KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Antalogi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Self-Improvement
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » Bab 7 Mahkota dari darah dan salju

    Bab 7 Mahkota dari darah dan salju

    BY 27 Sep 2026 Dilihat: 9 kali
    Mahkota Dari Darah dan Salju_alineaku

    BAB 7: TIGA SERANGAN SEKALIGUS

     

    Malam setelah pesta topeng. Salju tidak berhenti.

     

    1. SURAT DARI NENEK YSRA

     

    Prang!!

     

    Jendela kamar Seraphina berhamburan. 

    Kemudian seekor burung hantu salju menerobos masuk, sambil menjatuhkan sebuah gulungan di atas meja.

     

    Leon langsung siaga dengan pisaunya. Lyra bersembunyi di belakang Ibu.

     

    Seraphina kemudian membuka gulungan itu. Begitu melihat tulisan di atasnya, napas Seraphina tertahan. 

    Ia mengenal tulisan tangan itu.Tulisan tangan Nenek Ysra.

    Tulisan tangan itu terasa beku dan bergetar pada saat yang sama, dingin seperti pesan yang ditulis di tengah musim salju, serta menyimpan ketakutan yang begitu jelas hingga Seraphina dapat merasakannya hanya dari bentuk setiap huruf. 

     

    “Anakku,Tujuh keping dendam akan membakarmu.Tapi, cinta akan melelehkan semuanya. Hati-hati. Serigala Betina sudah mencium darahmu. Dan, Raja… dia sudah melihat bulan sabit di lenganmu. Pilihan ada di tanganmu: Balas dendam, atau Keluarga.”

     

    Di akhir surat, ada sehelai rambut perak. Rambut itu milik Nenek.

     

    Seraphina meremas surat itu. “Nenek tahu…”

     

    “Bu, apa artinya?” tanya Lyra.

     

    “Artinya kita kehabisan waktu.”

     

    1. ALISTAIR PENYELIDIK

     

    Jam dua pagi. Istana telah tenggelam dalam kesunyian.

    Seraphina keluar diam-diam menuju perpustakaan untuk mencari penawar racun peluruh. 

    Ia takut Selene akan menggunakan racun itu lagi untuk mencelakainya.

    Sebelum semuanya terjadi, Seraphina harus menemukan penawarnya.

     

    Pintu perpustakaan terbuka perlahan. 

    Seraphina menyelinap masuk dan menutupnya tanpa suara.

     

    Perpustakaan itu sangat gelap, dipenuhi rak-rak tinggi yang menjulang. 

    Aroma kertas tua, kayu, dan debu memenuhi udara.

     

    Seraphina menyalakan satu lampu kecil.

    Cahayanya hanya cukup untuk menerangi meja dan beberapa rak di dekatnya.

    Ia kemudian mulai mencari.

    Jarinya menyusuri punggung buku satu per satu.

     

    Sementara itu, sebuah bayangan bergerak di antara rak.

    Alistair.

    Ia tidak bersuara.

    Hanya mengamati dari balik rak, cukup jauh untuk tidak membuat keberadaannya diketahui.

    Tatapannya mengikuti setiap gerakan Seraphina yang gelisah.

     

    “Kenapa pelayan butuh ini?” bisiknya.

     

    Seraphina menoleh terkejut. “Yang Mulia?!”

     

    “Kau tidak tidur?” tanya Alistair penuh selidik.

     

    “Saya… saya sedang bersih-bersih, Yang Mulia.”

     

    Alistair mendekat. Ia mengambil buku di tangan Seraphina. 

    Jarinya sengaja menyentuh pergelangan Seraphina. Tepat di bekas luka bulan sabit.

    Seraphina menahan napas.

     

    “Menarik,” kata Alistair pelan. “Luka ini. Aku pernah melihatnya.”

     

    “Ini… kecelakaan waktu kecil, Yang Mulia.”

     

    Alistair menatap mata Seraphina lekat. 

    “Bohong.” 

     

    Tapi dia tidak menangkapnya. Dia hanya berbisik, 

     

    “Hati-hati, Nyonya Salju. Ada orang yang ingin membunuhmu.”

     

    Lalu, pergi.

     

    1. SELENE MENYERANG LANGSUNG

     

    Istana masih gelap saat suara keras menghantam pintu kamar Seraphina. 

     

    GEDOR! GEDOR!

     

    “ATAS PERINTAH RATU! KAMAR INI DISEGEL!”

     

    Sebelum semua sempat berbuat apa-apa, pintu lebih dulu didorong paksa hingga terbuka.

    Selene masuk dengan enam penjaga. Senyumnya lebar.

     

    “Menangkap pencuri. Katanya ada yang mencuri kalung permata milikku.”

     

    Matanya menyapu seluruh ruangan. Lalu berhenti pada Seraphina yang diam kebingungan.

     

    Selene berjalan mendekati meja.

    Tangannya membuka laci pertama.

    Kosong.

     

    Ia berbalik.

    Tatapannya jatuh pada tempat tidur Seraphina.

    Selene melangkah mendekat.

    Seraphina refleks maju satu langkah.

     

    “Jangan.”

     

    Selene berhenti. 

     

    “Kenapa?”

     

    Seraphina tidak menjawab.

    Selene tertawa kecil.

     

    Lalu dia menunjuk ke kalung darah Seraphina yang disembunyikan di bawah bantal.

     

    “INI!” teriak Selene. “Kalung curian!”

     

    “itu bukan—” Leon maju.

     

    “DIAM!” Selene menampar Leon. “Bawa dia ke Menara Utara. Sekarang.”

     

    Seraphina menahan Leon. “Jangan. Aku ikut.”

     

    Di Menara Utara yang dingin dan gelap. 

    Dinding batunya lembap, dan udara menusuk sampai ke tulang.

    Seraphina didorong masuk ke sebuah ruangan kecil.

    Tidak ada tempat tidur.

    Tidak ada perapian.

    Hanya lantai batu dan satu jendela kecil yang terlalu tinggi untuk dijangkau.

    Pintu besi menutup di belakangnya.

     

    BRAK!

     

    Selene mengunci pintu dari luar. 

    “Bersama tikus-tikus saja kau, Nyonya Salju.” ejeknya sambil menatap tajam Seraphina.

    Seraphina hanya diam.

    Selene lalu berbisik, “Besok pagi kau dieksekusi. Di depan seluruh istana.”

    Seraphina membeku.

    Sedangkan langkah Selene kian menjauh.

     

    —

     

    DI DALAM MENARA

     

    Seraphina memeluk Leon dan Lyra. 

    Tangan Leon berdarah akibat kena tamparan Selene. 

     

    “Bu maaf,” isak Leon. “Aku gagal lindungi Ibu.”

     

    Seraphina menggeleng. Dia mengeluarkan keping kertas kedua.  

    Dengan darah dari luka Leon, dia menulis: 

     

    “Melindungi”

     

    Kemudian, ia bakar.

    “Keping kedua.”

     

    Tiba-tiba, es di jendela retak dari luar.

     

    Sebuah tangan. Tangan Raja.

     

    Alistair memecahkan jeruji es dengan sihirnya. 

    “Berikan tanganmu.”

     

    Seraphina ragu. 

     

    “Kau mau percaya aku… atau mati besok?” tanya Alistair.

     

    Seraphina menggenggam tangan itu.

     

    Mereka bertiga ditarik keluar ke atap menara. 

     

    Alistair menatap Seraphina. 

    “Aku tidak tau siapa kau. Tapi aku tau… kau bukan pencuri.”

     

    Dari bawah, suara Selene berteriak. 

     

    “TANGKAP MEREKA!”

     

    Alistair menarik Seraphina ke dekatnya. “Pegang erat.”

     

    Dia melompat dari menara. 

    Dan salju di bawah mereka… membentuk sayap. 

     

    Mereka melayang.

     

     

    Kreator : Nadya Putri

    Bagikan ke

    Comment Closed: Bab 7 Mahkota dari darah dan salju

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021