KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Antalogi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Self-Improvement
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » Bab 29 dari novel Rahasia Buku Sihir Nenek Ysra

    Bab 29 dari novel Rahasia Buku Sihir Nenek Ysra

    BY 25 Okt 2026 Dilihat: 2 kali
    novel Rahasia buku sihir nenek Ysra_alineaku

    BAB 29: RAMUAN UNTUK YANG NGERASA BERSALAH TERUS 

    Resep: Batu untuk Meletakkan Beban

     

    Hari ke-22 Lumi jaga gubuk.

     

    Malam menjelang. Tanah Fajar gelap. Tapi tanahnya berpendar biru perlahan seperti kunang-kunang yang tidur di bawah rumput. Angin membawa suara bisikan mantra lama dari akar Veylara. Tiap hembusan, daunnya berpendar lalu padam lagi.

      

    Kriiieekkk.  

     

    Pintu gubuk terbuka. Hawa dingin masuk bersama debu Lumin yang berkilau.  

    Yang masuk seorang perempuan. Berusia 24 tahun. Jubahnya kusut. 

    Di punggungnya dia menggendong sebuah karung. Berat. 

    Dari karung itu terdengar suara rantai kecil beradu.

     

    “Duduk,” kata Lumi. “Mau ramuan apa?”

     

    Perempuan itu duduk. Karungnya ditaruh. Bunyinya duk. Tanah langsung bergetar pelan.

     

    “Aku capek, Bu.”

     

    Namanya Rani. Mantan Penyihir Penyembuh. Dia keluar dari Akademi karena satu pasiennya mati di tangannya.

     

    Buku di meja terbuka di halaman 29. Kosong. Pinggir halamannya meneteskan tinta hitam yang langsung menguap jadi asap tipis.  

    Veylara di luar batangnya bergetar. Daunnya meneteskan embun Lumin ke tanah. Tanah menyerap dan jadi lebih terang.

     

    Tio menatap karungnya. “Itu isinya apa?”

     

    “Ini,” bisik Rani. “Semua kesalahanku. Pasien yang tak tertolong. Mantra yang salah. Teman yang aku sakiti. Aku gendong terus tiga tahun.”

     

    Seraphina meletakkan batu Lumin di meja. Batunya bening, di dalamnya ada cahaya bergerak-gerak seperti air. Begitu diletak, meja berpendar pelan.  

     

    “Ini bukan ramuan minum,” kata Seraphina. “Ini ramuan letak.”

     

    Rani tertawa getir. “Mau diletakkan dimana? Salahku sebesar gunung.”

     

    Buku bergetar. Halaman 29 terbakar cahaya keemasan. Tinta emas muncul dan jatuh ke meja, membentuk tulisan.

     

    Resep 29: Batu untuk Meletakkan Beban  

    Bahan: Batu Lumin untuk menampung, tanah Tanah Fajar untuk menyerap, air mata untuk membasuh, waktu untuk memaafkan diri  

    Cara: Taruh beban di atas batu. Ucapkan Dimitto. Artinya, Aku melepaskan. Bersalah itu bukti kamu punya hati. Tapi hidup di dalamnya itu hukuman.  

    Catatan: Kamu tidak harus melupakan. Kamu hanya harus berhenti menghukum diri setiap hari.

     

    Di bawahnya coretan:  

    Untuk Rani dan semua yang membawa kuburan di punggung.  

    – Nenek Ysra

     

    Lumi menuntun tangan Rani. Meletakkan telapaknya di batu. Batu itu langsung hangat dan berdenyut. Cahaya di dalamnya berputar cepat lalu lambat.  

    Rani menangis. Air matanya jatuh ke batu dan diserap. 

     

    “Dimitto,” isaknya. “Aku melepaskan.”

     

    Tanah di luar Veylara retak sedikit. Dari retakan itu keluar cahaya biru lalu tumbuh tunas kecil. Akar Veylara menjulur pelan dan menyentuh karung Rani, seakan ikut mengangkat.

    Alistair duduk di sebelahnya. 

     

    “Batu ini nggak akan bikin kamu lupa. Tapi dia akan ngingetin. Kamu udah naruh di sini. Nggak usah digendong lagi.”

     

    Jam sembilan malam. Rani pamit. Karungnya masih ada, tapi bahunya lebih ringan. Dari karungnya sekarang keluar cahaya tipis, bukan rantai lagi.  

     

    “Buat aku balik kalau berat lagi, Bu,” katanya. “Biar aku taruh lagi di sini.”

     

    Sebelum pergi dia menyentuh batang Veylara. Daunnya mengelus tangannya dan meneteskan satu embun Lumin di keningnya.  

     

    “Gratias. Tanah ini mau menerima aku.”

     

    Setelah Rani pergi, Lumi menanam satu bibit di tempat tunas tadi. Begitu ditanam, tanah berpendar melingkar lalu membentuk lingkaran Lumin.  

     

    “Ini Pohon Dimitto,” kata Seraphina. “Pohon untuk semua yang belajar meletakkan. Kalau malam dia akan menyala, agar yang tersesat tahu tempat menaruh beban.”

     

    Malamnya Lumi menulis:  

    Hari ini aku belajar. Tanah Fajar nggak cuma menanam pohon. Dia juga menerima beban kita. Asal kita mau naruh. Dan Veylara selalu siap menampung air mata.

     

    Kriiieekkk.  

    Pintu berderit.  

    Angin membawa suara dan kunang-kunang Lumin: “Permisi. Aku kehilangan arah.”

     

     

    Kreator : Nadya Putri

    Bagikan ke

    Comment Closed: Bab 29 dari novel Rahasia Buku Sihir Nenek Ysra

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021