KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Antalogi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Self-Improvement
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Antalogi » Bab 4 Titik Balik Kehidupan

    Bab 4 Titik Balik Kehidupan

    BY 06 Sep 2026 Dilihat: 18 kali
    Masa Remaja_alineaku

    Mentari pagi bersinar terang menembus rindangnya pohon jambu dan rambutan. Kicau burung kutilang bersahutan seakan teratur membuat orkestra simfoni pagi dengan cengkok burung jog-jogan serta prit-prit peluit burung pipit. Angin gemerisik lirih memberi tiupan lambat sepoi-sepoi basah otomatis alami dari kipas angin tak bermesin. 

    Nuansa pagi yang serba alami bukan suatu kebetulan itulah anugerah Illahi yang patut kita syukuri.

    “Pluk…plak…plek…” daun yang sudah layu dan kering berjatuhan tepat beberapa helai menimpa kepala, tangan dan mukaku menyadarkan khayalan masa depan.

    Hari ini awal tahun ajaran, Aku tidak berangkat sekolah lagi. Aku bukan lagi siswa tapi aku juga bukan guru padahal aku sudah selesai belajar jadi guru. Aku duduk di balai-balai sambil memegang pengki dan sapu. Aku sedang menyapu di halaman sambil menatap anak-anak yang mau berangkat sekolah. Aku terhanyut dengan lamunan, seiring kepergian anak-anak sekolah.

    Dalam khayal aku sebagai sosok Pa Didi guru baru di suatu sekolah yang ideal dengan segala prasarana yang dibutuhkan. Pak Didi seorang guru yang dinantikan datang menghadap kepala sekolah menyerahkan SK pengangkatan.

    “Bapak kepala sekolah saya datang menghadap  bapak, izinkan untuk menyerahkan SK Pengangkatan sebagai guru di sekolah ini.” Kataku sambil menyerahkan map biru kepada seorang laki-laki yang nampak berwibawa mengenakan baju jastong berwarna biru dongker. Beliau adalah  Kepala Sekolah Dasar.

    “Oh ini yang namanya Pak Didi?” tanya beliau yang meyakinkan ucapan saya.

    “Betul Pak!” jawabku singkat nada pelan dengan badan agak membungkuk tanda hormat.

    Lalu saya menyerahkan map itu dengan gemetar karena baru kali ini berhadapan dengan atasan dalam kedinasan. Perasaan bahagia, haru, malu, rasa rendah diri, bersyukur bercampur menjadikan keringat dingin dan gemetar.

    “Pluk…plak…plek “map itu jatuh isinya berceceran karena belum sampai sudah dilepaskan.

    Byuuuur… Hilanglah semua, tidak ada kepala sekolah di hadapan saya dan tidak ada buku dan map yang berantakan. Aku bukan duduk di meja kantor tapi duduk di bale bale, bukan buku dan map tapi daun kering dan ranting yang membuyarkan lamunan.

    “Dia sudah selesai menyapunya, itu kambing mengembik belum diberi pakan?” kata ibuku bertanya sambil menyuruh secara halus supaya  memberi makan kambing.

    “Iya Bu sebentar lagi dan nanti langsung ke kendang.” Jawabku.

    Bayangan jadi guru baru hilang tergantikan dengan dunia nyata, harus menyelesaikan menyapu, memberi pakan kambing dan aktifitas lainnya.

    Sekitar 3 bulan tamat dari SPG kakakku yang  jadi guru tugas di Tangerang menjemput mengajak aku untuk menjadi guru sukarelawan di sana karena pada waktu itu banyak kekosongan guru. Akhirnya aku dengan seizin ibu dan ayah berangkat dengan harapan diangkat menjadi guru PNS di luar Kabupaten mengikuti jejak kakakku.

    “Selamat pagi anak-anak, bapak kenalkan ini guru baru yang akan mengajar kalian di sini.” Kata Pak Suharja Kepala Sekolah SD Pasangrahan II Kecamatan Cisoka Kabupaten Tangerang.

    “Selamat pagi Pak, iya Pak.” Murid-murid serempak menjawab. Aku diam mematung di samping Pak Kepala Sekolah di depan murid-murid kelas 5 dalam acara perkenalan.

    “Anak-anak ini Pak Didi guru dari Ciamis adiknya Pak Ano Kepala Sekolah SD Pasangrahan III, untuk selajutnya silahkan Pak Didi untuk berkenalan dengan murid-murid yang sejak hari ini menjadi tanggung jawab sebagai guru kelas.” Begitulah kata-kata perkenalan dari kepala sekolah selanjutnya beliau menutup dengan ucapan salam serta memberikan waktu dan kesempatan kepada saya.

    Sepeninggal kepala sekolah di depan kelas dalam hitungan beberapa detik aku mematung begitu pula anak-anak mulai diam tak ada suara yang ke luar. Mereka diam entah karena kagum karena wibawaku atau mereka takut kepada saya sebagai guru baru.

    Aku abaikan penyebab mereka diam, lalu aku tenangkan diriku dan kupecahkan kekakuan dan kebisuan itu. Aku memulai dengan mengenalkan biografi singkat menambahkan perkenalan dari kepala sekolah tadi.

    “Anak-anak sekalian setelah perkenalan mari kita lanjutkan dengan pembelajaran?” kataku kepa anak-anak. 

    Anak-anak dengan antusias mengikuti pembelajaran, aku memulai pembelajaran dengan pendekatan Pembelajaran Aktif Kreatif Menyenangkan (PAKEM).

    Semangat jadi guru akhirnya menjadi karakter pribadi. Cita-cita, dukungan, motivasi telah tertanam, sudah hamper 8 bulan Pak Guru Didi mengajar di SDN Pasanggrahan III.

    Guru di mata murid-murid dalam panggilan tidak mengenal kasta, namun guru dipandang dari pakaian ada pembeda apalagi dalam kesejahteraan. Perbedaan antara guru ASN dengan guru sukwan nampak kentara.Guru ASN tiap tanggal 17 pakai batik korpri, tiap tangggal 25 pakai batik PGRI setiap hari tertentu pakai PDH  sementara guru sukwan pakaianya apa adanya, kecuali ketika kegiatan atau hari-hari pramuka.

    Pertama sukwan uang tak terpikirkan, yang penting mewujudkan cita-cita masa kecil menjadi guru. Malam hari membuka GBPP, membuka buku sumber merancang pembelajaran dituangkan ke dalam Satuan Pelajaran, mempersiapkan alat peraga dan media pembelajaran serta persiapan administrasi kelas lainnya.

    Setiap malam aku lakukan, biasanya setelah selesai administrasi scenario pembelajaran dibayangkan tentang teknis mengajar yang akan diterapkan besok hari. 

    Tentang urutan materi sudah tentu, gaya mengajar untuk materi pembelajaran matematika misalnya akan berbeda dengan materi pembelajaran Kesenian, PMP, Bahasa Indonesia dan Pelajaran laiinnya. Alat peraga dan media pembelajaran jangan sampai tertinggal, materi ice breaking juga direncanakan apakah bentuk lagu ataukah permainan jebakan, lelucon atau lainnya. 

    Pak Didi guru SDN Pasanggrahan II lulusan SPGN Ciamis tahun 1985 setiap waktu sekolah selalu siap. Kehadiran datang dan pulang sesuai jadwal, masuk kelas denagn pede disambut hangat oleh murid-murid. Pak Didi jadi guru yang dinatikan kehadirannya.

    “Kepada bapak Kepala Sekolah dan Dewan Guru semuanya mohon maaf ada sesuatu yang akan saya sampaikan” aku berbicara memecah kesunyian di ruang kantor kepala sekolah setelah jam Pelajaran terakhir selesai sebelum pulang.

    “Oh, silahkan ada apa Pak Didi?” Tanya Bapak Kepala Sekolah.

    Aku menghela napas sambil melirik ke sekeliling ruangan menatap guru-guru satu persatu; Ibu Yati guru asal Garut, Pak Yahman guru asal Jogjakarta, Pak Hendi guru pribumi asal Cisoka, Pak Abdul Halim guru pribumi asal Cibogo, Pak Sahril asal Padang dan Ibu Ilah asal Sumedang.

    Semua guru memberi corak pengalaman yang berharga sebab mereka berasal dari tempat dan budaya yang berbeda. Bukan suatu yang kebetulan Allah telah memberikan sesuatu yang berharga  sebagai pengalaman kelak ketika diangkat jadi guru PNS.

    Setelah tenang aku lanjut dengan pembicaraan.

    “Mulai hari Senin yng akan datang saya tidak akan mengajar lagi di sekolah ini, hari ini Sabtu saya mohon pamit kepada Bapak Kepala Sekolah dan Dewan guru semuanya. Saya hari Minggu besok akan pulang dulu ke Ciamis dan hari Senin saya akan berangkat menuju Riau untuk menjadi guru di Perkebunan Kelapa Sawit.” Aku menjelaskan tentang alasan pamit.

    Tidak ada kata melarang, bapak Kepala Sekolah beserta dewan guru semua paham karena saya statusnya sebagau guru sukwan. Suasana haru dalam acara sederhana karena akan berpisah setelah bersama-sama dalam tugas mengabdi mendidik anak negeri.

    “Pak Didi, atas nama sekolah SD Negeri Pasanggrahan  II mengucapkan terima kasih atas pengabdiannya, mohon maaf sekolah tidak bisa memberikan imbalan dan tanda penghargaan atas jasa-jasa Pak Didi namun semoga Allah membrikan ganjaran yang setimpal, amiin” Kata Bapak Kepala Sekolah.

    Suasana hening mendengar kata-kata yang disampaikan Pak Kepala Sekolah kecuali isak tangis kami antara yang mau meninggalkan dan yang akan ditinggalkan.

    “Kata-kata terakhir dari kami semua warga sekolah mohon maaf atas kesalahan dan kehilafan kami, selamat untuk mengabdi di tempat yang baru semoga pengalaman yang singkat di sekolah ini berguna sebagai pelengkap praktik nyata di sekolah yang sesungguhnya”

    Delapan bulan berlalu akhirnya di bulan Mei tahun 1985 aku harus meninggalkan tempat cinta pertama bersemi. Meninggalkan sejuta kenangan yang sebagian disembunyikan tanpa diceritakan.

    Selamat tinggal Cisoka, selamat tinggal semua kenangan. Langkah pertama megabdi untuk negeri sudah kujalani. Semoga menjadi tonggak untuk loncat mewujudkan cita-cita menjadi guru sejak dini.

    Mobil Merdeka dari Balaraja menuju Ciamis melaju dengan kencang diiringi music bernda riang.Pak Sopir seakan tahu bahwa penumpangnya sedang asyik berkelana dalam khayal Bahagia.

    Dalam lelah perjalanan tak terasa kantukpun menyerang mata. Dan akhirnya lelap tak inga tapa-apa.

     

     

    Kreator : Sahdi

    Bagikan ke

    Comment Closed: Bab 4 Titik Balik Kehidupan

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021