KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Antalogi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » Bab 2 : Musim Gugur di Pundak Perempuan

    Bab 2 : Musim Gugur di Pundak Perempuan

    BY 13 Jul 2026 Dilihat: 4 kali
    Ikatan Jantung Hati dan Langkah Pertama_alineaku

    ​Sore itu, langit Kota Bekasi menggantung kelabu. Angin kencang menerbangkan daun-daun kering di halaman RA Aisyah Afiqannisa, menciptakan suasana sunyi yang aneh setelah riuh tawa anak-anak mereda. Di dalam ruang guru yang mulai temaram, saya mendapati sahabat perjuangan saya—seorang perempuan tangguh yang biasanya selalu mengumbar senyum—sedang duduk termenung. Bahunya yang biasa tegak, sore ini tampak merosot layu.

    ​Ia sedang melewati musim gugurnya sendiri. Jiwanya sebagai seorang guru tengah berada di titik paling rapuh.

    ​Saya melangkah mendekat, lalu meletakkan secangkir teh hangat di mejanya. “Minum dulu, Sayang. Biar hatinya agak tenang,” ujar saya lembut.

    ​Ia tersentak, mendongak menatap saya dengan mata yang sudah sembab dan berkaca-kaca. Air matanya runtuh seketika saat saya menyentuh pundaknya.

    “Bunda Husna…” suaranya bergetar, terputus oleh isak tangis yang tertahan.

    ​”Menangislah kalau itu bisa meringankan bebanmu,” kata saya seraya menarik kursi dan duduk tepat di hadapannya. “Ada apa? Cerita sama aku.”

    ​Ia menyeka air matanya, namun tumpah lagi. “Aku merasa gagal, Bunda Husna. Aku ini guru… Setiap hari di madrasah ini, aku mengajarkan anak-anak orang lain tentang adab, tentang cinta, dan kesalehan. Mereka patuh, mereka jadi anak yang manis.” Ia menjeda kalimatnya, dadanya naik turun menahan sesak yang teramat sangat.

    ​”Tapi di rumah… anak kandungku sendiri justru berulah. Kenakalannya hari ini benar-benar menguras habis dayaku. Tadi pihak sekolahnya menelepon lagi karena dia membuat masalah. Hatiku hancur, Bunda. Jiwaku rasanya rapuh sekali. Di mana letak salahku sebagai seorang ibu?”

    ​Saya terdiam, ikut merasakan sayatan perih di hatinya. Menggenggam erat kedua tangannya yang terasa sedingin es, saya mencoba menyalurkan kehangatan.

    ​”Aku harus tersenyum dan terlihat kuat di depan anak-anak RA serta para orang tua murid. Tapi di dalam sini, rasanya seperti daun-daun kering yang berguguran. Sepi, patah, dan malu pada diriku sendiri,” bisiknya dengan suara teramat lirih.

    ​Saya menatap lekat matanya, menatap runtuhnya benteng pertahanan seorang perempuan pilihan. “Sahabatku, dengarkan aku,” ucap saya dengan nada paling meneduhkan. “Kenakalan anakmu hari ini bukan tanda bahwa kamu gagal menjadi seorang guru atau seorang ibu. Ingatlah, bahkan para nabi pun ada yang diuji lewat anak-anak mereka. Ujian ini datang bukan untuk merendahkan martabatmu, tapi untuk menguji tingkat keikhlasan dan luasnya samudra cintamu.”

    ​Ia menatap saya, mencari kekuatan di dalam mata saya.

    ​”Di madrasah, kamu mengajarkan Kurikulum Berbasis Cinta kepada anak didikmu. Dan sekarang, di rumah, Allah sedang memintamu mempraktikkan kurikulum yang sama dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi untuk anak kandungmu. Ia tidak butuh kemarahanmu, ia sedang menjerit meminta perhatian dan cinta ibunya dengan cara yang keliru. Pundakmu kuat, sahabatku. Allah tahu itu,” lanjut saya, tersenyum menguatkan.

    ​Ia terdiam cukup lama, meresapi setiap kalimat. Perlahan, ia menghembuskan napas panjang, seolah melepaskan separuh beban berat yang menggelayuti pundaknya. Isak tangisnya mereda, menggantikan sebuah ketenangan baru di wajahnya. “Terima kasih, Bunda Husna… Terima kasih sudah memeluk jiwaku yang hampir patah ini.”

    ​”Kita pejuang bersama, Sahabatku. Esok hari, kita hadapi lagi bersama-sama. Kita jemput ar-rahmah untuk madrasah ini, dan untuk anakmu di rumah,” jawab saya, merangkulnya dalam pelukan hangat yang menentramkan.

    ​Perempuan adalah pilar kedamaian. Dan di atas pundak perempuan-perempuan tangguh inilah, yang meski jiwanya sempat rapuh namun memilih untuk kembali bangkit demi cinta, jejak madrasah ini akan tetap berdiri kokoh menantang badai.

     

     

    Kreator : Husnawati, (Hawa81)

    Bagikan ke

    Comment Closed: Bab 2 : Musim Gugur di Pundak Perempuan

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021