KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Antalogi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Self-Improvement
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » Bab 9. Kecurigaan Ridho

    Bab 9. Kecurigaan Ridho

    BY 03 Sep 2026 Dilihat: 15 kali
    Pertemuan_alineaku

    Pukul enam pagi Ridho akhirnya tiba di rumah. Semalam ia menginap di rumah Derlan atas permintaan kedua orang tuanya, padahal pagi itu ia harus bekerja.

    Tanpa basa basi Kaisya langsung mempersiapkan sarapan setelah itu mandi. Sekitar tiga puluh menit barulah semua beres. Begitu Putra bangun, ia langsung menyambutnya dengan pelukan hangat. Seperti biasa pelukan di pagi hari membuat mood-nya naik. Sekalipun sedang hari libur tetap saja kerjaan tak pernah ikut istirahat. Mungkin sebagai istri yang baik harus tetap pula menyiapkan segala kebutuhan suami serta penampilan pun tetap terjaga.

    Teringat ucapan Gian di chat-nya mengajak pergi entah kemana namun ia tolak. Membayangkan seandainya menerima ajakan Gian ternyata terasa menyenangkan. Apalagi lelaki tersebut sangat ia sukai dari dulu. Hembusan nafas berat keluar dari mulutnya begitu saja. Tidak tahu jika sang suami memperhatikan sikap Kaisya dengan tatapan menyipit seperti tengah mempertanyakan sesuatu.

    “Sayang, kamu kenapa? Ada masalah?” tanya Ridho.

    “Emang ada apa gitu?” Kaisya bertanya balik seraya mengerutkan kening.

    “Kamu kaya’ lagi banyak pikiran,” ucap Ridho.

    “Jelas banyak pikiran namanya juga manusia, makhluk hidup,” jawab Kaisya seraya membuang muka.

    “Kamu memikirkan apa sih? Cerita dong,” serunya.

    “Ngapain sih kepo amat. Biasanya juga gak mau tahu kan masalah apa aja yang menimpaku. Bahkan aku curhat gak pernah mau denger malah asyik dengan dunianya sendiri,” sindir Kaisya. Ia mana mungkin menceritakan perihal ajakan Gian yang ditolaknya. Bisa perang dunia jika seperti itu.

    “Gak suka ya kamu main sembunyi-sembunyi dari aku,” seru Ridho dengan nada tegas jelas membuat Kaisya membulatkan matanya.

    “Menyembunyikan apa?” tanya Kaisya sedikit gugup.

    “Ya, apa aja. Sesuatu yang belum pernah kamu ceritakan ke aku,” ucap Ridho.

    “Ma-maksudnya?” Kaisya gelagapan dengan ucapan sang suami. “Jangan berpikir aneh, deh. Kamu juga tahu kan aku gak pernah berbohong sama kamu. Semuanya selalu bilang. Apapun itu meskipun gak pernah ditanggapi.”

    “Mungkin,” kata Ridho.

    “Kamu gak percaya sama aku?” tanya Kaisya seakan tersudutkan dan takut.

    “Kenapa kamu? Aku gak marah-marah ataupun gimana kan. Tapi perubahan sikap kamu membuktikan bahwa ada sesuatu yang memang disembunyikan,” kata Ridho.

    Kaisya terdiam. Ia tak bisa berkata apa-apa lagi. Memang yang dikatakan Ridho benar. Ibarat pepatah bangkai bila disembunyikan akan tercium juga. Dan begitupun yang kini dialami guru muda beranak satu itu. Dengan segera Kaisya beranjak dari hadapan sang suami. Pergi keluar rumah hanya sekedar melepaskan beban pikiran dengan menggendong anaknya. Sampai di halaman depan, Putra didudukkan pada dipan yang menghadap area pesawahan hijau membuat mata memandang sejuk. Aroma hembusan angin pagi membuat dingin namun tidak dengan hatinya yang masih panas oleh balutan beban.

    “Aku berangkat dulu,” ucap Ridho yang menenteng tas jinjingnya.

    Jika diperhatikan penampilan Ridho cukup menarik. Tak ada cela. Tapi mengapa Kaisya belum bisa sepenuhnya menaruh hati pada lelaki yang menjadi suaminya itu. Selalu ada ucapan cerai dari mulut manis Kaisya. Karena tidak tahan menghadapi keluarga mertua. Dan sekarang ditambah sikap Ridho yang entah mengapa menjadi sedikit menyebalkan.

    “Apa mungkin itu tentang Gian?” tanyanya pada diri sendiri. Setelah ingat perihal kemarin sore. “Apa dia cemburu?” lanjutnya. Ya, mungkin saja seperti itu. Apalagi anak dari Gian menjadi anak didiknya. Akan lebih mudah untuk selalu berkomunikasi dengan alasan orang tua siswa dan Wali Kelasnya.

    “Mana mungkin. Seorang Ridho yang cuek seperti itu apa ada rasa cemburu? Yang ada hanya memperhatikan perasaannya sendiri,” gumam Kaisya merasa itu konyol.

    “Ibu… Dingin,” ucap Putra.

    “Anak ibu kedinginan? Aduh kasihan sekali. Bentar lagi ada matahari loh. Nanti kita berjemur ya biar hangat,” kata Kaisya seraya memeluk Putra.

    “Putra kedinginan, Bu. Mau ke rumah,” rengeknya.

    “Sebentar. Ibu ambilin jaket. Mau kan?” tanya Kaisya.

    “Iya,” balas Putra.

    Kaisya berjalan menuju lemari dan mengambil jaket sang anak. Setelah beberapa langkah tiba-tiba saja terdengar suara ponsel. Segera ia menuju kamar mengambil ponsel di nakas. Melihat siapa yang menelepon. Terlihat nama Gian sebagai penelepon.

    “Mau apa dia pagi-pagi nelepon. Duh, lagi gak mood gini di suguhi hal yang seperti ini ko’ jadi sedikit aneh ya,” gumam Kaisya senyum-senyum.

    Demi mempertahankan harga dirinya. Ia tidak langsung mengangkat dering ponsel tersebut. Segera kembali keluar teringat Putra tengah kedinginan. Langsung ia pakaikan jaket tersebut dan kembali memeluk anaknya dengan wajah penuh keceriaan. Sangat bahagia Gian menelepon sepagi itu. Meskipun belum diangkatnya tapi luar biasa membuat hati bahagia.

    “Putra sayang, mandi dulu yuk, biar segar. Nanti kita berjemur,” ajak Kaisya.

    “Mau sama dino,” ujar Putra.

    “Siap bosku. Masuk yuk! Kita sekalian ambil dino ke kamar mandi,” seru Kaisya.

    “Siap, Ibu!” kata Putra.

    Ya, meskipun baru berusia tiga tahun tapi tidak seperti anak lain yang belum fasih berbicara. Putra termasuk anak yang mudah mengenal kosa kata dan menyebutkannya dengan baik. Kini Kaisya dan anaknya telah berada di kamar mandi. Putra bersama mainan dinosaurusnya sedang berendam pada jolang berukuran besar. Setelah beberapa menit berlalu akhirnya semua ritual memandikan anak telah selesai. Hingga memakaikan pakaian dan memberinya wewangian pun beres.

    Saat akan beranjak mengambil piring untuk ia sarapan sekalian memberi makan Putra. Kembali ponsel berdering. Kaisya melihat sang penelepon dari orang yang sama. Tetap ia tak angkat. Untuk saat ini harus berfokus pada kewajibannya memberikan makan sang anak. Jika tidak maka hal yang ditakutkan akan terjadi lagi. Pernah suatu ketika Putra yang tidak mau makan dan minum susunya muntah-muntah. Badannya lemas tak berdaya. Dikasih apapun tak masuk yang berujung ke rumah sakit. Sungguh suatu hal yang tak boleh terulang.

    “Putra sayang, makan dulu ya,” pinta Kaisya.

    “Mau diluar sama matahari,” jawab Putra.

    “Oke. Tapi harus habis ya makannya,” ujar Kaisya. Sang anak hanya mengangguk sebagai jawaban.

    Mereka berdua kembali menuju keluar rumah. Yang telah disambut matahari pagi. Kaisya menyuapi Putra perlahan. Disaat tengah berkegiatan tersebut Ridho kembali.

    “Kenapa sudah pulang?” tanya Kaisya.

    “Ada yang ketinggalan,” jawab Ridho. Ia masuk ke dalam rumah.

    Kaisya benar-benar melupakan sesuatu. Semenit kemudian Ridho keluar dengan menyerahkan ponsel yang terus berdering pada istrinya itu. Tanpa ucapan apa-apa, Ridho kembali ke tempat kerjanya menggunakan motor. Kaisya membulatkan matanya terkejut. Gian ternyata masih berusaha menghubunginya. Bahkan suaminya itu yang memberikan. Pantas tadi dirinya melihat raut wajah lelaki itu tak biasa. Ada kemarahan disana namun tak terucap.

    Hembusan nafas berat keluar dari mulut Kaisya. Entah apa yang akan terjadi nanti setelah suaminya pulang.

    ***

     

    Kreator : Fauzi Nurruhaeni Syantika (FN Syantika)

    Bagikan ke

    Comment Closed: Bab 9. Kecurigaan Ridho

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021