KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Antalogi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » BAB II : Peta yang hilang di Desa Alfabet

    BAB II : Peta yang hilang di Desa Alfabet

    BY 06 Jul 2026 Dilihat: 10 kali
    Peta yang hilang di Desa Alfabet_alineaku

    Selamat Datang di Negeri Huruf

    Beni berdiri terpaku.

    Matanya membelalak kagum melihat Desa Alfabet yang terbentang di hadapannya. Langit di sana berwarna biru muda seperti halaman buku yang bersih. Awan-awan berbentuk huruf melayang perlahan di udara. Ada awan berbentuk A, awan berbentuk B, bahkan awan berbentuk Z yang tampak menguap sambil mengantuk.

    Jalan-jalan desa dibuat dari susunan kata-kata berwarna-warni.

    Di sepanjang jalan berdiri rumah-rumah unik yang bentuknya menyerupai huruf. Rumah A menjulang tinggi seperti tenda raksasa. Rumah O berbentuk bulat sempurna seperti donat besar. Rumah E memiliki tiga balkon kecil yang tersusun rapi.

    Namun keindahan itu tertutupi oleh suasana panik.

    Huruf-huruf berlarian ke sana kemari.

    “Aku tidak menemukan rumahku!”

    “Ini jalan yang salah!”

    “Siapa yang memindahkan papan petunjuk?”

    “Tolong! Aku tersesat lagi!”

    Beni melihat huruf M menabrak huruf N.

    Huruf K salah masuk ke rumah H.

    Sementara huruf S berjalan berputar-putar tanpa arah.

    “Wah…” gumam Beni.

    “Keadaannya lebih parah dari yang kubayangkan.”

    Huruf b kecil mengangguk sedih.

    “Kami sudah berusaha memperbaikinya sendiri, tetapi semua papan petunjuk berubah arah.”

    “Kalau begitu kita harus mencari penyebabnya,” kata Beni.

    Untuk pertama kalinya sejak tiba di Desa Alfabet, huruf b tersenyum.

    “Aku tahu kita meminta bantuan orang yang tepat.”

     

    Walikota Huruf A

    Huruf b mengajak Beni menuju pusat desa.

    Di tengah desa berdiri bangunan besar berbentuk huruf A berwarna emas. Bangunan itu tampak megah dibandingkan rumah-rumah lainnya.

    “Ini Balai Alfabet,” jelas huruf b.

    “Di sini tinggal Walikota Huruf A.”

    Mereka masuk ke dalam.

    Di ruangan besar itu duduk Huruf A tua berjanggut putih panjang. Ia mengenakan jubah biru dan kacamata bundar yang hampir melorot dari hidungnya.

    “Akhirnya kau datang juga,” kata Huruf A.

    Beni terkejut.

    “Bapak tahu tentang saya?”

    “Tentu,” jawab Huruf A sambil tersenyum.

    “Seluruh Desa Alfabet mengetahui tentang anak yang selalu berusaha memahami huruf-huruf meskipun huruf-huruf itu sering membuatnya bingung.”

    Beni menunduk malu.

    Huruf A lalu mengeluarkan sebuah gulungan kertas tua.

    “Kekacauan ini bermula tiga malam lalu.”

    Ia membuka gulungan itu di atas meja.

    Di sana tergambar peta Desa Alfabet.

    Namun bagian tengah peta tampak sobek.

    “Peta Arah Huruf telah dicuri.”

    “Dicuri?” tanya Beni.

    Huruf A mengangguk.

    “Selama ratusan tahun, peta itu menjaga setiap huruf tetap berada di tempat yang benar.”

    “Kalau petanya hilang?”

    “Maka seluruh desa akan kehilangan arah.”

    Beni mulai memahami masalahnya.

    “Jadi kita harus menemukan peta itu?”

    “Benar,” kata Huruf A.

    “Dan hanya orang yang mampu memahami kebingungan huruf-huruf yang bisa menemukannya.”

    Semua mata langsung memandang Beni.

     

    Petunjuk Pertama

    Huruf A menyerahkan sebuah kompas aneh.

    Kompas itu tidak memiliki angka.

    Jarumnya justru berbentuk pensil kecil.

    “Ini Kompas Kata,” jelas Huruf A.

    “Kompas ini akan menunjukkan jalan menuju petunjuk berikutnya.”

    Beni menerima kompas itu dengan hati-hati.

    Tiba-tiba jarum pensil bergerak sendiri.

    Putar…

    Putar…

    Putar…

    Lalu berhenti mengarah ke hutan di tepi desa.

    “Hutan Kata Terbalik,” kata huruf b pelan.

    Beni mengangkat alis.

    “Namanya terdengar menyeramkan.”

    “Memang sedikit menyeramkan,” jawab huruf b.

    “Di sana semua tulisan bisa berubah-ubah.”

    Beni menelan ludah.

    Ia tidak terlalu suka tulisan yang berubah-ubah.

    Dalam kehidupan sehari-hari saja huruf sering tampak menari di depan matanya.

    Sekarang ia harus masuk ke hutan yang penuh tulisan terbalik.

    Namun ia teringat sesuatu.

    Dulu ia juga takut membaca.

    Tetapi ia berhasil melewatinya.

    Beni mengangguk mantap.

    “Ayo kita pergi.”

     

    Hutan Kata Terbalik

    Perjalanan menuju hutan memakan waktu cukup lama.

    Semakin jauh mereka berjalan, suasana semakin aneh.

    Pohon-pohon berbentuk pensil tumbuh menjulang tinggi.

    Daunnya berbentuk huruf kecil yang bergoyang tertiup angin.

    Ketika Beni membaca tulisan pada sebuah papan kayu, ia terkejut.

    Tulisan itu berubah sendiri.

    MASUK

    menjadi

    KUSAM

    Lalu berubah lagi menjadi

    MUSIK

    “Hah?”

    Beni mengucek matanya.

    Huruf b tertawa kecil.

    “Selamat datang di Hutan Kata Terbalik.”

    Mereka melanjutkan perjalanan.

    Di tengah hutan, mereka menemukan sebuah batu besar.

    Di atas batu itu terdapat tulisan bercahaya.

    Namun huruf-hurufnya berantakan.

    D A U K

    Huruf b menggaruk kepala.

    “Apa maksudnya?”

    Beni menatap tulisan itu lama.

    Huruf-huruf tersebut terasa familiar.

    Ia memikirkan satu per satu.

    D…

    A…

    U…

    K…

    Tiba-tiba matanya membesar.

    “DUKA?”

    Huruf-huruf itu bergetar.

    Namun tidak terjadi apa-apa.

    Beni mencoba lagi.

    “DUKU!”

    Mendadak batu itu bersinar terang.

    KRRAAAK!

    Batu besar terbelah menjadi dua.

    Di dalamnya terdapat kotak kecil berwarna perak.

    “Hebat!” seru huruf b.

    Beni tersenyum.

    Untuk pertama kalinya, kebingungannya terhadap huruf justru membantunya memecahkan teka-teki.

    Ia membuka kotak itu perlahan.

    Di dalamnya terdapat secarik kertas.

    Pada kertas itu tertulis:

     

    “Peta tidak dicuri. Peta disembunyikan oleh mereka yang takut pada perbedaan.”

    Beni membaca kalimat itu berulang kali.

    “Apa maksudnya?”

    Huruf b tampak sama bingungnya.

    Namun sebelum mereka sempat berpikir lebih jauh, angin dingin tiba-tiba bertiup.

    WHOOSHH…

    Daun-daun huruf beterbangan.

    Langit mendadak menjadi gelap.

    Dari balik pepohonan muncul bayangan hitam besar.

    Matanya menyala merah.

    Tubuhnya tersusun dari huruf-huruf yang saling bertabrakan.

    Huruf b langsung pucat.

    “Itu dia…”

    “Siapa?” tanya Beni.

    Huruf b mundur selangkah.

    “Pengacau Huruf.”

    Makhluk itu tertawa keras.

    Huruf-huruf di tubuhnya berputar tidak beraturan.

    “Hahaha…”

    “Kalian tidak akan pernah menemukan peta itu!”

    Beni menggenggam kotak perak erat-erat.

    Jantungnya berdebar.

    Petualangan yang sesungguhnya ternyata baru saja dimulai.

     

     

    Kreator : MAY SARAH (Mey_Z@)

    Bagikan ke

    Comment Closed: BAB II : Peta yang hilang di Desa Alfabet

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021