KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Antalogi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Self-Improvement
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » BAB III Akhirnya Jajan… (Alasan demi kesehatan dan menjaga kewarasan)

    BAB III Akhirnya Jajan… (Alasan demi kesehatan dan menjaga kewarasan)

    BY 18 Okt 2026 Dilihat: 19 kali
    Korban Iklan... Gara-gara si promo_alineaku

    Berburu pagi. Asyik sekali.  

    Sampai tak sempat sarapan. 

     

    Kusiapkan waktu. Pertemuan hari ini ternyata lebih pagi.  

    Kutata kotak bekal spesial. Hasil babak penyisihan menu si Bapak dan si Kakak.  

    Kuletakkan di meja makan.  

    Kuhemat waktu, lanjut mandi.  

    Berharap selepas mandi, kuhampiri untuk kumasukkan ke tas.  

     

    Namun waktu berpacu.  

    Hingga kotak bekal masih bertengger di meja makan.  

    Gas motor kuputar kencang. Melaju tanpa peduli si kotak bekal.

     

    Satu belokan lagi, sampai di tempat kerja.  

    Masih kepagian. Sepertinya bisa sarapan terlebih dahulu.  

    Kotak bekal menari-nari di ruang mata.  

    “Astaghfirullah, ketinggalan.”  

    Baiklah. Misi nol rupiah harus tetap lanjut, meski tanpa sarapan.  

    Kuusap perutku sambil berkata, “No sarapan, no jajan.”

     

    Hiruk pikuk pagi menguras pikiran.  

    Bahan-bahan pertemuan sudah kusiapkan. Tinggal berangkat.  

    Kuhitung waktu. Masih 30 menit. Perjalanan 15 menit.  

    Aku berangkat supaya tidak terburu-buru.

     

    Sepanjang jalan, aroma masakan warung sangat mengganggu konsentrasi misi nol rupiah.  

    Perut makin menjerit.  

    Dalam hati kubisikkan pelan, “Wahai perut, kuatlah.”  

    Aku terus melaju. Ada lintasan harap: ada kotak penyelamat di ruang rapat nanti.

     

    Pintu sudah membuka diri. Aku masuk ke ruangan.  

    1 jam, 2 jam berlalu. Acara selesai.  

    Tanpa ada kotak penyelamat yang lewat.

     

    Baru kusadar.  

    Allah sedang mengingatkanku.  

    Jangan pernah berharap pada siapa pun. Berharaplah hanya kepada Allah.  

    “Ampuni hamba, ya Allah. Hamba lapar. Seharusnya hamba berharap kepada-Mu.”  

    Terima kasih atas lapar hari ini. Engkau meluruskan jalanku.

     

    Aku pulang. Kutarik gas motor lebih kencang.  

    Cuaca terik. Aroma penggoda di sepanjang jalan makin menyengat.  

    Aku harus kuat. Namun badan terasa lemas.  

    Pandangan mata serasa buyar. Kunang-kunang bermain di ruang mata.  

    Kuputuskan tanpa kompromi. Tarikan gas melemah. Menepi.  

    Tepat di depan warung soto.

     

    Aku masuk tanpa basa-basi.  

    Kupesan semangkuk soto. Segelas minum pun melengkapi.

     

    Kekuatanku kembali. Aku bisa tersenyum lagi.

     

    Kukatakan pada diri:  

    “Nol rupiah gagal lagi, demi stabilitas tubuh yang harus kujaga.”

     

    Aku kalah.  

    Tapi aku memenangkan diri untuk kuat bertarung lagi.  

    Misi nol rupiah masih menanti.

     

     

    Kreator : Yeti Ristanti

    Bagikan ke

    Comment Closed: BAB III Akhirnya Jajan… (Alasan demi kesehatan dan menjaga kewarasan)

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021