KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Antalogi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Self-Improvement
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » Bab 5 Mahkota dari darah dan salju

    Bab 5 Mahkota dari darah dan salju

    BY 27 Sep 2026 Dilihat: 7 kali
    Mahkota Dari Darah dan Salju_alineaku

    BAB 5: RACUN DI GELAS PERMATA

     

    1. PESTA DAN GELAS YANG PECAH

    Pesta musim dingin.  

    Istana Ardentia penuh lilin, musik, dan tawa palsu.  

    Sama seperti 8 tahun lalu.

     

    Seraphina berdiri di balik tirai dapur. Topeng esnya terpasang rapi.  

    Di tangannya, nampan perak. Di atasnya, 1 gelas permata.  

    Isinya teh melati. Teh kesukaan Selene.

     

    “Bu,” bisik Leon dari balik pintu. “Yakin?”

     

    Seraphina tidak menjawab. Dia menggenggam kalung darahnya.  

    7 keping kertas kosong ada di sakunya. Ini keping pertama.

     

    “Untuk Yang Mulia Selene,” katanya datar, melangkah keluar.

     

    Balai besar.  

    Selene duduk di singgasana sebelah Raja. Perut palsunya ditonjolkan bantal sutra.  

    Mahkotanya berkilau. Sama seperti malam itu.

     

    “Nyonya Salju,” panggil Selene manis. “Tehku mana?”

     

    Seraphina berlutut. Menyodorkan gelas itu.  

    Jari-jarinya tidak gemetar.

     

    Selene mengambilnya. Mencium. Tersenyum.  

    Dia mengangkat gelas ke bibirnya.

     

    Waktu berhenti.

     

    “Jangan.”

     

    Tangan besar menahan pergelangan Selene.  

    Alistair.

     

    “Aku… tiba-tiba tidak suka bau melati malam ini,” kata Raja pelan. “Ganti. Pakai teh kamomil.”

     

    Selene tertawa kecil, menutupi jengkel. “Baiklah, sayang.”

     

    Seraphina membeku. Rencananya gagal. Karena Raja.

     

    Di lorong gelap, dia melempar gelas itu ke dinding.  

    Pecah._  

    Teh melati tumpah, mengeluarkan uap tipis berwarna ungu. Racun.

     

    “Gagal,” gumamnya. Suaranya pecah.

     

    Tangan kecil menyentuh bahunya. Lyra.  

    “Bu, kita tidak perlu jadi seperti dia.”

     

    Seraphina memeluk anaknya. Untuk pertama kalinya, dendamnya retak.

     

    Dari jauh, Alistair melihat uap ungu itu.  

    “Racun… peluruh.”

    Kenangan delapan tahun lalu kembali.

     

    1. SENYUM YANG RETAK

    Kamar Selene. Penuh cermin.

     

    _BUK!_ Gelas kamomil dilempar.

     

    “Nyonya Salju,” desis Selene. “Teh melati. Topeng es. Batu salju.”  

    Dia membuka kotak. Sisa bubuk ungu di dalamnya.  

    “Panggil kepala penjaga. Geledah kamar pelayan itu. Malam ini.”

     

    Di luar pintu, Leon mendengar semua. Dia lari.

     

    1. JEJAK DI ATAS SALJU

    “Bu!! Selene mau geledah kamar kita!!” 

     

    Klang. Klang. Langkah armor terdengar di koridor. Suaranya semakin mendekat ke arah dapur.

     

    DUAK! Pintu dijebol. 

    Seraphina melelehkan jendela dengan sihir. 

     

    “Loncat!”

     

    Di taman belakang, panah melesat. Menggores pipi Lyra.

     

    “BERHENTI SEMUA!”

     

    Alistair muncul. Pedang terhunus.

      

    “Siapa yang memberi perintah?” 

     

    “Kami… diperintah oleh Ratu Selene, Yang Mulia.”

     

    “Aku raja di sini! Pulang kalian!”

     

    Penjaga mundur mengikuti perintah. 

     

    Alistair berjongkok perlahan. Ia mengulurkan tangan. Ujung jarinya menyentuh darah itu.

    Masih hangat.

    Seketika, Sihir Darah yang mengalir dalam tubuhnya bergetar. Halus, tetapi cukup kuat untuk membuat Alistair terdiam. 

    “Mirip… darah anak-anakku.” 

     

    Bisikan itu nyaris tak terdengar. Hanya angin yang mungkin menangkapnya, membawa suara lirih itu melewati hamparan salju yang sunyi. 

     

    “Aku tidak akan menyakitimu.”

     

    1. DI GUDANG TUA

     

    Seraphina memeluk Leon dan Lyra dengan erat. Tangannya kemudian beralih pada Lyra, memeriksa lukanya sebelum membalutnya dengan hati-hati. 

     

    “Kita selamat karena Ayah,” bisik Leon.

     

    Seraphina dengan cepat menggeleng. 

     

    Ia kemudian merogoh sesuatu dan mengeluarkan sekeping kertas. Ia menatap kertas itu sejenak, lalu mengambil darah Lyra. Dengan ujung jarinya, ia menuliskan satu kata di atas permukaannya.

    Memaafkan.  

    Seraphina kemudian membakar kertas tersebut. 

     

    “Keping pertama gagal.”

     

    Di balkon, Selene tersenyum ketika memandang ke arah gudang itu. Senyumnya tipis, nyaris tanpa kehangatan. Matanya mengikuti tempat Seraphina bersembunyi.

    “Lari terus, Nyonya Salju.”

    Suaranya tenggelam di antara dinginnya malam.

    “Sampai kau mengaku.”

     

     

    Kreator : Nadya Putri

    Bagikan ke

    Comment Closed: Bab 5 Mahkota dari darah dan salju

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021