KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Antalogi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » Bab 8 – Liburan ke Pantai

    Bab 8 – Liburan ke Pantai

    BY 11 Jul 2026 Dilihat: 3 kali
    Liburan ke Pantai_alineaku

    Keesokan paginya, langit Jogja tampak biru pucat dengan awan tipis yang bergerak pelan, sementara udara pagi masih terasa sejuk ketika mobil keluarga itu keluar dari halaman rumah dan melewati deretan rumah tetangga yang mulai hidup oleh aktivitas kecil; ada yang menyapu halaman, ada yang menyiram tanaman, dan ada pula yang berdiri di depan pagar sambil menikmati sisa dingin pagi.

    Raka duduk di kursi tengah, tepat di samping Farah, dengan sabuk pengaman yang sudah terpasang rapi di tubuhnya. Di bagian belakang mobil, stroller Sekar sudah dilipat dan diletakkan bersama beberapa tas kecil berisi baju ganti, sementara Sekar sendiri tertidur miring di pangkuan Mama, jari mungilnya masih menggenggam ujung selimut tipis.

    “Jadi kita ke pantai mana, Mas?” tanya Laras sambil melirik ke arah Satria yang sedang fokus menyetir.

    “Ke Slili, ya,” jawab Satria. “Pantai kecil di Gunungkidul. Pasirnya halus, tempatnya enak, jalannya juga lumayan gampang.”

    “Pantai Sliiiliii…” Farah mengulang nama itu sambil terkikik. “Namanya lucu.”

    Raka hanya tersenyum kecil sambil memandang ke luar jendela. Ia belum pernah ke Pantai Slili, bahkan belum bisa membayangkan seperti apa bentuk tempatnya, tetapi setiap kali mendengar kata pantai, yang pertama kali muncul di kepalanya adalah suara ombak yang datang berulang-ulang, lalu pecah di pasir seperti tepuk tangan yang tidak pernah berhenti.

    Mobil melaju ke jalan yang lebih besar, kemudian masuk ke Ring Road. Satria mengambil arah timur, menuju jalan panjang ke Wonosari, sementara obrolan kecil mulai mengalir di dalam mobil. Radio menyala pelan, Farah sesekali bertanya ini dan itu, Laras menjawab sambil membetulkan posisi Sekar di pangkuannya, dan Raka mulai merasa matanya berat karena goyangan mobil yang stabil membuat tubuhnya semakin nyaman.

    Namun baru beberapa menit ia hampir terlelap, suara penyiar radio tiba-tiba terdengar lebih jelas.

    “…pemberitahuan untuk wisatawan yang hendak menuju beberapa pantai di kawasan Gunungkidul. Sejumlah pantai kecil, termasuk Pantai Slili, untuk sementara ditutup karena gelombang tinggi dan angin kencang. Pengunjung diimbau memilih pantai lain atau menunggu sampai kondisi dinyatakan aman.”

    Satria dan Laras saling pandang.

    “Slili ditutup?” tanya Laras pelan.

    Satria menghela napas pendek. “Padahal tadi malam sudah janji ke anak-anak.”

    Belum sempat ia melanjutkan, ponselnya bergetar di tempat penyimpanan kecil dekat tuas persneling. Nama Mas Jono, temannya di tim SAR, muncul di layar. Satria segera mengangkat panggilan itu dan menyalakan pengeras suara kecil agar Laras juga bisa mendengar.

    “Halo, Mas.”

    “Sat, kamu jadi ke Slili hari ini?” suara di seberang terdengar tegas. “Kalau rencananya ke arah Slili dan sekitarnya, mending jangan dulu. Ombak lagi jelek. Tadi pagi ada pengunjung hampir keseret arus.”

    Satria memijit keningnya pelan. “Iya, Mas. Kami baru dengar juga dari radio.”

    “Kalau cuma mau ngajak anak-anak main pasir, cari pantai yang lebih gampang dipantau saja. Bawa bocah-bocah, kan?”

    “Iya, Mas. Siap. Makasih sudah ngabarin.”

    Telepon ditutup, tetapi beberapa detik setelah itu suasana di dalam mobil terasa lebih pelan. Farah yang sejak tadi semangat langsung menoleh dari kursinya.

    “Berarti nggak jadi ke Pantai Slili?”

    Satria diam sebentar, lalu tersenyum tipis lewat kaca spion. “Kita tetap ke pantai, cuma ganti tempat.”

    “Ke mana?” tanya Laras.

    Satria memutar setir perlahan, mengambil jalur menuju Ring Road Selatan. “Yang lebih gampang dijangkau dan lebih ramai petugasnya. Parangtritis, mungkin.”

    “Paaaraangtritiiiis!” seru Farah, semangatnya langsung kembali seolah nama pantai itu jauh lebih menyenangkan daripada Slili.

    Raka menatap ke depan. Beberapa menit kemudian, sebuah papan penunjuk jalan muncul di sisi jalan, dan di antara tulisan lain yang bergerak cepat melewati pandangannya, ia sempat membaca satu nama yang sudah sering ia dengar.

    Parangtritis.

    Saat mobil melewati papan itu, Raka melihat kilatan kecil berwarna kekuningan di ujungnya. Sangat singkat, seperti ada cahaya yang menyentuh pinggir papan lalu menghilang sebelum ia sempat benar-benar memastikannya.

    Raka menggenggam celana pendeknya pelan.

    Dadanya terasa aneh, bukan seperti takut, tetapi seperti saat seseorang memanggil namanya dari jauh dan ia belum tahu dari mana asal suara itu.

    “Gimana, Ka?” suara Papa membuyarkan lamunannya. “Setuju ke Pantai Parangtritis?”

    Raka menoleh sebentar ke arah Papa, lalu kembali memandang jalan yang membentang lurus ke selatan.

    “Iya, Pa,” jawabnya pelan. “Ke Parangtritis aja.”

    Mobil terus melaju. Angin yang masuk dari sela jendela terasa sedikit berbeda, lebih lembap dan seperti membawa bau asin yang sangat tipis, padahal laut masih jauh di depan sana.

    Pada waktu yang hampir bersamaan, di dekat kawasan pantai yang sama, Bayu sedang berdiri di depan sebuah warung kecil sambil memilih ember dan sekop plastik warna-warni. Ia mengambil yang merah, lalu menggantinya dengan yang biru, kemudian menimbang-nimbang yang kuning karena menurutnya warna itu paling cerah untuk dibuat istana pasir.

    Ia sama sekali tidak tahu bahwa jauh di jalan menuju laut, ada sebuah mobil yang sedang melaju ke arah pantai itu juga.

    Di dalam mobil itu, ada seorang anak bernama Raka.

    Mereka belum saling mengenal.

    Belum pernah bertemu.

    Namun pagi itu, tanpa mereka sadari, langkah kecil mereka mulai bergerak menuju tempat yang sama.

     

     

    Kreator : Rukmana Gautama (RG Gotama)

    Bagikan ke

    Comment Closed: Bab 8 – Liburan ke Pantai

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021