Misi penyelamatan nol rupiah, lanjut. Semangat ikhtiar masih menyala.
Checking pagi terus kupantau. Bumbu-sayur aman. Sarapan sudah. Saatnya berangkat kerja.
Dari pagi hingga malam, pekerjaanku menumpuk di HP.
Di rumah ada wifi, di tempat kerja lanjut sambung wifi lagi.
Pekerjaanku boleh dibilang bukan admin, sutradara apalagi.
Tapi full layar.
Layar kecil, sedang, hingga besar.
Saat ini, sepertinya sinyal adalah kebutuhan semua pekerjaan. Ibu rumah tangga sekalipun. Remaja dan anak-anak sekolah pun menjadi pelanggan setia sinyal.
Jika tugas keluar, aku sering lupa menyalakan data. Baru sadar jika butuh koneksi.
Crowded sinyal adalah menu harian. Saat harus koordinasi, sinyal harus melambai di awan.
Kukocok isi kepala untuk kutuang dalam chat. Ada instruksi, koordinasi, sampai checking agenda.
Sebelum berangkat, kubuka pesan. Ada pesan darurat, rapat jam 07.00. Segera berangkat tanpa kata selain bismillah.
Aku duduk, setelah menyapa beberapa peserta rapat yang hadir lebih dulu.
Kubuka ponsel. Sambil menunggu rapat dimulai, kutulis beberapa informasi.
Pesan menumpuk. “Kenapa semua tak terkirim?” tanyaku dalam hati. Ternyata data belum kunyalakan. Segera kutekan tombol data, agar sinyal bebas mengembara. Kulanjutkan mengerjakan tugas nonsinyal. Melanjutkan rapat.
Sesekali kulihat ponsel, adakah notifikasi pesan masuk. Ternyata sepi. Tidak ada pesan masuk sama sekali. Hingga siang, aku merasa ada yang berbeda.
Kulihat pesan-pesanku ternyata tidak terkirim semua, padahal data sudah kunyalakan. Kucoba utak-atik. Masih belum menyala.
Ada teman yang menginformasikan untuk membuka pesan. Informasi darurat harus segera direspons. Akhirnya, misi nol rupiah terpaksa kulupakan.
Aku harus beli pulsa sekarang.
Dengan mengucap bismillah, kubeli pulsa untuk kelancaran pekerjaan hari ini. Bismillah, ya Allah.
Nol rupiah kandas.
Tapi aku tak menyesal.
Ada tugas yang harus kuselesaikan. Ada amanah yang harus kutunaikan. Pulsa ini bukan tentang boros, namun tentang menjaga amanah dan kepercayaan.
Nol rupiah, masih terus kuperjuangkan.
Kreator : Yeti Ristanti
Comment Closed: BAB IV Drama Pulsa (Nol rupiah pun kandas)
Sorry, comment are closed for this post.