenalkan, saya…. Mohon maaf apabila mengganggu waktu Ibu.”

    Saya membaca pesan itu beberapa kali.

    Tidak tergesa-gesa membalas.

    Saya lebih dahulu berdoa dalam hati agar setiap komunikasi yang terjalin membawa kebaikan.

    Setelah beberapa saat, saya menjawab dengan singkat.

    “Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih atas salamnya. Semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan.”

    Perkenalan itu dimulai dengan penuh kesederhanaan.

    Tidak ada kata-kata berlebihan.

    Tidak ada janji-janji yang tergesa.

    Hanya percakapan yang dijaga dengan adab dan saling menghormati.

    2. Belajar Mengenal Tanpa Tergesa

    Hari-hari berikutnya, komunikasi sesekali terjalin.

    Pembicaraan kami lebih banyak tentang kehidupan, keluarga, pendidikan, dan bagaimana memaknai ujian sebagai bagian dari perjalanan menuju Allah.

    Suatu ketika beliau berkata,

    “Selama ini saya melihat Ibu begitu kuat menjalani kehidupan.”

    Saya tersenyum kecil membaca kalimat itu.

    Lalu saya menjawab,

    “Sesungguhnya saya juga manusia biasa. Jika terlihat kuat, mungkin karena Allah selalu mengirimkan orang-orang baik yang menguatkan saya.”

    Percakapan itu membuat saya kembali menyadari bahwa setiap orang memiliki kisah perjuangannya masing-masing.

    Tidak ada kehidupan yang benar-benar bebas dari ujian.

    3. Menjaga Hati dengan Doa

    Malam harinya saya kembali menggelar sajadah.

    Saya tidak meminta agar perkenalan itu berakhir seperti yang saya inginkan.

    Saya justru memohon agar Allah menjaga hati saya.

    “Ya Allah, apabila pertemuan ini adalah jalan menuju kebaikan, mudahkanlah dengan cara yang Engkau ridai.”

    “Namun apabila bukan bagian dari takdir terbaikku, jauhkanlah dengan cara yang paling baik dan tetap jagalah hati kami dalam keimanan.”

    Doa itu membuat hati saya tenang.

    Saya belajar bahwa tidak semua perkenalan harus berakhir dengan sebuah ikatan.

    Ada yang hadir untuk mengajarkan pelajaran.

    Ada yang hadir untuk menguatkan.

    Dan ada pula yang memang dipersiapkan Allah menjadi teman perjalanan.

    Semuanya berada dalam ilmu dan kehendak-Nya.

    4. Nasihat yang Selalu Saya Ingat

    Saya teringat salah satu nasihat yang pernah saya dengar di majelis ilmu.

    “Jangan mendahului takdir dengan prasangka, dan jangan memaksa sesuatu yang belum Allah tetapkan.”

    Kalimat itu terus saya pegang.

    Karena itu saya memilih menjalani semuanya dengan wajar.

    Tidak membangun harapan yang berlebihan.

    Tidak pula menutup pintu silaturahmi yang baik.

    Saya percaya bahwa hati akan lebih damai ketika disandarkan kepada Allah, bukan kepada kepastian yang dibuat oleh manusia.

    5. Tetap Menjaga Amanah

    Keesokan harinya, rutinitas kembali berjalan.

    Suara tawa anak-anak memenuhi halaman madrasah.

    Guru-guru berdiskusi tentang kegiatan pembelajaran.

    Laporan administrasi menunggu untuk diselesaikan.

    Saya tersenyum.

    Ternyata hadirnya sebuah perkenalan tidak mengubah tujuan hidup saya.

    Amanah tetap menjadi prioritas.

    Pengabdian tetap menjadi jalan yang ingin saya tempuh.

    Jika Allah menghadirkan seseorang dalam perjalanan ini, maka ia pun harus menjadi bagian yang menguatkan langkah menuju-Nya, bukan mengalihkan tujuan yang telah lama saya jaga.

    6. Menyerahkan Akhir Cerita kepada Sang Penulis Takdir

    Menjelang malam, saya membuka mushaf Al-Qur’an.

    Saya membaca beberapa ayat, lalu menutupnya perlahan.

    Di dalam hati saya berbisik,

    “Ya Allah, Engkau lebih mengetahui isi hati hamba-Mu daripada hamba itu sendiri.”

    “Jika perkenalan ini membawa keberkahan, bimbinglah kami agar tetap menjaga adab, kejujuran, dan keikhlasan.”

    “Jika kelak jalan kami berbeda, jadikan perpisahan itu tetap meninggalkan kebaikan.”

    “Dan jika Engkau menakdirkan kami berjalan pada jalan yang sama, jadikanlah hubungan itu sebagai jalan untuk semakin dekat kepada-Mu, saling menguatkan dalam ibadah, dan saling menjaga amanah yang Engkau titipkan.”

    Saya menutup doa dengan penuh ketenangan.

    Tidak ada kegelisahan.

    Tidak ada tuntutan terhadap masa depan.

    Saya hanya percaya bahwa Allah adalah sebaik-baik Pengatur kehidupan.

    Perkenalan itu mungkin baru saja dimulai.

    Namun saya telah belajar dari perjalanan panjang sebelumnya bahwa setiap kisah yang Allah tuliskan selalu memiliki hikmah.

    Tugas saya bukan menebak akhirnya.

    Tugas saya adalah menjaga hati, memperbaiki diri, dan melangkah dengan adab.

    Karena pada akhirnya, bukan seberapa indah awal sebuah pertemuan yang akan dikenang, melainkan seberapa besar hubungan itu mampu membawa kedua hati semakin dekat kepada ridha Allah SWT.

     

     

    Kreator : Husnawati, (Hawa81)

    Bagikan ke

    Comment Closed: BAB 17 Takdir Mempertemukan Kembali: Perkenalan Lama

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021